JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Kedatangan Emil


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Sebulan setelah kepergiaan Freya


"Di mana Freya? Apa kau menyembunyikannya?" cecar Emil, yang menerobos ruangan Bara. Dia mencoba menghubungi Freya. Namun, handphone Freya tidak aktif lagi. Emil mencoba mendatangin toko roti, karyawan tidak ada yang tahu. Sejak pembukaan dan Freya pingsan. Freya tidak pernah datang lagi. Bahkan toko roti telah diambil alih.


Emil setelah Freya masuk rumah sakit, ada keperluan, dia harus melakukan perjalanan bisnis selama satu bulan.


"Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini?" hardik Bara, dia tidak suka dengan kedatangan Emil.


"Bukankah aku telah biasa ke sini? Jadi mereka telah mengenalku dengan sangat akrab." Emil memberi tahu Bara dengan tidak tahu malu.


Bara ingat kalau dia belum memblack list Emil untuk menemuinya.


"Pergilah, aku tidak ingin berdebat denganmu," usir Bara. Dia memang sedang lelah. Sekalipun Bara bilang dia senang Freya telah pergi tapi tidak dengan hatinya. Dia masih sering merindukan Freya. Namun, egonya terlalu tinggi.


Untuk Selena Bara menyuruhnya tinggal di apartment yang dulu sering di tempati Bara.


"Aku tidak akan pergi sebelum kau memberitahuku di mana Freya berada?" kekeh Emil, dia duduk manis di sofa yang ada di ruangan Bara.


"Seperti yang aku katakan, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu," tegas Bara.


"Apa kau memaksa Freya menggugurkan kandungannya," berang Emil, dia khawatir Bara benar-benar nekad memaksa Freya membunuh bayinya. Jika itu terjadi Emil akan sangat merasa bersalah telah meninggalkan Freya.


"Bukan urusanmu, pergilah," bentak Bara.


"Aku hanya ingin bertemu Freya dan meminta maaf padanya," lirih Emil. Melihat Emil yang seperti menyesal Bara melunakan hatinya.

__ADS_1


"Freya telah pergi, baik kau maupun aku, tidak ada di antara kita yang mendapatkannya, apa kau puas?" sindir Bara. Dia masih menyalahkan Emil karena merusak rumah tangganya.


"Apa?" Emil berdiri dari sofa dan menuju arah Bara, dia tidak percaya jika Freya pergi.


Emil hanya ingin menjelaskan kepada Freya tentang semuanya. Dua minggu terakhir Emil bermimpi, di mana dalam mimpi tersebut wajah Freya terlihat sedih dengan tatapan penuh kebencian kepada Emil. Juga kata-kata Freya yang mengatakan bahwa dia membenci Emil dan tidak akan memaafkannya seumur hidup. Kemudian Freya meloncat dari gedung.


Mimpi tersebut setiap hari mendatangi Emil. Makanya Emil merasa bersalah dan tidak tega. Dia harus meminta ampunan Freya. Emil akan sangat menyesal jika benar Freya bunuh diri. Awalnya Emil hanya mengabaikan mimpi tersebut. Namun, mimpi itu tidak mau pergi.


Akhirnya setelah pekerjaannya selesai, Emil mencoba mencari Freya.


"Pergilah, aku sedang banyak pekerjaan." Bara kembali mengusir Emil. Jika Emil masih lama, maka bisa saja kesabarannya habis dan mereka berkelahi.


"Kau serius? Freya pergi?" Emil masih tidak yakin dengan Bara. Siapa tahu Bara berbohong agar Emil tidak bertemu dan mengetahui keadaan Freya. Bisa saja Bara yang menyembunyikan Freya.


"Aku serius, aku tidak tahu di mana Freya," bentak Bara. " dengar Emil, Freya meninggalkanku, aku malahan berpikir dia pergi bersamamu dan itu membuatku sangat murka,"


"Dia tidak bersamaku, jika dia bersamaku, untuk apa aku ke sini mencarinya," jelas Emil.


"Sebaiknya, kau segera mencarinya Bara, jika kau benar-benar mencintainya," saran Emil.


"Kenapa aku harus mencarinya? Dia yang meninggalkanku ... aku sangat mencintai Freya, tapi aku tidak akan merendahkan harga diriku," putus Bara.


"Kau akan menyesal--"


"Aku tidak akan menyesal, aku pastikan itu," potong Bara, sebelum Emil menyelesaikan perkataannya. " aku akan memanggil securitty, atau kau ingin ke luar sendiri?"


"Bara dengarkan aku, aku bermimpi Freya bunuh diri dan berkata dia membenciku dan tidak akan memaafkanku, aku khawatir terjadi sesuatu padanya ... jika dia benar tidak bersamamu, carilah Bara," Emil masih membujuk Bara. Bara heran ada apa dengan Emil?


Seharusnya Emil senang Freya meninggalkan Bara, bukankan itu tujuan Emil? Ingin memiliki Freya dan bayinya?

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukannya, dan asal kau tahu, aku sedang berusaha untuk melupakan Freya. Aku anggap kebersamaan kami hanya ... mimpi. Jika kau ingin mencatinya, carilah." Bara mengambil telepon dan menghubungi sekretarisnya.


"Charlotte, suruh securitty ke ruanganku, aku tidak ingin bertemu dengan mr. Hamilton," perintah Bara, tanpa menunggu jawaban Charlotte dia langsung memutuskan sambungan.


"Aku tidak percaya kau melakukan itu." Emil memelototkan matanya.


"Kau tahu aku bisa nekad dan ini ... aku telah memberimu cukup toleransi ... oh iya satu lagi, aku tidak akan bekerja sama denganmu untuk pembangunan hotel di Maidstone--"


"Aku tidak peduli dengan kerja sama itu," potong Emil.


"Kau bukan lagi temanku, Emil, menjauhlah dari lingkunganku," sambung Bara.


Securitty datang dan Bara memerintahkan mereka menyeret Emil keluar.


"Kau harus mencari Freya, Bara ... anak yang dikandung Freya adalah anakmu!" teriak Emil, dia berusaha melepaskan diri dari peganggan securitty.


πŸ’πŸ’πŸ’


Maaf baru bisa update. Aku sakit dan ini masih masa penyembuhan.


Aku mau nyapa 'Siauw Ling' terima kasih hadiah2nya ya😘. Sekalipun jarang komen, tapi selalu memberikan dukungan.


Juga buat semuanya, yg udah like, koment dll dan yang terpenting udah baca karya ku ini.


Love u all😘


Pekanbaru


081022

__ADS_1


21.00


__ADS_2