JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Ketahuan


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Bara sibuk dengan pekerjaan dan meminta Delvin untuk datang ke kantor. Mereka akan mendiskusikan project Hotel di Maidstone. Project tersebut telah di mulai selama satu bulan. Setelah Freya melahirkan Bara tidak bisa terlalu fokus dengan project tersebut. Belum beberapa revisi yang Bara suruh saat mr. Oliver membuat design rancangan project. Mr. Rodrigo masih belum bisa ditemukan Bara. Jadi mereka membongkar rumah tanpa izin mr. Rodrigo.


"Project games selanjutnya bagaimana?" tanya Delvin. Dia ingat sekitar beberapa bulan yang lalu setelah project game Bara Launching Bara telah menyiapkan satu games lagi yang akan mereka luncurkan tahun depan.


"Oh, yang itu! Aku belum menyelesaikannya. Sebentar aku ambilkan filenya dulu," ucap Bara, dia berjalan menuju lemari filenya mencari file tersebut. Kemudian Bara memeriksa laci mejanya. File tersebut masih tidak ada. "Aneh, aku merasa aku menyimpannya di kantor," gerutu Bara.


"Apa tidak ada?" tanya Delvin. Bara menggelengkan kepala.


"Akan aku tanya kepada Charlote," ucap Bara. Dia menghubungi Charlote dan menyuruh Charlote untuk ke ruangannya.


"Ya, Sir?" sapa Charlote begitu di ruangan Bara.


"Charlote, apa kau melihat map yang berisi coretan kasar games terbaru?" tanya Bara.


"Coba saya bantu cari, Sir," saran Charlote. Dia menuju lemari file Bara. "Warna apa mapnya, Sir," tanya Charlote masih sibuk mencari file yang dimaksud.


"Tidak ada di sana dan laci meja, aku telah mencarinya," jelas Bara. Charlote menghentikan pencarian.

__ADS_1


"Jadi bagaimana, Sir?" tanya Charlote.


"Nanti aku cari sendiri, kau boleh keluar," usir Bara. Charlote meninggalkan ruangan Bara.


"Bukankah waktu itu, kau bawa ke apartement?" tanya Delvin. Dia ingat Bara membawanya pulang.


"Oh, iya kau benar, di apartment, temani aku ke apartement, aku takut jika Selena sedang berada di sana pula," pinta Bara.


Bara dan Delvin meninggalkan kantor. Mereka menuju Apartment lama Bara. Bara memasuki Apartment bersama Delvin. Mereka mendengar suara orang berdebat di dalam kamar. Pintu kamar tidak ditutup dengan rapat. Sehingga memberikan sedikt celah bagi Bara dan Delvin untuk mengintip.


"Aku tidak ingin kau mundur," perintah seorang pria.


"Kau harus, aku masih membutuhkan dana!" teriak si pria. Dia berdiri dan memakai celananya.


Bara dan Delvin masih bisa melihat Selena menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia masih di atas ranjang.


"Kalau begitu, aku ingin kita putus dan aku akan bersama Bara," ancam Selena.


"Awas saja jika kau ingin bersama Bara!" ancam pria itu juga.


"Apa yang akan kau lakukan, kau bahkan tidak bisa tanpa bantuanku," ejek Selena.

__ADS_1


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada Bara," ancam pria itu lagi.


"Apa kau berani? Kau sendiri tahu bahwa jika kau mengatakan kebenarannya, maka perusahaanmu akan hancur," ancam Selena, dia berdiri dan menantang si pria.


"Kita akan sama-sama hancur," ejek Pria itu. menekan dada Selena dengan telunjuknya.


"Bagaimana jika berikan saja anak itu kepada Bara?" saran Selena.


"Jangan, setelah perusahaanku stabil, kau boleh meninggalkan Bara dan kembali kepadaku bersama anak itu," usul pria itu. Bara yakin pria tersebut adalah kekasih Selena.


Bara geram dia tidak rela jika anaknya diasuh Selena dan pria itu.


"Jadi ini yang kau lakukan di apartmentku," hardik Bara. Delvin tidak sempat menahan Bara.


🍒🍒🍒


Pekanbaru


071122


15.35

__ADS_1


__ADS_2