
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Tapi, aku ingin, bayi itu di gugurkan!" Perintah Bara. Seketika wajah Freya kembali pucat. Dia tidak akan mungkin menggugurkan bayinya, terlepas bayi ini milik siapa? Tapi, yang jelas bayi ini miliknya. Dia tidak akan membunuh darah dagingnya sendiri. Dia telah menunggu selama tujuh tahun. Dan sekarang saat Tuhan memberinya. Apakah dia tega untuk membunuhnya? Meskipun, bayi ini belum bernyawa.
"Aku tidak bisa melakukannya." Ucap Freya memelas.
"Dan, aku tidak bisa menunggu selama lima bulan untuk bisa mendapatkan sample DNA."
"Kau tahu itu sangat berbahaya, aku bisa saja keguguran." Beritahu Freya,
"Bara!" Teriak seorang wanita memasuki rumah.
"Selena!" Heran semuanya dengan kedatangan Selena yang tidak tepat waktu.
Selena heran kenapa begitu ramai di rumah Bara.
"Dari mana kau tahu rumah ini?" Heran Bara, dia tidak pernah memberitahu Selena rumah ini. Selena hanya tahu apartmentnya.
"Sedikit, ancaman kepada sekretarismu. Aku mencarimu ke kantor dan kau tidak ada. Ternyata aku datang tepat waktu." Senyum Selena mengembang.
"Kenapa kau ke sini?" Tanya Freya.
"Oh, aku baru sadar kau di sini ... aku ke sini ingin meminta pertanggung jawaban kekasihku." Selena menyerahkan surat yang menyatakan dia hamil kepada Freya. Freya membacanya, air mata kembali akan mengalir. Namun, sekuat tenaga Freya menahannya agar tidak tumpah. Freya menyerahkan kertas tersebut kepada Bara. Membuat kekacauan semakin riuh.
__ADS_1
"Apa kau yakin, jika anak itu anakku?" Tanya Bara, dia pusing, masalah dengan Freya belum selesai datang lagi masalah lain.
Emil semakin senang, rencananya akan berjalan mulus. Kedatangan Selena menjadi anugrah bagi Emil. Ternyata Bara masih bersama Selena saat dia menikahi Freya. Semakin memantapkan hati Emil bahwa dia pria terbaik untuk Freya.
"Sebaiknya kau bertanggung jawab kepada Selena Bara ... dan aku akan bertanggung jawab untuk Freya ... ceraikan Freya, nikahi Selena karena dia mengandung anakmu." Emil membuat keputusan seenaknya saja.
"Kau jangan berbicara seenaknya." sentak Freya.
"Anak ini anakmu, Bara, aku tidak keberatan jika kau ingin melakukan test DNA?" saran Selena.
"Tapi, aku minta kau menikahiku secepatnya." sambung Selena.
"Bara, jangan lakukan itu ... ini tidak benar." cicit Freya. Suara Freya semakin memelas.
"Apa dia berselingkuh dengan pria ini dan sedang hamil juga?" Tanya Selena. Dia pikir Freya adalah wanita baik-baik karena datang dari desa, ternyata?
"Aku tidak akan menikahimu Selana, tapi aku akan bertanggung jawab terhadap bayi itu."
"Dengan cara apa?" Tanya Selena
"Aku akan membiayainya. Kau tahu aku tidak akan mudah diancam."
Freya senang mendengar Bara tidak akan menikahi Selena.
"Untukmu Freya, tawaran tadi masih berlaku. Kita akan benar-benar memulainya dari awal dengan syarat tadi." Freya masih tidak percaya, Bara tidak bisa menerima apa adanya Freya.
__ADS_1
"Sebaiknya kau bersamaku, Freya. Aku bisa menerimamu apapun kondismu." usul Emil. Berharap Freya melihat ketulusannya.
"Apa yang terjadi?" timbrung Frank, ayah Freya yang muncul tiba-tiba.
"Bara dan Freya akan bercerai." cetus Emil lagi
Frank shock mendengarnya. Dia memang tahu putrinya telah menikah lagi. Frank jatuh. Freya menuju ayahnya. Freya memeriksa keadaan Frank. Namun, Freya tidak lagi merasakan hembusan nafas Frank.
"Ayah." Freya mengguncang tubuh Frank.
"Sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit." Bara mengangkat Frank bersama Emil. Mereka melupakan sesaat pertengkaran mereka.
Freya mengikuti Bara ke mobil, Emil kembali menyetir. Kejadian seperti dejavu, hanya saja mereka ke rumah sakit membawa Frank dengan tambahan Selena ikut bersama mereka.
Emil membawa mobil ke rumah sakit terdekat. Karena rumah Bara berada di komplek perumahan elit, maka rumah sakit terdekat tidak terlalu jauh dari sana.
Dokter memeriksa keadaan Frank.
"Maaf dia telah meninggal." Sesal dokter.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
290922
__ADS_1
14.36