
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Mumpung hari Senin jangan lupa vote buat diberikan kepada momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.π
π°π°π°
Bara kesal karena Freya meminta untuk berhenti berdansa dengannya. Alasan Freya dia lapar, disaat wanita lain akan berpikir untuk makan jam seperti ini. Freya justru tidak peduli. Bara memperhatikan gerak-gerik Freya. Freya benar menuju ke meja panjang dengan aneka hidangan yang menggugah selera.
Bara melihat Freya memilih beberapa kue dan memakannya. Tiba-tiba Selena menabrak Freya dan membuat pakaian Freya terkena wine. Bara yakin pasti Freya akan menuju toilet dan Bara lebih dulu ke arah toilet. Bara menunggu Freya di sebuah ceruk menuju toilet.
Bara membekap mulut dan menarik Freya ke dalam ceruk. Freya mencoba memberontak, namun Bara sangat kuat memeluknya dari belakang. Bara membalikan tubuh Freya, menyandarkannya ke tembok dan mengukung Freye agar tidak kabur.
"Kau!" Belum selesai Freya berbicara, Bara telah membekap mulut Freya kembali.
"Aku hanya ingin berbicara padamu." Bara memelankan suaranya dan melepaskan tanganya dari mulut Freya.
"Berani-beraninya kau, membuatku shock, aku pikir aku akan diculik." Kesal Freya saat tahu orang yang membekapnya adalah Bara.
"Apa untungnya, orang menculikmu." Sindir Bara terkekeh.
"Lalu. Apa yang kau lakukan!" Tantang Freya.
"Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk tetap berlaku sopan."
"Berlaku sopan! Bagian mana, aku yang tidak berlaku sopan?" Tantang Freya kembali. Dia merasa telah berlaku sopan dan tidak membuat masalah.
"Lihat saja pakaianmu?" Bara menunjuk pakaian Freya dari atas hingga bawah.
"Kenapa dengan pakaianku? Aku rasa gaunku tidak ada masalah!" Lanjut Freya memperhatikan gaunnya sendiri.
"Lihat saja belahan dadanya terbuka. Apa kau sangat ingin merayu pria, apa kau kesepian?" Sarkas Bara. Freya menampar pipi Bara, menatap Bara dengan kesal. Freya tidak terima jika Bara menghinanya.
"Gaunku biasa dan masih kategori sopan, sir, coba kau perhatikan pasanganmu, gaunnya jauh lebih terbuka daripada aku. Seharusnya kau berkaca sebelum komplen tentang gaunku."
"Lalu sikapmu yang kelewat mesra dengan Emil. Apa kau mencoba membuat orang-orang berpikir kalian cocok? Dan sengaja memakai pakaian couple?"
"Semua sudah disiapkan Emil, aku hanya tinggal memakainya saja. Dan kenapa kau harus komplen denganku? Lalu, apa yang kau komplenkan? Karena gaunku atau dengan tingkah lakuku yang dekat dengan Emil?" Freya mulai berteriak, namun langsung dibekap oleh Bara. Freya memukul tangan Bara yang tengah membekap mulutnya.
"Lepas!" Freya menggigit tangan Bara, membuat Bara melepaskan bekapannya.
__ADS_1
"Dasar gadis bar-bar!"
"Menyingkirlah, kau terlalu dekat." Freya mencoba menolak dada Bara. Dekat dengan Bara membuat Freya tidak nyaman.
"Bukankah kau suka, jika aku dekat denganmu?" Bara menyentuh pipi Freya dengan sensual. Menggoda Freya berharap Freya meresponnya. Freya terlena dengan sentuhan Bara.
Freya menutup matanya menikmati sentuhan Bara. Hasrat dan perasaan yang sempat dia kubur perlahan-lahan mulai kembali. Freya menyukai Bara, jika bisa memilih dia ingin bersama Bara dibandingkan Emil.
Bara melihat Freya yang menikmati sentuhannya semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Freya. Bara merangkul pinggang Freya menariknya lebih dekat lagi. Bara ingin mencium bibir Freya yang ranum. Gairah Bara telah tersurut, dan Freya merasakannya.
Secepat kilat Freya mendorong tubuh Bara sekuat tenaga, membuat Bara kaget. Kemudian Freya meninggalkan Bara menuju toilet. Bara hanya membiarkan Freya pergi. Dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Bara juga menuju ke toilet pria. Membasuh muka mencoba menenangkan diri. Kenapa dia begitu tertarik dengan Freya? Sementara Freya adalah wanita yang telah menipunya.
Bara kembali ke pesta, disambut Selena.
"Dari mana kau?" Tanya Selena, karena Bara menghilang cukup lama.
