
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Freya masih asik memperhatikan bunga-bunga tersebut. Freya kembali kepada tulip kuning yang tadi menjadi perhatiannya.
"Itu pilihan yang bagus," ucap pemilik toko bunga. Seorang wanita paruh baya. Berusia sekitar lima puluh tahun.
"Anda benar, saya ke sini karena bunga ini," jelas Freya.
"Apa kau orang baru di sini?" tanya wanita itu lagi. Dia baru pertama kali bertemu Freya.
"Sebenarnya saya dulu pernah tinggal di sini," jelas Freya. Namun, Freya memang jarang keluar rumah. Setelah menikah dengan Edward Freya menghabiskan waktu dengan mengurus mansion, pabrik dan perkebunan.
"Oh, saya pikir anda orang baru," ujar wanita itu.
"Saya ambil ini," tunjuk Freya pada bunga tulip kuning. Wanita paruh baya itu membungkuskan bunga yang diinginkan Freya.
Freya Baru menyadari bahwa, dia harus menyembunyikan identitasnya. Semakin sedikit yang tahu dia kembali ke Maidstone, maka semakin bagus.
"Tunai atau dengan kartu?" tanya wanita itu.
"Tunai," jawab Freya.
"Dua puluh lima poundsterling," ujar wanita tersebut. Freya menyerahkan uang tunai kepada wanita itu.
"Aku masih ingin melihat-lihat, boleh, 'kan?" ucap Freya meminta izin wanita pemilik toko.
"Tentu saja, silahkan," jawab wanita itu.
Freya kembali mengelilingi toko dan menciumi bunga-bunga yang ada di toko itu. Tengah asik menciumi bunga-bunga. Seseorang memanggil Freya.
"Freya!" panggil Amber. Freya membalikan badan melihat ke arah Amber dan Delvin.
"Kalian telah selesai?" tanya Freya kepada Amber dan Delvin.
"Ayo, sepertinya akan hujan," ajak Delvin, cuaca memang sedikit mendung. Mereka menaiki mobil dan pergi dari sana.
__ADS_1
Bara yang telah sampai di toko bunga, mengedarkan pandangan karena tidak melihat Freya lagi. Kali ini Bara yakin wanita hamil tadi adalah Freya. Bara berlari menyusuri toko sekitar toko bunga.
"Freya!" teriaknya masih mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia memasuki toko bunga.
"Permisi, madam, apakah kau mengenal wanita hamil yang tadi melihat-lihat bunga?" tanya Bara kepada wanita pemilik toko bunga.
"Maaf, Sir, saya tidak mengenalnya," jawab si wanita paruh baya.
"Apakah dia berbelanja menggunakan kartu?" tanya Bara lagi karena seharusnya pemilik toko akan tahu siapa nama wanita hamil yang berbelanja di tokonya tadi.
"Tidak, dia membayar tunai," jelasnya. Tadinya Bara berharap Freya membayar dengan kartu kredit sehingga Bara bisa memastikan bahwa Freya memang ada di sini. Dia bisa meretas ke mana saja Freya mebggunakan kartu tersebut. Jika kartu kreditnya akhir-akhir ini digunakan di toko-toko yang ada di Maidstone. Maka fix Freya berada di sini.
"Apakah CCTV di sini hidup?" tunjuk Bara pada CCTV yang ada di toko bunga.
"Maaf, Sir, CCTV di toko kami tidak hidup, juga beberapa di sekitar jalan ini ... padahal kami telah melaporkannya ... tapi belum ada tanggapan," jelas wanita itu. Bara kecewa, jika saja CCTV itu aktif, dia bisa meretasnya dan melihat ke mana Freya setelah itu.
"Jika kau melihatnya lagi, bersediakah kau memberi tahuku?" Bara menyerahkan kartu namanya.
"Baiklah," jawab wanita itu, dia mengambil kartu nama yang diberikan Bara. Bara bersyukur wanita tua itu tidak banyak bertanya.
