JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Meyakinkan Diri


__ADS_3

"Bibi!" Suara Freya menghentikan langkah Amber.


"Ya, sayang, bibi, di sini." Amber kembali ke ranjang Freya. Freya kembali membalikan badannya menghadap Amber.


"Hasil itu bisa saja salahkan, bi?" Tanya Freya, masih berharap hasil yang ditampilkan alat test kehamilan tersebut tidak akurat.


"Benar, sayang, alat itu tidak seratus persen akurat." Amber hanya mengikuti keinginan Freya. Sekalipun dia tidak yakin.


"Kalaupun benar aku hamil ... aku yakin ini anak Bara." Freya duduk melihat ke arah Amber.


"Tentu saja, kau hanya sekali dengan Emil ... jadi kemungkinan besar itu adalah anak Bara." Lanjut Amber.


"Yah, aku yakin. Jadi aku tidak akan membiarkan Emil atau siapapun merusak kebahagiaanku ... aku telah lama menunggu kehadiran anak dan sekarang Tuhan memberikannya padaku ... tidak akan mungkin aku menolaknya ... bukan begitu, Bibi?"


"Kau benar, kau harus kuat, tidak peduli siapa ayah dari anak ini, yang jelas dia adalah darah dagingmu." Amber mencoba memberi motivasi kepada Freya.


***


Setelah Freya cukup beristirahat, pukul sembilan malam Bara datang menjemput Freya. Bara mencium sekilas bibir Freya.


"Apa persiapannya telah selesai?" Tanya Bara


"Ya, semoga besok berjalan lancar." Sahut Freya.


"Apa kau mau jadi yang pertama, mencobanya Bara?" Tawar Amber sambil membawa roti yang baru keluar dari oven.


Saat Freya istirahat, Amber menghubungi kembali dua orang karyawan yang akan membantu mereka di dapur. Amber membuat roti untuk besok bersama dengan dua karyawan tersebut. Resep yang dia dan Freya telah uji.

__ADS_1


Tadi setelah membersihkan peralatan rencana mereka akan memanggang roti. Namun, karena Freya mengalami hal yang membuat dia tidak konsentrasi akhirnya Amber mengambil alih.


"Boleh, wanginya enak, biar aku menjadi yang pertama." Bara menerima sepiring roti dari Amber.


Bara menikmati rotinya, rasa butter yang wangi serta roti yang lembut membuat Bara teringat saat di Maidstone. Salah satu pelayan pernah membuatkannya roti seperti ini. Benar-benar nikmat.


"Rotinya sangat enak dan lembut, aroma butternya juga kental. Aku tidak tahu kau bisa membuat resep enak ini Freya." Puji Bara. Membuat Freya sedikit melupakan kesedihannya.


Sekarang bagaimana cara memberitahu Bara bahwa dia hamil. Tunggu dulu, sepertinya itu harus di tunda karena Freya harus memastikan dulu, dengan memeriksakannya ke dokter kandungan. Setelah pembuakaan toko roti, Freya aka ke rumah sakit, untuk memeriksakan dirinya.


"Mungkin karena ibuku yang menurunkan bakatnya kepadaku." Jujur Freya.


"Kau beruntung punya ibu yang pintar memasak." Puji Bara lagi. Freya memberikan minuman kepada Bara, Vanilla late, minuman kesukaan Bara.


"Dan kau beruntung memiliki istri yang pintar memasak." Amber menambahkan.


"Bara, lepas, aku akan mengeluarkan rotinya, jangan sampai gosong." Freya melepaskan diri dari pelukan Bara.


Karyawan yang membantu Amber telah pulang kembali. Amber telah memerintahkan mereka untuk datang jam lima pagi. Karena mereka harus kembali mempersiapkannya sebelum pembukaan toko roti di mukai jam sembilan. Namun, operasionalnya sendiri setiap hari akan dibuka dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam.


Freya mengeluarkan roti dari oven dan membawanya keluar, untuk dipajang di etalase. Freya memastikan menu telah ready untuk besok pagi. Amber membantu membawa loyang yang lain.


"Apa tidak sebaiknya kau segera pulang? Mengingat ..."


"Mengingat apa?" Kalimat Amber terpotong dengan kehadiran Bara yang keluar dari dapur.


🍒🍒🍒

__ADS_1


Pekanbaru


230922


12.15


Hi jangan lupa buat mampir ke karya teman author ya.


Asli ini keren, pecnta game dan teknology wajib baca.


...MY UPSIDE DOWN WOR****L**D**...



Blurb


Keira Ophelia menyukai Ryujin Sakurai seorang programmer yang senang membuat game. Suatu hari Ryu mengajak Kei untuk mencoba permainan baru yang dibuatnya. Dalam game itu, Ryu membuat setting tempat dan tokoh karakter yang mirip dengan dunia nyata kecuali dua tokoh tambahan yaitu Iria dan Zen.


Iria diciptakan Ryu sesuai dengan kriteria wanita idamannya sedangkan Zen dibuat berdasarkan kriteria pria idaman Kei. Keira setuju untuk datang mencoba permainan Ryu yang baru.


Sesampainya di tempat Ryu, Kei mulai memainkan game tersebut, namun tiba-tiba listrik di tempat Ryu padam dsn tidak mau menyala. Kei yang putus asa akhirnya tertidur di depan komputer Ryu.


Keesokan harinya, Kei terbangun dan bingung karena ia sudah berada di dalam kamarnya bukan di tempat Ryu. Sebelum berangkat bekerja, Kei datang untuk menemui Ryu dan menjelaskan apa yang terjadi. Namun, betapa terkejutnya Kei saat dia menemukan Iria di dalam apartemen Ryu.


Iria tidak seharusnya ada di dunia nyata, dia ada di dalam game yang Ryu ciptakan.


"Aku yang menarikmu ke dalam dunia permainan ini. Jika kamu ingin keluar dari permainan ini, buatlah supaya Ryu jatuh cinta kepadamu." Kata Iria.

__ADS_1


Apakah Kei bisa membuat Ryu jatuh cinta kepadanya sedangkan di dunia game itu Ryu tergila-gila kepada Iria?


__ADS_2