
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.π
π°π°π°
Bara dan Delvin masih berkelahi melampiaskan kekesalan masing-masing. Jika Bara kesal karena Delvin mengetahui keberadaan Freya. Namun, tidak memberitahunya. Sedangkan Delvin kesal karena takut Bara berbuat jahat kepada Freya. Mereka kelelahan, wajah dan tubuh mereka telah sama-sama babak belur.
"Berhenti, aku capek," ungkap Delvin, jika dia masih menuruti keingan Bara, bisa dipastikan Bara dapat menghajarnya dengan membabi buta. Sementara tenaga Delvin sudah terkuras.
"Kau yang memulai memukulku ... Dan kenapa kau bisa berada di sini?" maki Bara, nafasnya memburu akibat perkelahian mereka.
"Tentu saja, aku di rumah istriku," ungkap Delvin, toh dia tidak bisa mengelak lagi. Sebaiknya biarkan saja Bara mengetahui tentang pernikahannya dengan Amber.
"Istri?" cicit Bara, dia teringat saat mabuk Delvin pernah mengungkapkan bahwa dia mencintai Amber.
Apa Delvin berhasil menikahi Amber?
"Ya, dan kau kenapa bisa ada di sini, siapa yang memberitahumu ... Jika Freya ada di sini?" tanya Delvin, dia penasaran dengan keberadaan Bara di sini.
Apakah detektif swasta yang dipekerjakan Bara yang mengetahui keberadaan Freya di Maidstone?
"Karena takdir, bersyukur aku ke sini karena rumah ini dibangun di tanah propertyku," jelas Bara. Mereka telah sama-sama terduduk menyandar di sofa.
"Apa, jadi ini masih tanahmu?" tanya Delvin tidak percaya.
"Ya, aku ingin menemui penyewanya karena bangunan ini akan kami ratakan," lanjut Bara lagi. "Kau tahu aku mencari Freya, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau tahu di mana dia berada?" kesal Bara.
"Aku menghormati keputusan Freya, dia telah bersedia memberi restu kepadaku untuk menikahi Amber," urai Delvin.
"Jadi kau mengkhianatiku demi menikahi Amber?" kesal Bara. Bertahun-tahun mereka bersama dan Delvin dengan mudah berkhianat hanya karena seorang wanita?
"Aku tidak mengkhianatimu, salah jika aku menikahi wanita yang aku cintai? Dan jika kau diposisiku? Apa kau membiarkan Freya terluka, kau terlalu egois Bara ... Saat aku bertanya apa kau akan mencari Freya? Kau hanya bilang dia yang pergi untuk apa aku mencarinya?" tampik Delvin. Bara harus sadar dengan sikap egoisnya.
"Ya, kau benar ... aku pria egois dan aku trlah menyadari kesalahanku ... Apa kau puas?" kesal Bara. Dia mengatut posisi duduknya agar bisa memandang Delvin.
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Delvin. Disatu sisi dia merasa kasihan terhadap Bara, disisi lainnya--menurutnya Bara harus diberi sedikit shock terapi. Agar dia tidak semena-mena memperlakukan Freya.
"Aku akan kembali bersama Freya, bisakah kau membantuku? Freya ingin bercerai, dan aku tidak akan pernah menceraikannya," ucap Bara dengan yakin.
__ADS_1
"Aku akan membantu semampuku dan Amber ... tapi tetap saja semua tergantung Freya," sambung Delvin, dia pernah bertanya dengan Freya dan Freya memang tidak mau membahas hubungannya dengan Bara.
"Apa kalian sudah selesai berkelahinya?" tanya Amber yang datang dengan membawakan kotak P3K.
"Sayang, aku hanya memberi sedikit pelajaran untuk pria egois ini," sindir Delvin kepada Bara. Bara hanya diam karena dia membenarkan perkataan Delvin.
"Freya mana?" tanya Bara karena dia tidak melihat Freya datang. Bara menjadi khawatir, apa saat dia berkelahi dengan Delvin, Freya kembali melarikan diri?
"Tenang saja, dia tidak melarikan diri lagi," ucap Amber seperti mengetahui apa yang Bara pikirkan.
Amber membersihkan luka Delvin dan memberinya obat merah.
"Di mana Freya?" tanya Bara lagi.
