JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Ngidam


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Freya?


Bara langsung mengejar wanita tersebut. Mr. Thomas dan yang lainnya heran karena Bara berlari, mengejar seorang wanita.


Bara memegang bahu wanita tersebut dan membalikan badannya.


"Freya," panggil Bara. Si wanita menatap heran Bara.


"Maaf, Sir, saya bukan Freya," ucap wanita tersebut. Dia membuka maskernya.


Ternyata memang bukan Freya, Bara kecewa. Apa karena gosip yang dibicarakan para pelayan sehingga Bara juga berpikir bahwa Freya di sini?


"Ada apa, Sir? Apa anda mengenal wanita ini?" Mr. Thomas yang mengejar Bara langsung bertanya.


"Maaf, saya salah orang," aku Bara kepada wanita tersebut.


"Tidak apa-apa," ujar wanita itu. Dia melangkah meninggalkan Bara.


Bara berjalan kembali ke mobil.


"Apa anda baik-baik saja, Sir?" tanya Thomas yang melihat Bara seperti tidak bersemangat. Dia mengikuti Bara ke mobil.


"Ya, aku baik-baik saja, aku akan pergi duluan, sampai bertemu dua hari lagi." Bara memasuki mobil dan meninggalkan Thomas yang keheranan.


Bara melajukan mobil menuju pabrik wine Horisson. Bara akan menyibukan diri dari pikirannya yang terus menerus memikirkan Freya. Bukannya menghilang dari pikiran Bara, justru Bara semakin ingat dengan Freya. Apalagi tempat yang dikunjunginya adalah tempat-tempat saat bersama Freya.


Sementara Freya, setelah diberitahu Delvin tentang kondisi Bara menjadi sedih dan tidak tega dengan Bara. Freya mengusap perutnya yang telah membesar. Seharusnya Freya telah bisa memeriksa ke dokter kandungan untuk mengetahui jenis kelamin bayinya. Namun, Freya lebih memilih untuk menunggu sampai anaknya lahir.


"Freya!" panggil Amber. Freya yang tengah membersihkan tanaman mawar tidak sengaja tertusuk duri.


"Kau tidak apa-apa?" Amber berjalan ke arah Freya dan melihat jari Freya yang tertusuk.


"Aku tidak apa-apa, Bibi." Freya menarik tangannya dari Amber.


"Lain kali ... kau harus hati-hati," saran Amber.


"Iya," balas Freya.


"Ayo, masuk, sebentar lagi kita makan malam," ajak Amber. Dia melangkah memasuki rumah.

__ADS_1


"Bibi, aku lihat tanah kosong itu, banyak alat-alat berat di sana? Apakah akan di bangun sesuatu di sana?" Freya memang tidak tahu jika tanah dekat rumah sewa mereka adalah tanah milik keluarga Horisson.


Freya hanya tahu mengurus mansion, pabrik dan perkebunan. Dia tidak pernah memeriksa tanah Horisson seluas apa?


"Entahlah, Bibi juga tidak tahu, coba nanti kita tanya pemilik rumah," usul Amber.


"Bukankah, mr. Rodrigo bilang dia pindah ke London, saat setelah menyewakan rumah ini kepada kita?" Heran Freya. Dia ingat bahwa mr. Ridrigo akan pindah ke London.


"Kau benar, Bibi lupa akan hal itu," Amber menggandeng tangan Freya mengajaknya masuk.


"Apa perlu kita tanya kepada Adam, Bibi?" usul Freya.


"Boleh, nanti kita tanya, bagaimana besok kita ke pusat kota? Sekalian mencari informasi kepada Adam," ujar Amber.


"Paman ke mana?" tanya Freya. Dia sempat melihat Delvin pergi.


"Dia mencari ice cream blueberry," terang Amber.


"Apa Bibi ingin makan ice cream?" tanya Freya, bisa saja Amber tengah mengidam ice cream?


"Tentu saja tidak, Bibi, tidak repot untuk ngidam, sama sepertimu yang juga tidak mengidam ... tapi, sepertinya Delvin yang mengalaminya." Amber tersenyum senang.


"Kasihan sekali, Paman, dia pasti sangat sengsara," kelakar Freya.


"Kau tahu, dua hari yang lalu dia ingin makan burger," ungkap Amber.


"Kita akan memasak apa hari ini, Bibi?" tanya Freya, dia mencuci tangan dan memakai apron.


"Lasagna dan Mushroom risotto, Delvin minta itu," balas Amber, dia mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan dari kulkas.


"Sepertinya paman benar-benar mewakili, Bibi ngidam," sindir Freya. "Apakah Bibi tahu jika pria yang mengalami hamil simpatik adalah pria yang sangat mencintai pasangannya?" jelas Freya lagi.


"Kau ini, pasti hanya untuk menyenangkan, Bibi," elak Amber. Padahal dihatinya merasa sangat berbunga-bunga.


"Serius loh, Bi," kekeh Freya. Dia membantu Amber mencuci bahan-bahan.


"Apa yang serius?" tanya Delvin yang baru saja datang. Dia telah mengetahui jika di jam seperti ini pasti Amber dan Freya berada di dapur.


"Tidak ada," jawab Amber cepat, dia memberi kode kepada Freya untuk tidak memberitahu.


"Pasti ada seauatu yang kalian sembunyikan," tebak Delvin, menatap Freya kemudian Amber.


"Sebaiknya Paman melakukan hal lain, biarkan kami para wanita untuk bekerja, jika tidak--bisa dipastikan makan malam akan mundur," ancam Freya. Delvin memilih untuk keluar dari dapur. Daripada permintaannya batal dibuatkan.

__ADS_1


Keesokan harinya Delvin membawa Amber dan Freya ke pusat kota Maidstone. Mereka singgah di salah satu kafe.


"Kalian ingin makan apa?" tawar Delvin.


"Aku spagetti bolognaise dan orange juice saja," jawab Freya.


"Aku samakan saja, dengan Freya," ucap Amber. Delvin memesankan makanan mereka.


Selesai makan mereka singgah di toko Adam.


"Siang, apa kalian membutuhkan sesuatu?" tanya Adam.


"Tidak, stock kami masih ada," jawab Amber.


"Lalu? Apa yang membawa kalian ke sini?" Heran Adam, biasanya Amber ke sini hanya saat membutuhkan sesuatu.


Delvin sibuk melihat-lihat isi toko Adam. Dia memilih-milih makanan yang menarik baginya.


"Kami ingin menanyakan sesuatu." Mulai Amber.


"Dan apakah itu?" Adam penasaran dengan yang ingin ditanyakan Amber.


"Aku lihat ada alat-alat berat di tanah kosong dekat rumah kami, apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Freya.


"Oh, aku belum tahu itu, nanti akan aku cari tahu," ucap Adam.


"Jadi kau juga tidak tahu?" balas Freya memelas.


Adam hanya menggelengkan kepalanya. Freya melihat keluar dan melihat toko bunga.


"Bibi, aku akan ke toko bunga itu." Tunjuk Freya.


"Pergilah, tapi hati-hati," teriak Amber karena melihat Freya telah keluar dari toko Adam.


Freya melihat bunga tulip yang sangat indah, makanya Freya langsung menuju toko bunga tersebut. Freya memperhatikan semua bunga yang ada di toko.


Freya membuka maskernya dan mencium bunga tersebut.


Tanpa Freya sadari seseorang memperhatikannya dari lantai dua cafe.


🍒🍒🍒


Pekanbaru

__ADS_1


261022


09.51


__ADS_2