"Terima kasih." Bara keluar dari toko.
"Tidak apa-apa, aku harus pergi, nanti akan aku kabari lagi, untuk pertemuan selanjutnya." Bara meninggalkan Thomas dengan penasaran.
Bara yakin harus mulai mencari Freya di Maidstone. Siapa kira-kira yang dapat dia mintai tolong atau yang bisa dia suruh untuk mencari Freya?
Bara ingat dengan Jimmy, sepertinya pria itu bisa membantunya. Tapi Bara akan tetap mencari Freya sendiri juga. Bara melajukan mobil mencoba berfikir di mana kira-kira Freya akan tinggal. Dia harus mencari tahu kepada Jimmy.
Bara memasuki gerbang mansion, Jimmy membukakan pintu gerbang.
"Jimmy, aku ingin berbicara denganmu, suruh orang lain yang menjaga, aku tunggu di perpustakaan," perintah Bara.
"Baik, Sir," jawab Jimmy, heran kenapa Bara ingin berbicara dengannya?
Bara memasuki rumah dan langsung menuju perpustakaan, di sana ada meja kerja Albert. Tidak lama Jimmy datang.
"Apa kau tahu, tempat tinggal Freya sebelum menikah dengan Edward?" tanya Bara langsung.
__ADS_1
"Ya, Sir," jawab Jimmy.
"Berikan padaku juga Sekolah Freya dulunya," ucap Bara. Jimmy mencatatkan alamat lama Freya dan sekolahnya dulu.
"Ini, Sir." Jimmy memberikan kertas tersebut kepada Bara.
"Aku ingin kau mencari tahu di Maidstone ... rumah yang baru-baru ini di sewa dan siapa penyewanya," perintah Bara.
"Baik, Sir, ada yang lain lagi?" ujar Jimmy sebelum dia keluar dari ruangan itu.
"Apa kau tahu Freya di sini?" tanya Bara.
"Saya tidak pernah melihat, Sir ... tapi beberpa pelayan sering melihat miss Amber dan sekali pernah melihat mrs. Horisson," jelas Jimmy. Dia ingin bertanya, tapi tidak berani. Takut Bara marah.
"Kalua begitu silahkan pergi." Jimmy keluar dari ruangan tersebut.
Bara mulai mencari keberadaan Freya. Rencana dia hanya seminggu di Maidstone menjadi mundur. Bara fokus mencari Freya. Bara membatalkan pertemuan dengan detektif di Scotlandia dan memecat mereka. Bara telah menstransfer uang kepada detektif itu. Dua minggu Bara menghabiskan waktu untuk mencari Freya.
Dayton menghubungi Bara terkait rumah yang dibangun di propertynya.
"Halo," jawab Bara.
"Sir, saya telah mencari tahu tentang bangunan tersebut, ternyata Sir Edward dulunya yang membangun rumah tersebut dan menyuruh mr. Rodrigo mengelolanya ... saya juga tidak tahu untuk apa Sir Edward membangun rumah tersebut ... sekarang mr. Rodrigo telah pindah dan tidak di ketahui lagi berada di mana ... namun, informasi yang saya dapatkan rumah tersebut telah di sewa seseorang ... bisakah anda ke sana dan mencari tahunya, Sir? Saya sedang ada urusan di London ... tapi jika anda tidak terburu-buru, saya bisa mendatangi penyewa tersebut setelah urusan saya selesai," jelas Dayton panjang lebar.
"Saya tidak buru-buru," jawab Bara. Dia tidak peduli rumah tersebut, toh, nantinya rumah itu akan dihancurkan juga.
"Kalau begitu, saya akan mengunjungi rumah itu sekitar dua minggu lagi dan mengabari anda," lanjut Dayton.
"Oke." Bara mematikan telepon.
🍒🍒🍒
Hadeh kenapa Bara gak ke sana sih buat temuin penyewa rumah😲
Pekanbaru
281022
__ADS_1
11.35