JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Tipu Daya Bara


__ADS_3

"Oh, tentang anak itu, kalau begitu silahkan saja ambil anak itu, aku tidak apa-apa jika tidak bertemu karena anak itu bukan anakku," ungkap Bara dengan tenang.


Semua yang di sana kaget dengan yang baru saja disampaikan oleh Bara. Apa benar Bara tahu bahwa anak itu bukan anaknya?


Dari mana Bara tahu? Dan sejak kapan Bara mengetahuinya? Lalu, jika Bara telah mengetahuinya, kenapa Bara masih membiarkan Selena berada di hidupnya bahkan di rumahnya? Apa yang disembunyikan oleh Bara?


Delvin merasa sangat penasaran, Bara tidak menceritakan kepadanya.


"Apa maksudmu anak itu bukan anakmu, kau telah melihat sendiri hasil test DNAnya? Apa? Jangan-jangan kau mau lepas dari tanggung jawab? " ejek Selena. Dia telah membayar rumah sakit untuk membuat hasil test palsu. Dia masih berusaha untuk tenang. Siapa tahu Bara hanya mengancam, agar dia mengaku sendiri.


Jangan harap!


"Kau sendiri tahu maksudku, tidak usah menipu lagi Selena," sindir Bara. "Aku memang tidak tahu, siapa ayah anakmu, yang jelas bukan aku, mungkin saat kau menjebakku, kau telah hamil duluan." Bara mendekati Selena. Selena melirik Joshua dan Bara dapat melihatnya.


Jadi Joshua ayah dari anak itu?


"Itu anakmu!" teriak Selena. Masih berusaha mempertahankan kebohongannya.


"Kau tidak mau menyerah rupanya." Bara mengeluarkan handphonenya. "Lihat ini," tunjuk Bara. Di dalam handphone Bara terdapat data yang menjelaskan bahwa Bara dan anak itu bukan ayah dan anak.


"Apa ini? Aku tidak mengerti?" pura-pura Selena.


"Selena! Apa kau pikir aku bodoh? Kau terlalu naif, aku menerima karena aku tahu anak itu tidak bersalah dan akan lebih baik diasuh olehku dan Freya ... Tapi sepertinya kau sangat serakah ... satu hal lagi, kau tidak tahu jika aku hacker ... kau boleh memberikan kertas palsu itu, tapi aku bisa meretas dan mencari tahu hasil aslinya," beber Bara. "Jadi yang barusan kau lihat adalah hasil aslinya, seharusnya kau tidak perlu terkejut," ejek Bara. "Aku tidak tahu berapa kau membayar untuk memalsukan hasilnya?" lanjut Bara.


Bara mengingat kembali kejadian lalu saat Freya dan Selena di rumah sakit. Setelah memastikan Freya dan bayinya baik-baik saja akhirnya Bara menemui dokter yang menangani Selena.


"Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Bapak atas kelahiran putranya, saya akan menjelaskan tentang kondisi ibu dan anak ... Bayinya sehat dia lahir cukup bulan dan ibunya juga baik-baik saja," jelas Dokter kepada Bara. Bara yang memang curiga dengan kehamilan Selena akhirnya bertanya.


"Bisa jelaskan kepada saya kenapa bayi perempuan saya prematur?" tanya Bara, dia ingin membandingkan bayi Freya dan bayi Selena. Kenapa bayi Freya mendapatkan perawatan khusus sementara bayi Selena tidak?

__ADS_1


"Tentu saja berbeda, prematur adalah kondisi bayi lahir dengan belum cukup bulan atau minggu, sedangkan putra anda cukup bulan, putri anda lahir karena ada kasus dan terpaksa harus dilahirkan dengan segera, jika tidak nyawa ibu dan anak berbahaya?" jelas Dokter, menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh orang yang bukan bergelut di dunia medis.


"Jadi bayinya tidak perlu mendapatkan perawatan khusus ya, Dok?" Bara memastikan lagi.


"Tidak," jawab Dokter. Bara pamit keluar dari ruangan dokter tersebut. Dia masih berpikir, Bara ingat sekali setelah memerawani Freya, Selena menjebaknya. Jadi seharusnya usia bayi mereka sama dan Bara masih ingat tanggal kejadian itu, baru tujuh bulan berlalu.


Bara sedikit mengingat pelajaran *** yang pernah diberikan oleh Sekolah. Kemudian Bara mencari tahunya di internet. Akhirnya Bara mengerti, pasti bayi itu bukan bayinya.


Saat Selena memberikan hasil test DNA, bara tidak percaya begitu saja. Bara meretas data rumah sakit dan menemukan hasil test yang asli yang menyatakan Bara bukan ayah dari anak itu.


"Freya, aku ingin memberi tahu sesuatu," ujar Bara saat mereka melihat bayi mereka.


"Ya, silahkan!" jawab Freya.


"Tentang permintaanmu yang aku hanya setahun di sisi kalian?" Mulai Bara.


"Kenapa dengan hal itu?" tanya Freya. Apakah Bara akan meminta hak asuh anak sekarang?


Freya sangat terkejut, jadi Selena hanya membohongi mereka sama seperti Emil.


"Itu tidak mengubah apapun, aku tetap ingin kau tidak lagi egois," tantang Freya.


"Baiklah, aku yakin, kau tidak akan meninggalkanku," ucap Bara dengan percaya diri.


"Lalu, bagaimana dengan Selena?" tanya Freya.


"Aku akan mengusirnya segera," kesal Bara.


"Jangan, biarkan saja, kasihan dengan bayinya," protes Freya.

__ADS_1


"Tapi, aku tidak akan suka, dia berada di rumah kita?" ungkap Bara.


"Jangan lakukan sekarang, tunggulah anak itu berumur setahun," saran Freya.


"Terserah, kau saja," putus Bara, dia tahu tidak akan menang berdebat dengan Freya.


Satu bulan setelah Freya dan Selena diizinkan pulang.


"Bara, aku ingin kita merawat anak Selena," pinta Freya tiba-tiba setelah Bara pulang bekerja.


"Kenapa?" heran Bara. Dia melepaskan jas dan melonggarkan dasinya.


"Aku lihat Selena tidak begitu peduli dengan anak itu, kasihan sekali dia," jelas Freya. Dia melihat Selena mengabaikan bayi itu bahkan Selena tidak menyusuinya. Freya yang anaknya masih di rumah sakit bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk memberikan Asi.


"Biarkan saja, bukan urusan kita," ujar Bara. Dia mendekati Freya dan ingin menciumnya. Freya menolak dada Bara.


"Tidak ada sentuhan fisik," tolak Freya.


"Baiklah, aku akan mencoba membayar Selena untuk anak itu, tapi aku ingin menyentuhmu," tawar Bara, mendapatkan ide agar Freya mau melayaninya lagi.


"Aku masih menstruasi," ucap Freya.


"Setelahnya," bisik Bara sensual.


🍒🍒🍒


Sudah terungkap ya kenapa Bara bisa mengetahuinya.


Pekanbaru

__ADS_1


091122


15.19


__ADS_2