
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Mengingat apa?" Kalimat Amber terpotong dengan kehadiran Bara yang keluar dari dapur.
"Mengingat besok pagi Freya telah harus ke sini lagi." Tadinya Amber ingin mengatakan tentang kondisi Freya yang hamil.
"Aku pikir apa." Bara menyandar di sebuah meja.
"Setelah ini aku akan langsung pulang bersama Bara." Sahut Freya, melirik Amber. Freya paham, Amber pasti ingin memberitahu tentang kondisi kehamilannya.
"Apa ada yang bisa aku bantu, Freya, agar pekerjaanmu cepet selesai dan kita segera pulang." Bara mendekat ke arah Freya.
"Aku rasa tidak ada lagi. Ini adalah roti terakhir yang dipanggang." Jelas Freya sambil menunjukan loyang yang berisi roti. Freya memasukannya ke dalama oven.
"Kau kelihatan sedikit pucat." Bara memandang wajah Freya dan memegang pipinya agar Freya tidak bergerak.
"Apa kau sakit, Freya?" Cemas Bara, tangannya menyusuri setiap inchi wajah Freya. Freya menjadi gugup, apakah dia harus memberitahu Bara sekarang. Namun, dia belum memeriksakannya kepada dokter.
"Mungkin dia kelelahan dan butuh istirahat ... besok adalah hari yang sibuk." Amber menimpali.
"Sebaiknya kami segera pulang." Bara meraih tangan Freya dan menariknya keluar dari toko.
Freya hanya pasrah mengikuti Bara, Amber mengambil tas Freya dan memberikannya tepat saat Freya berada di pintu keluar.
Bara membukakan pintu mobil dan Freya masuk ke dalamnya, diikuti Bara yang masuk di pintu mengemudi.
__ADS_1
***
Di rumah Bara menyuruh Freya langsung istirahat. Bara menyuruh pelayan membuatkan susu untuk Freya.
"Ini, minumlah, agar kau sedikit bertenaga ... kau tidak boleh sakit ... besok adalah hari pentingmu." Bara mengusap rambut Freya.
Freya tidak tahan dengan perhatian Bara. Apa yang akan terjadi jika Bara mengetahui bahwa Freya telah tidur bersama Emil? Akankah Bara memaafkannya?
"Maafkan aku." Cicit Freya, dia tidak sadar jika menyuarakan kata-kata tersebut walaupun sangat pelan. Namun, terdengar oleh Bara.
"Kau mengatakan sesuatu Freya?"
"Ti__dak." Gugup Freya.
"Tapi aku jelas mendengar, kau mengatakan tentang maaf." Bara meletakan gelas dan memberikan Freya gelas lain yang berisi air putih.
"Jangan memintaa maaf, aku tidak akan tega ... jika melihatmu sakit." Freya memandang Bara dengan tatapan yang tidak biasa. Pikirannya berkecamuk, dia ingin menangis dan melampiaskan gundah kepada Bara. Itu artinya dia harus bersiap untuk kehilangan Bara.
Freya ingat kejadian saat bertemu Selena, Bara tidak akan memaafkannya jika dia berselingkuh. Sekalipun Freya tidak berselingkuh, akan tetapi tetap saja Freya tidur dengan pria lain yang bukan suaminya.
"Terima kasih." Hanya itu yang bisa diucapkan Freya, dia mencium pipi Bara.
"Jangan memancing Freya, kau tahu aku tidak akan tahan." Freya hanya tersenyum.
"Baiklah, aku akan mandi dan kau mulailah memejamkan mata ... besok pasti sangat melelahkan." Bara meninggalkan Freya dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi, Bara memperhatikan Freya yang tengah tidur, nafasnya tidak teratur. Freya seperti mengalami hari yang berat. Bara memakai pakaiannya kemudian bergabung di selimut yang sama dengan Freya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu risau?" Bisik Bara. Kemudian Bara ingat, tentu saja karena pembukaan tokonya. Pasti Freya mencemaskan pembukaan toko rotinya besok.
Bara membalikan tubuh Freya agar menghadapnya. Bara memeluk Freya, membuat Freya sedikit nyaman dan balas memeluk Bara. Bahkan Freya membenamkan kepalanya di dada bidang Bara.
Bara mematikan lampu kamar. Mereka tidur saling berpelukan. Tadinya Bara ingin bercinta dengan Freya, namun, melihat kondisi Freya Bara membatalkan niatnya.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
240922
10.23
hi mampir juga ya ke karya teman aku
Berceritakan tentang Kei Abraham yang tidak ingin ingatan istrinya kembali ke kejadian, sebelum wanita itu kecelakaan. Karena jika perempuan itu mengingatnya, semua akan hancur seperti vas yang pecah. Bisa direkatkan, tapi retakannya masih akan tetap membekas.
"Siapa aku?"
"You're my wife. Hanya itu yang harus kamu tahu." Kei menjawab dengan sorot mata yang begitu serius, hingga membuat Shena tertegun dengan sorot yang malah kelihatan bingung.
Seperti apakah jalan kisah yang Kei dan Shena hadapi?
Ikuti terus, Don't Remember Again.
__ADS_1