JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Canggung


__ADS_3

Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Amber dan Delvin yang ditinggal berdua menjadi canggung. Mereka memahami maksud Bara yang ingin ke lantai dua. Apalagi kalau bukan ingin menghabiskan waktu bersama istrinya.


Wajah Amber memerah membayangkannya. Amber wanita berusia empat puluh lima tahun, perawan tua. Saat masih muda Amber pernah menjalin kasih dengan rekan kerja. Namun, tidak lama hanya berlangsung satu bulan karena pria tersebut sangat kurang ajar menurut Amber. Pria tersebut mengajaknya tinggal bersama layaknya suami istri. Amber yang berpikiran kolot, tentu saja tidak setuju. Kecuali si pria mau menikahinya. Ternyata si pria hanya ingin bersenang-senang dengan Amber. Dan tidak butuh waktu lama bagi Amber untuk mengetahui niat terselubung pria itu.


"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? Sementara mereka bersenang-senang." Delvin memulai pembicaraan setelah mengalami kecanggungan yang hakiki.


"Sebelum kalian datang ... kami sedang memeriksa peralatan dan menyusunnya sebagai aksesories etalase." Beritahu Amber. Dia memperlihatkan setumpuk peralatan dan aksesories.


Delvin membantu Amber membereskan peralatan. Amber menggantung sebuah sendok, namun, ternyata tidak sampai. Akhirnya Amber menarik sebuah kursi untuk dinaikinya, agar bisa menggantung sendok.


Delvin memperhatikan Amber, dia sedikit khawati karena menurut Delvin posisi Amber cukup berbahaya. Dia bisa jatuh, dan benar saja, keseimbangan Amber goyah. Delvin langsung menyambut Amber. Amber yang berpikir dia akan jatuh ke lantai menjadi lega.


Posisi mereka menjadi sangat dekat, entah siapa yang memulai? Yang jelas mereka berciuman. Seketika Amber melupakan kesopanan yang biasa dia agung-agungkan. Ciuman yang awalnya lembut menjadi sedikit menuntut.

__ADS_1


Amber mengembalikan kesadarannya mencoba menjauhkan diri dari Delvin. Delvinpun sadar bahwa dia berlaku tidak sopan kepada Amber.


"Maafkan aku." Ucap Delvin cepat setelah melepaskan Amber dari pelukannya. Wajah Amber terasa panas dan memerah menahan malu. Dia mengutuk dirinya karena dengan lancang berciuman dengan teman Bara.


"Tapi aku tidak menyesal melakukannya." Ujar Delvin lagi. Amber melototkan mata, tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Apa maksud perkataan Delvin tersebut?


"Lupakan saja ... toh sudah terjadi." Jawab Amber dia membetulkan posisi berdirinya yang sempat terhuyung saat Delvin melepaskaan Amber dari pelukannya.


"Bagaimana bisa ... kau berkata ... untuk melupakannya?" Delvin menatap tajam tepat ke mata Amber. Membuat Amber menjadi salah tingkah.


"Maksudku ... kalau begitu ... apa yang harus kita lakukan?" Amber sedikit membentak Delvin. Dia masih merasakan panas di wajahnya dan sekarang mengalir ke tubuhnya.


"Ya ... baiklah aku belum pernah punya teman pria ... memiliki satu ... mungkin akan lebih baik." Sahut Amber menyetujui usulan Delvin. Setidaknya hal itu bisa menghilangkan kecanggungan mereka.


"Berapa nomor handphonemu?" Delvin bertanya, Amber menyebutkan nomor handphonenya kepada Delvin. Delvin mencatat kemudian menghubungi Amber.


"Itu nomorku, simpanlah, jika kau membutuhkan bantuan atau apa saja ... silahkan menghubungiku." Lanjut Delvin.

__ADS_1


"Baiklah. Terima kasih." Jawab Amber.


"Apa kau telah menikah?" Tiba-tiba Amber mengajukan pertanyaan itu.


"Belum ...."


"Apa kami lama?" Ujar Bara yang tiba-tiba telah berada diantara mereka.


"Selama waktu yang kalian butuhkan." Sindir Delvin.


"Terima kasih atas pengertianmu ... ini adalah cara menghilangkan setres yang baik." Ujar Bara blak-blakan


"Apa kau sedang setress?" Tanya Freya memandang suaminya.


"Ya sedikit masalah di kantor ... sistem keamanan kami di retas." Jelas Bara.


"Lalu? sekarang bagaimana?" Tanya Freya merasakan kekhawatiran Bara.

__ADS_1


🍒🍒🍒


__ADS_2