"Dia sedang makan buah di meja makan," terang Amber. Kebiasaan Freya sebelum makan dia akan menikmati buah dulu dan memberi jeda antara makan buah dan makan malamnya. "Kau ingin aku membersihlan lukamu?" tanya Amber kepada Bara. Dia bersiap menuju ke arah Bara.
"Biar dia bersihkan sendiri," tukas Delvin. Dia mengambil kotak P3K di tangan Amber dan menyerahkannya kepada Bara.
"Aku ingin Freya yang membersihkannya," imbuh Bara.
"Memangnya, dia tidak bisa membersihkan senidir, Bi?" tanya Freya masih kesal.
"Entahlah, sebaiknya kau lihat sendiri," saran Amber. Dengan berat hati Freya melangkah menuju ruang tamu. Freya berpapasan dengan Delvin.
"Paman mau ke mana?" cemas Freya, dia tidak suka jika hanya berdua dengan Bara.
"Aku akan istirahat, aku lelah setelah menghajarnya, tenanglah dia tidak akan berani macam-macam padamu," aku Delvin. Freya hanya pasrah saja.
"Freya!" sapa Bara saat melihat Freya datang. Itu tandanya Freya masih peduli padanya. Freya duduk di depan Bara, mengambil kotak P3K dan mulai membersihkan luka Bara tanpa sepatah katapun. "Aw, sakit, pelan-pelan, sayang," rengek Bara. Dia hanya memancing agar Freya mau berbicara dengannya.
"Kalau begitu lakukan saja sendiri," kesal Freya, dia memberikan kapas ke tangan Bara. Bara meraih tangan Freya menariknya mendekat. Bara bersiap akan mencium Freya. Namun, sebelum itu terjadi Freya telah menamparnya terlebih dahulu.
"Aw, sakit," sungut Bara, memegang pipinya. Tamparan mungkin tidak terlalu sakit, hanya saja Freya menampar tepat di pipinya yang terluka akibat berkelahi dengan Delvin tadi.
"Makanya jangan macam-macam," ejek Freya.
"Aku tidak macam-macam, satu macam saja," sahut Bara nakal.
__ADS_1
"Pergilah," usir Freya, dia berdiri dengan sedikit kesulitan karena perutnya yang membesar. Bara menggendong Freya. "Apa yang kau lakukan? Turunkan aku," perintah Freya.
"Tenanglah, aku hanya membantumu untuk berdiri," ucap Bara. Dia menurunkan Freya pelan-pelan, agar tidak terluka.
"Sekarang pergilah," usir Freya lagi setelah dia berdiri dengan sempurna.
"Apa kau tidak menawariku untuk makan? Aku lapar," bujuk Bara. Hanya modusnya saja agar Freya mengizinkannya tinggal lebih lama.
"Kau bisa makan di mansion 'kan?" sindir Freya.
"Bisa saja, tapi ini sudah waktu makan malam, aku tidak ingin telat untuk makan," terang Bara. Dia memperlihatkan jam tangannya kepada Freya.
"Ya sudah, ayo makan, setelah itu langsung pulang," usir Freya lagi. Dia melangkahkan kaki menuju ruang makan. Bara mengikutinya dengan patuh.
Bara menarik kursi untuk Freya. "Silahkan, sayangku," rayu Bara. Freya justru menarik kursi lainnya dan mengabaikan Bara. Bara tidak marah, dia tahu bahwa dia salah.
Bara duduk di samping Freya. Freya memberikan piring kepada Bara. Dengan senang hati Bara menerimanya.
"Apa kau yang memasak semua ini?" tanya Bara berbasa-basi. Untuk memancing pembicaraan dengan Freya.
"Ya," jawab Freya singkat. Dia memakan makanan dengan lahap. Sebenarnya tidak semua dia masak karena ada yang dibawa oleh Amber. Hanya saja Freya malas menjelaskannya.
Bara merasakan perutnya bergejolak, saat memakan chicken herb yang di beli Amber. Bara bangkit dari kursi, dia melihat wastafel dapur yang dekat ruang makan. Bara memuntahkan makanannya. Freya ikut berdiri dan mengikuti Bara.
"Apa yang terjadi?" tanya Freya yang heran melihat Bara muntah.
Apa Bara sakit?
πππ
Happy November, awal bulan, cus jangan pelit-pelit buat kasih dukungan ya berupa kembang, kopi, VOTE dan nonton iklanπ ( authotnya maksaπ€)
Pekanbaru
011122
10.43
__ADS_1