JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Rencana Pelarian


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Tiga hari Freya koma.


Amber menatap wajah Freya dengan sedih.


Kenapa begitu banyak masalah yang terjadi di hidupmu, sayang. Bagaimanapun kita akan melewatinya bersama.


Amber melihat Freya menggerakan jarinya. Freya mulai membuka matanya.


"Freya!" Panggil Amber. Dia mendekatkan telinga ke wajah Freya. Freya seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Bibi!" sapa Freya lemah.


"Jangan bergerak! Bibi, akan memanggilkan dokter." Amber berdiri, bersiap memanggil dokter.


"Jangan," cicit Freya. Amber kembali duduk di samping Freya.


"Freya, Bibi sangat khawatir,"


"Ayah, bagai mana dengan ayah?" Tanya Freya. Dia memang telah tahu jika Frank telah meninggal. Tapi bisa saja itu salah.


"Kami belum menguburkannya!"


"Ayah, meninggal?" cicit Freya.


"Sabarlah, Nak," Ternyata Frank memang tidak bisa diselamatkan. Freya menangis, Amber memeluknya.


"Apa yang terjadi Freya?" Amber ingin mendengar cerita dari Freya.


"Air," pinta Freya, Amber membantu Freya duduk dan memberinya minum.


"Apa kau yakin tidak perlu dipanggilkan dokter?"


"Tidak," Freya menjelaskan semua kejadian kepada Amber. Jadi memang karena Emil. Amber kesal karena Bara tidak bisa menerima Freya, padahal Bara juga melakukan kesalahan yang sama.


"Jadi apa yang akan kau lakukan?"


"Bibi, aku ingin pergi dari hidup Bara, aku tidak mau menggugurkan anak ini," jelas Freya.

__ADS_1


"Ke mana?"


"Ke tempat yang Bara tidak akan bisa menemukan kita, Bi"


"Tapi ke mana?"


"Aku juga tidak tahu,"


"Bibi, akan mencoba meminta bantuan Dorothy,"


"Bibi bilang, ayah belum di kuburkan?"


"Ya,"


"Jangan beri tahu Bara atau siapapun, bahwa aku telah sadar. Buatlah Bara sibuk dengan pemakaman. Biar saja orang-orang tahu ... jika aku masih koma," jelas Freya, memulai memberi tahu Amber tentang rencananya.


"Apa kau tidak perlu diperiksa? terutama kondisi bayimu," bujuk Amber.


"Bibi, benar, nanti coba suruh dokter periksa kondisi kandunganku," dokter datang bersama perawat.


"Oh anda telah sadar," kaget dokter.


Dia langsung memeriksan kondisi Freya.


"Dokter, saya ingin anda, tetap merahasiakan, jika saya telah sadar," pinta Freya.


"Kenapa?" Heran dokter.


"Sepertinya ada yang ingin membunuh saya dan bayi saya," Freya terpaksa berbohong. Dokter menutup mulut, seakan tidak percaya.


"Kepada suami anda juga?" tanya dokter.


"Ya," jawab Freya.


"Apa tidak sebaiknya, kau melapor kepada polisi?"


"Saya belum bisa melakukannya, karena saya belum cukup bukti," jelas Freya lagi.


"Baiklah." Dokter dan perawat meninggalkan ruangan Freya. Mereka tidak mau ikut campur karena menghormati privasi pasien.


***

__ADS_1


Saat Bara disibukan dengan pemakaman Frank. Amber meminta tolong kepada Dorothy dan suaminya.


"Ke mana rencana tujuan, kalian?" tanya mrs. Dorothy setelah Amber menceritakan kejadian yang menimpa keponakannya.


"Kami juga tidak tahu, kami tidak memiliki kenalan selain di sini dan Maidstone," jelas Amber.


"Sayang, apa kau punya solusi untuk masalah mereka?" mrs. Dorothy bertanya kepada suaminya.


"Menurutku sebaiknya kalian kembali ke Maidstone," usul suami mrs. Dorothy.


"Tapi, tentu saja Bara akan sangat mudah menemukan kami," sanggah Amber.


"Justru, aku rasa tidak, karena pasti Bara akan berpikir tidak mungkin kalian ke Maidstone, hal itu akan sangat gampang untuk Bara temukan," urai suami mrs. Dorothy lagi. Amber membenarkan, bukankah tempat yang tidak aman, bisa menjadi tempat yang aman.


"Aku masih khawatir, apakah kita tidak perlu melakukan sesuatu?" Amber mencoba meminta pendapat mr dan mrs. Dorothy lagi.


"Buat berjaga-jaga sebaiknya kita membeli tiket ke suatu tempat, sehingga suami Freya merasa kalian pergi ke sana. Padahal kalian ke Maidstone ... kami akan mengantarkan kalian ke sana ... jadi tidak ada history kalian membeli tiket dalam bentuk apapun," urai suami Dorothy.


"Sebaiknya kalian membeli peralatan di sana saja, ingat usahakan jangan mendekati orang yang kalian kenal yang terhubung dengan suami Freya," tambah mrs. Dorothy.


"Sebaiknya tutup segera rekening kalian dan jadikan tunai saja," usul suami Dorothy.


"Kami akan melakukannya," putus Amber, dia tahu Bara bisa meretas. Jadi, mereka harus berjaga-jaga segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi pasti akan bisa diketahui Bara.


Bara pasti bisa menemukan mereka dengan transaksi penarikan ATM di mana saja.


Besok Freya harus bisa di keluarkan dari rumah sakit dan mengurus semuanya. Atau Amber akan membantu mengurusnya. Mungkin dengan surat pernyataan bisa dilakukan. Karena bisa saja mengeluarkan Freya untuk mengurus semuanya akan sangat beresiko.


"Bisakah kalian mencarikan kami pembeli toko roti?" tambah Amber.


"Aku akan menjaganya sampai ada pembeli yang berminat," usul Dorothy.


"Aku akan mulai mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa,"


"Seperti yang aku katakan tadi, bawa saja pakaian dan surat-surat penting kalian,"


"Ya, memang hanya itu yang kami bawa." Beruntung surat-surat berharga Freya masih di rumah lama mereka.


🍒🍒🍒


Pekanbaru

__ADS_1


041022


20.22


__ADS_2