JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Toko Bunga


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Sesuai perjanjian Bara akan berjumpa kembali dengan mr. Thomas di Cafe pertama kali mereka bertemu. Mr. Thomas, mr. Oliver dan mr. Dante telah menunggu di Cafe tersebut.


Bara memasuki Cafe dan menuju lantai dua tempat pertemuan mereka. Tempat duduk yang dipilih pun di sudut kaca yang menampilkan pemandangan bangunan-bangunan seberang Cafe. Ada toko bunga, toko buah dan sayur serta lain-lainnya yang menjual kebutuhan sehari-hari.


"Maaf, apakah aku terlambat?" tanya Bara merasa tidak enak dengan mereka.


"Tidak, kami saja yang sengaja datang lebih cepat," jelas mr. Thomas. Tentu saja mereka harus datang lebih dulu dari Bara karena kalau mereka terlambat, bisa saja Bara memberikan project tersebut kepada orang lain.


"Anda ingin pesan apa, Sir?" tanya mr. Dante kepada Bara. Dia memanggil pelayan agar mencatat pesanan Bara.


"Red wine dan roti bakar keju," jawab Bara. Pelayan mencatat dan mengambil pesanan mereka.


"Sir, tentang rumah yang kita bicarakan kemarin ... apakah sudah dapat informasi?" tanya Oliver.


"Tenang saja, rumah itu akan di hancurkan ... aku telah membicarakannya dengan pengacaraku ... bahwa benar tanah itu milik kami ... saya tidak tahu bagaimana izin bangunan tersebut," jelas Bara. Dia telah membicarakannya dengan Dayton tentang masalah itu. Dayton sendiripun tidak mengetahui bahwa ada rumah yang dibangun di sana?


"Jadi saya akan memasukan tanah tersebut ke dalam project ... jika tidak akan memakan waktu dan biaya lagi jika saya harus merubahnya, Sir," jelas Oliver.


"Aku mengerti," ucap Bara.


"Oh iya, Sir, untuk alat-alat berat telah datang, setidaknya kami bisa membersihkan lahan terlebih dahulu," ucap Thomas memberitahu Bara.


"Akan sangat baik, jika kita bisa memulainya, aku harus membagi waktu antara pekerjaan di sini dan di London," jelas Bara. Pelayan mengantarkan pesanan Bara.


"Benar, Sir, dan izin pembangunannya pun telah keluar,' ucap Thomas. Dia yang mengurus semuanya.

__ADS_1


"Bagus, jadi kita tidak perlu was-was dalam prosesnya," Bara meneguk winenya.


Mereka asik membicarakan project pembangunan Hotel Horisson. Disela pembicaraan Bara seperti melihat seorang wanita hamil dengan masker. Pakaian yang dikenakannya seperti pakaian Freya. Bara ingat sekali pakaian itu pernah dipakai Freya saat mereka makan bersama Amber dan Delvin.


Wanita tersebut berjalan menuju toko bunga. Toko bunga tersebut berada di seberang cafe tempat Bara berada.


Tidak mungkin Freya? Mungkin hanya seperti kejadian saat itu. Hanya mirip karena aku memikirkan Freya.


Bara mencoba menyingkirkan pikirannya dari Freya dan kembali fokus dengan pembahasan project Hotel. Tapi, entah kenapa Bara kembali memperhatikan gerak-gerik wanita tersebut.


Apakah perut Freya akan sebesar wanita itu. Apakah anakku baik-baik saja?


Bara melihat wanita tersebut mengusap perutnya. Dia seperti berbicara kepada bayi di dalam perutnya. Wanita tersebut mengelilingi toko bunga, memeriksa setiap bunga. Kemudian wanita tersebut mencium bunga masih dengan memakai maskernya.


Bara tersenyum melihat tingkah wanita tersebut. Wanita itu lupa membuka maskernya saat akan mencium aroma bunga.


"Sir!" panggil Thomas, dia merasa fokus Bara tidak lagi pada pembicaraan mereka. Dia memperhatikan arah pandang Bara.


"Apa anda melihat wanita hamil itu, Sir?" tanya Thomas hati-hati. Kejadian sebelumnya juga karena wanita hamil yang di kejar Bara.


"Tidak, aku hanya teringat dengan istriku," ungkap Bara. Mereka heran, setahu mereka, Bara belum menikah?


"Maaf, apa anda sudah menikah, Sir?" tanya Oliver.


"Ya, dan sekarang istriku sedang hamil ... sebaiknya kita tidak usah membahas itu," putus Bara.


"Saya ucapkan selamat, Sir ... sayapun telah memiliki anak usia dua belas tahun dan enam tahun," ujar Thomas bangga.


"Sampai kapan rencana anda di sini, Sir?" tanya Dante.

__ADS_1


"Hanya seminggu karena minggu depan saya ada urusan ke Scotlandia," jelas Bara. Dia dihubungi oleh detektif di sana, mereka seperti menemukan dua wanita seperti informasi yang diberikan Bara.


Oliver kembali menjelaskan rencana design yang akan dibuatnya. Bahkan dia menggambarkan secara kasar design tersebut. Bara memperhatikan gambar kasar yang dibuat oleh Oliver. Bara memintanya untuk membuang dan menambahkan beberapa sesuai keinginan Bara.


Bara kembali melihat ke arah wanita hamil itu lagi. Wanita tersebut masih menciumi bunga dan sekarang tanpa masker. Jantung Bara berdegup kencang.


Freya!


Bara langsung berdiri dari kursinya, membuat meja bergeser dan gelas minum mereka jatuh. Bara tidak peduli, dia harus mengejar Freya. Pria itu berlari menuruni tangga Cafe.


"Sir!" panggil Oliver dan Thomas. Mereka kembali heran dengan tingkah Bara yang aneh.


"Aku akan mengejarnya, kalian tunggu di sini saja," perintah Thomas kepada Oliver dan Dante.


Bara melangkahi tangga bukan satu-satu tapi dua sekaligus. Bara membuka pintu Cafe dengan keras. Saat menyeberang jalan, langkahnya terhenti karena mobil yang sedang melaju. Bara menunggu dengan tidak sabaran. Berdo'a Freya masih di sana.


Mobil tidak ada yang lewat lagi, Bara bisa menyeberangi jalan dan menuju toko bunga tersebut.


"Freya!"


πŸ’πŸ’πŸ’


Hi masih sabarkan buat menunggu Bara dan Freya bertemu?


Tenang bab selanjutnya, semoga mereka bisa bertemu ya🀭


Jangan lupa baca ONE NIGHT STAND IN DUBAI. Rencana aku mau up banyak karya itu😍


Pekanbaru

__ADS_1


271022


08.42


__ADS_2