JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Kedatangan Emil


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Seperti biasa Freya bekerja dengan semangat, demi mengumpulkan uang untuk membuka usaha toko rotinya. Freya mengambil beberapa pekerjaaan part time. Freya bersemangat untuk menjalankan hari-harinya dan menatap masa depan dengan rencana-rencana baru. Amber selalu mendukung apa yang ingin dicapai Freya.


Jika jam kerjanya di Hamilton Restoran and bar selesai dia akan bekerja di tempat lain. Freya memang di tempatkan di salah satu anak perusahaan Hamilton Foods and Baverage. Bekerja part time lumayan buat Freya menabung untuk membuka toko rotinya.


Emil Hamilton pria muda berusia tiga puluh satu tahun. Berwajah khas orang Inggris kebanyakan. Kulit putih pucat, rambut coklat terang dan warna mata abu-abu. Tinggi Emil sekitar 178 cm, meskipun tidak setinggi dan setampan Bara. Namun, Emil memiliki pesona tersendiri yang akan membuat para wanita terpesona. Penampilan Emil sangat rapi, seperti kebanyakan eksekutif muda. Dia juga pria pekerja keras. Memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Emil tidak pernah malu untuk langsung terjun lapangan, jika diperlukan.


Hari ini Emil akan memeriksa Hamilton Restoran and Bars. Pemeriksaan rutin yang memang dia lakukan setiap bulan. Dan hal ini yang selalu dia tunggu, untuk dapat bertemu dengan Freya. Emil memperhatikan Freya, yang masih sibuk di dapur. Dia memang telah tertarik dengan Freya saat pertama kali melakukan wawancara kepada Freya.


Emil melakukan pemeriksaan seperti biasa, memeriksa segalanya dari gudang yang menyimpan bahan baku, cara kerja karyawan, baik di dapur, pelayanan dan kasir. Emil juga memastikan bahwa kebersihan lingkungan Hamilton Restoran and Bars sesuai yang telah ia tetapkan.


Begitu selesai memeriksa semua termasuk pembukuannya. Emil melihat Freya yang tengah mengisi laporannya. Sepertinya jadwal Freya akan berakhir. Emil sedikit gugup, sekalipun dia biasa bertemu orang-orang dan sering memenangkan tender. Namun, ternyata berhadapan dengan orang yang disukai membuat nyali Emil ciut juga.


"Freya, bisa kita berbicara sebentar?" Tanya Emil, saat Freya telah selesai bekerja dan akan digantikan oleh yang lain, shiftnya. Emil menahan degup jantungnya agar Freya tidak mendengarnya. Padahal itu tidak mungkin, mana bisa orang lain mendengar detak jantung Emil.


"Tentu, sir." Balas Freya cepat, dia melepaskan celemek dan menggantungnya di tempat yang memang telah disediakan.


"Apakah anda buru-buru, sir? Saya ingin mengganti seragam dulu?" Lanjut Freya. Sambil menunjuk seragam yang masih digunakannya. Memang kebiasaan Freya selalu mengganti seragam kerja di tempat kerja karena memang terkadang Freya lanjut bekerja part time.

__ADS_1


"Tidak, selama yang kau butuhkan, silahkan saja. Aku akan menunggumu di depan." Balas Emil, pandangan matanya tidak lepas dari Freya. Sekalipun make up Freya telah berkurang. Namun, tidak menghilangkan kadar kecantikan Freya.


"Terima kasih, sir." Freya berjalan menuju loker dan mengganti seragamnya, sedangkan Emil menuju Restoran dan menunggu Freya.


Emil duduk di salah satu meja. Pelayan menawarkan minuman biasa yang selalu diminum Emil jika berada di Hamilton Restoran and Bars. Emil menunggu Freya sambil menikmati minumannya.


"Apakah anda lama menunggu saya, sir.?" Freya merasa tidak enak karena membuat CEOnya menunggu.


"Tidak, ini adalah menunggu yang menyenangkan." Ujar Emil, memberikan senyum terbaiknya.


Bukan rahasia lagi jika Emil memberikan perhatian lebih kepada Freya. Karyawan lain mengetahui jika Emil selalu, menjadikan Freya istimewa.


Freya duduk di depan Emil, di sana telah ada minuman untuk Freya.


"Terima kasih, dan apa yang ingin anda bicarakan, sir?" Tanya Freya sopan.


"Oh please Freya, jam kerjamu telah berakhir, cukup panggil Emil saja." Pinta Emil, dia memang selalu meminta Freya dengan nama depan, namun Freya merasa itu tidak sopan karena bagaimanapun Emil adalah atasannya.


"Saya merasa tidak sopan, sir." Balas Freya.


"Menurutku tidak., karena " Emil mencoba membujuk Freya.

__ADS_1


"Tapi, sir."


Emil memberi kode menutup mulutnya. Freya menjadi salah tingkah.


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan?"


"Apakah weekend ini kau punya rencana Freya?" Emil ingin mengajak Freya berkencan dengannya. Butuh waktu lama bagi Emil untuk mengumpulkan keberanian dan mengajak Freya.


"Weekend ini.." Freya menimbang, tidak mungkin dia memberi alasan kepada Emil bahwa dia bekerja karena Emil tahu jadwalnya. Sedangkan berbohong dengan mengatakan bahwa dia bekerja di tempat lain, Freya merasa tidak nyaman. Karena memang weekend ini Freya tidak mengambil perkerjaan part time.


"Tidak." Akhirnya Freya berkata jujur.


"Syukurlah." Emil menarik nafas lega. Sekalipun Freya adalah karyawannya, tapi bagi Emil Freya adalah wanita yang disukainya.


"Aku ingin mengajakmu, makan malam, bisa?"


"Mrs. Horisson?" Seseorang memanggil Freya, memastikan jika itu adalah Freya.


"Mr. Drake." Ucap Freya, sedikit gugup dan panik. Tidak menyangka jika bertemu dengan pengacara keluarga Horisson di London. Freya takut jika Bara memberitahu Dayton bahwa dia berbohong. Apakah kedatangannya ingin menangkap Freya?


🍒🍒🍒

__ADS_1


Jangan lupa nonton iklan untuk memberikan dukungan ya😘😘


__ADS_2