"Aku dari toilet, kenapa?" Tanya Bara kembali.
"Tidak, aku pikir kau meninggalkan aku." Balas Selena. Dia mengeratkan pegangan tangannya di lengan Bara.
Bara melihat Freya masuk kembali ke dalam ruangan pesta. Dia memandang Bara dengan marah dan kesal. Bara segera melepaskan tangan Selena yang sedang bergelayut manja padanya.
"Emil, bisakah aku pulang duluan? Aku rasa aku tidak enak badan." Freya memegang kepalanya seperti orang yang sedang sakit kepala.
"Aku akan mengantarmu." Ucap Emil yang mengkhawatitkan Freya, dia memegang kening Freya, bukti perhatiannya.
"Tidak usah, aku akan memesan taxy, kau nikmati saja pesta ini." Ujar Freya, dia tidak ingin merusak acara Emil.
"Tidak, kau lebih penting dari acara ini." Emil merangkul Freya dan berpamitan kepada Warner dan Keiko.
Perlakuan Emil kepada Freya tidak lepas dari pandangan Bara. Bara menggenggam tangan dengan keras. Dia ingin menyingkirkan tangan Emil dari kening Freya tapi tidak mungkin atau memisahkan Emil yang sedang merangkul Freya.
Bara melihat mereka meninggalkan pesta. Kemana mereka? Pikiran kotor terlintas dibenak Bara? Apakah Emil akan mengajak Freya check in? Bara kemudian pamit juga dengan Warner dan Keiko.
"Maaf, Warner, ada sedikit masalah di kasino, jadi aku harus segera ke sana." Bara memberitahu Warner bahwa dia akan pulang sebelum acara selesai.
"Silahkan, terima kasih telah datang." Warner menyalami Bara.
__ADS_1
Bara kemudian pergi, dia melupakan Selena. Selena mengejar Bara.
"Apa yang terjadi, kenapa kau pergi meninggalkanku tanpa memberitahuku?" Kesal Selena saat melihat Bara pergi tapi tidak memberitahunya.
Tadi Selena berkenalan dan menggoda beberapa rekan bisnis Bara yang ada di sana. Siapa tahu ada yang masuk perangkapnya.
"Aku ada urusan penting jadi harus segera kembali." Ujar Bara tanpa meminta maaf kepada Selena.
"Aku akan ikut denganmu." Selena mendekatkan diri kepada Bara.
"Sebaiknya kau pulang naik taxy saja, aku terburu-buru." Bara melangkah meninggalkan Selena. Selena mengejar Bara.
"Kau tidak bisa melakukan itu?" Selena kembali menarik tangan Bara. Bara terpaksa menghentikan langkahnya.
"Oh, please Selena, aku sedang terburu-buru. Begitu urusanku selesai, aku akan ke apartmentmu." Bujuk Bara dia takut kehilangan jejak Freya dan Emil.
"Kau janji?" Selena memastikan bahwa Bara tidak membohonginya.
"Aku janji, sekarang biarkan aku pergi." Bara melepaskan tangan Selena. Dia berjalan menuju parkiran berharap masih bisa mengejar Emil dan Freya.
Bara melihat Emil membukakan pintu untuk Freya. Freya masuk ke dalam mobil Emil dan duduk di samping kursi pengemudi. Bara mengambil juga mobilnya.
Mobil Emil meninggalkan hotel menuju suatu tempat di wilayah Notting Hill. Mau kemana mereka? Pikir Bara. Mobil memasuki Westbourbe Grove, rumah-rumah dengan warna-warni mendominasi. Mobil Emil berhenti di sebuah rumah dua tingkat berwarna putih. Berbeda dari rumah-rumah lain yang berwarna-warni cerah.
Apakah ini rumah Freya? Bara memarkir mobil di seberang rumah putih tersebut. Emil membukakan pintu dan Freya keluar. Mereka berbicara sebentar. Freya menuju pintu untuk masuk, namun Emil menarik tangan Freya membuat Freya menubruk dada Emil.
πππ
Hi aku mau nyapa dulu reader setia yang selalu koment dan menjadi penyemangat aku untuk update.
Rasmin rasmin --> salam kenal ya, tetap setia memberikan like dari karya ini pertama kali terus up ulang. Sabar ya best.
Eliza Dwi Ratna --> salam kenal ya, terima kasih komentarnya, aku jadi semangat update.
Buat semua yang udah baca dan melike, terima kasih. Love from Lady Mermadπ
Tungguin terus ya cerita ku dan jangan lupa mampir di karya lainnya.
__ADS_1
Jika bisa bantu rekomendasi ke teman2 kalian ya
Bye