JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Kepergiaan Freya


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Saat Sekarang.


Maidstone, Kent, Inggris.


Bara dan Delvin mabuk semalaman. Awalnya hanya Bara, namun Delvin tidak tega melihat Bara minum sendirian. Dia tahu Bara sangat benci jika dibohongi. Dilain sisi Delvin juga merasa kasihan dengan Freya. Gadis itu mungkin hanya ketakutan, makanya melakukan penipuan. Walaupun Delvin baru bertemu dengan Freya, namun, dapat Delvin lihat bahwa dia bukan wanita jahat.


Sedikit banyak Delvin mengetahui jika Bara tertarik dengan kakak iparnya, yang sekarang menjadi istrinya. Delvin juga tahu prinsip Bara tidak akan memiliki wanita yang pernah jadi milik orang yang dikenalnya dan benci dengan orang yang membohonginya. Freya telah melakukan kedua-duanya, meskipun Edward tidak benar-benar memiliki Freya.


Delvin bangkit dari tidurnya di karpet yang berada di perpustakaan. Bisa dipastikan, sir Albert menyukai membaca. Koleksi buku-bukunya sangat beragam dari buku pelajaran, sejarah dan Novel. Terdapat meja kerja yang rapi, mungkin ayah Bara menghabiskan waktunya di sini dulu. Di depan meja kerja terdapat sofa yang sekarang ditiduri oleh Bara.


Botol-botol wine berserakan di karpet dan meja. Kepala Delvin masih terasa sakit. Dia mencoba berdiri dan melangkahkan kaki menuju jendela. Dia melihat kerumunan pelayan di taman. Mereka seperti membahas sesuatu.


Bara menggerakan tubuhnya, mencoba bangkit. Dia melihat Delvin sedang berdiri di jendala.


"Ah, kepalaku." Bara memegang kepalanya yang pusing. Delvin melihat ke arah Bara.


"Kau sudah bangun?" Delvin melihat kearah Bara.


"Ya, dan apa yang kau lihat di sana?"  Mencoba berdiri dan mendekat ke arah Delvin.


"Sepertinya, para pelayanmu memiliki banyak waktu untuk bergosip." Tunjuk Delvin ke bawah, pada kerumunan pelayan yang masih berkumpul. Bara ikut melihat ke bawah.

__ADS_1


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Aku tidak tahu, sebaiknya kau ke bawah melihat apa yang terjadi." Saran Delvin.


Bara menuju ke bawah ke kerumunan pelayan diikuti Delvin.


"Apa kalian tidak punya pekerjaan?" Tanya Bara mengejutkan para pelayan. Mereka melihat ke arah Bara.


"Maaf, sir." Mereka langsung melarikan diri dari kerumunan.


"Apa yang terjadi? Apa ada masalah?" Tanya Bara sebelum semua pelayan pergi.


"I..tu, sir, mrs. Horisson dan keluarganya meninggalkan mansion tadi malam, kami semua sangat terkejut. Mrs. Horisson tidak memberitahu apa-apa, hanya berpamitan dan meminta maaf." Jelas pelayan terbata-bata.


Bahkan sekarang, saat Freya keguguran, Bara masih tidak memperlihatkan kepeduliannya. Sungguh keterlaluan. Apa karena Freya keguguran sehingga dia diusir? Kenapa kakak beradik keluarga Horisson sangat tidak manusiawi?


"Apa? Freya telah pergi?" Ada perasaan tidak rela pada diri Bara.


"Benar, sir." Jawab pelayan lagi.


"Kau boleh pergi." Usir Bara kepada pelayan tersebut.


Bara menuju kamar Freya, memastikan bahwa Freya benar telah pergi. Bara melihat ranjang yang telah bersih. Kemudian melihat isi lemari Freya, kosong. Di meja rias Bara melihat kotak perhiasan. Bara membukanya dan melihat cincin kawin dan beberapa perhiasan lainnya. Kenapa Freya meninggalkannya? Dan Bara baru ingat saat menikah, dia bahkan tidak memberikan cincin pernikahan untuk Freya. Bara merasa tidak lebih baik dari pada Edward dalam memperlakukan Freya.


"Kau benar-benar mengusirnya?" Lalu bagaimana kau akan mengelola property ini?" Delvin memang belum mengetahui jika Bara mengusir Freya dan keluarganya. Kemarin malam setelah pertengkarannya dengan Freya. Bara langsung mengambil wine dan minum. Awalnya Delvin hanya menjadi penonton. Saat mabuk Bara hanya meracau tidak jelas.

__ADS_1


"Nanti aku pikirkan, apa yang bisa aku lakukan dengan semua ini." Delvin benar, di saat dia sibuk dengan peluncuran game baru. Masalah lain muncul. Merasa kesal karena Freya membohonginya.


"Kasihan gadis itu." Ucap Delvin lirih dan menarik nafasnya.


"Kenapa? Dia adalah seorang penipu licik." Nada bicara Bara tidak suka, Delvin membela Freya.


"Kau jelas tahu, kesalahannya menurutku tidak fatal, dan aku lihat dia tidak seserakah yang kau pikirkan. Dia hanya ingin melindungi diri dan keluarganya. Dia wanita terhormat dan menjaga kehormatannya." Jelas Delvin.


Bara tahu, tapi keegoisan membuat Bara tidak bisa menerima itu. Harga diri Bara merasa terhina dengan kebohongan Freya. Ditambah karena dia tertarik dengan Freya, namun Freya telah berbohong dan menipunya.


Sisi lainnya, Bara takut semakin terjerat ke dalam pesona Freya. Apa lagi Bara tahu jika Freya gadis yang bisa menjaga diri dan setia. Bagi Bara kebohongan yang dilakukan Freya tidak termaafkan.


Bara berjalan ke ruangan serba guna tempat pertengkarannya semalam. Bara melihat surat perceraian yang telah ditanda-tangani Freya.


Kemana mereka pergi?


Bara tidak bisa menahan bahwa, dia tetap merasa penasaran dengan kepergiaan Freya. Sekali lagi keegoisan menahannya.


🍒🍒🍒


Hi author juga mau infoin karya baru author. jangan lupa mampir dan berikan dukungannya ya.


...ONE NIGHT STAND IN DUBAI...


__ADS_1


__ADS_2