JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Pergi


__ADS_3

Jangan lupa koment ya.. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.๐Ÿ˜˜


๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฐ


"Freya!" ฤนirih Bara, saat melihat kamar rawat Freya telah kosong.


"Freya, Amber!" Bara memastikan ke dalam kamar mandi, sama, masih kosong. Kamarpun sepertinya telah di bersihkan.


Bara berlari keluar dan bertanya kepada perawat.


"Istri saya, ke mana?" Cecar Bara, begitu sampai di pos jaga perawat.


"Maaf, siapa nama pasiennya, sir?"


"Freya, Freya Horisson!"


"Sebentar, saya periksa dulu," jawab perawat, dia memeriksa di laptop.


"Atas nama Freya Horisson, telah keluar, sir," sambung perawat kepada Bara.


"Kapan?"


"Tadi pagi," beritahu perawat.


Bara berlari ke luar, dia mencoba menghubungi handphone Freya. Namun, tidak aktif.


Tidak, Freya pasti telah sadar dan sembuh. Sekarang berada di rumah.


Bara mencoba menenangkan pikiran buruk dari kepalanya. Bara menuju rumah. Bara langsung menuju kamar mereka, kosong. Bara melihat pakaian di lemari, masih ada.


"Apakah Freya, kembali ke toko?"


Bara turun ke lantai bawah, bertanya dengร n kepala pelayan.

__ADS_1


"Apa Freya tadi berada di rumah?" Tanya Bara dengan tidak sabaran.


"Tidak, sir, sejak kalian ke rumah sakit, mrs. Horisson belum pulang," kepala pelayan melihat kecemasan dalam diri Bara. "Apa terjadi sesuatu, terhadap mrs. Horisson, sir?"


"Tidak, kabari aku jika Freya pulang," perintah Bara.


"Baik, sir," Bara meninggalkan pelayan. Tujuannya hanya satu ke rumah lama Freya.


Bara melihat toko sekaligus tempat tinggal Amber masih tutup.


"Amber, Freya!" Teriak Bara sambil menggedor pintu kaca.


Lima belas menit Bara memanggil Amber maupun Freya. Tapi, tidak ada tanda-tanda bahwa ada orang di dalam. Bara menunggu selama tiga puluh menit, berharap mereka datang. Entah dari mana? Bisa jadi mereka ada keperluan.


Harapan Bara sia-sia Freya maupun Amber tidak juga menampakan puncak hidungnya.


Bara meninggalkan rumah Freya dan kembali ke rumahnya. Dia harus menenangkan diri, sebelum kembali mencari Freya.


***


Dua hari setelah kepergian Freya, Bara mencoba menjalani hari-harinya. Meyakinkan diri bahwa ini yang terbaik. Namun, sisi lain hati Bara tidak terima Freya meninggalkannya. Harga dirinya sebagai pria terhina. Seharusnya Bara yang mengusirnya. Bukankah Freya yang berselingkuh dan mengandung anak pria lain?


Lalu, kenapa justru Freya yang pergi. Bara tidak konsentrasi bekerja. Semua karyawan kena amukan amarah Bara. Bahkan Charlotte, ketakutan jika setiap Bara memanggilnya. Sedikit saja kesalahan Bara pasti marah. Bara tidak pernah seperti itu selama ini.


Delvin datang ke kantor Bara, seharusnya mereka telah membahas kembali project hotel di Maidstone.


"Hi, Charlotte, Bara ada?" Sapa Delvin.


"Ya, sir, langsung masuk saja." Charlotte tidak ingin memberitahu Bara. Dia takut Bara memarahinya.


Delvin langsung memasuki ruangan Bara. Delvin melihat Bara tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Bara!" Seru Delvin. Bara hanya diam saja. Delvin tahu jika Bara tengah fokus maka dia tidak akan mendengar panggilan. Delvin mendekati Bara.

__ADS_1


"Bara!" Panggilnya lagi sambil menepuk pundak Bara.


"Oh!" Bara melihat ke arah Delvin.


"Bagaimana kabar Freya?" Tanya Delvin, dia belum mengetahui jika Freya pergi meninggalkan Bara. Delvin hanya tahu jika Freya masih di rawat.


"Tidak usah bertanya tentang dia," bentak Bara. Delvin merasa aneh. Apakah Bara masih kesal dengan perselingkuhan Freya?


"Kenapa? Apa Freya sudah sadar?" Delvin mengabaikan perintah Bara.


"Dia telah pergi," cetus Bara.


"Apa maksudmu dengan dia telah pergi," beo Delvin.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Hi jangan mampir juga ke karya temanku ya


...MENJADI MADU SAHABATKU



Blurb....


Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.


Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.


Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?


Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang ?


Yuk ikuti kisahnya hanya di Noveltoon !

__ADS_1


__ADS_2