JERAT HASRAT KAKAK IPAR

JERAT HASRAT KAKAK IPAR
Saran Dokter


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Kenapa dia yakin?" Kali ini Freya yang bertanya.


"Emil yang memberitahunya," jawab Delvin. Freya masih bingung? Apakah Emil saat berbuat jahat padanya memakai alat kontrasepsi? Karena dalam pikiran Freya, tidak mungkin Emil tidak melakukan sesuatu di saat Freya tidak sadar.


Belum lagi kondisi Freya dan Emil yang telanjang. Freya merasakan jejak percintaan di kasur. Meskipun Freya tidak merasakannya. Tapi bukti cukup menjelaskannya.


"Kenapa Emil begitu yakin?" tanya Freya lagi.


"Entahlah," balas Delvin.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Amber, meminta pendapat Freya.


"Aku tidak tahu, Bibi," jawab Freya bingung.


"Apa kau tidak ingin memaafkan Bara? Apa kau tidak ingin kembali kepadanya?" saran Delvin.


"Aku takut, terus terang aku memang sangat mencintai Bara, tapi, aku lelah berada disisinya ... dia--membuat hidupku seperti menaiki roller coaster," jujur Freya. Dia menahan air mata yang mulai ingin keluar.


"Tapi, dia telah menyesal Freya. Aku melihat tampangnya yang kusut, menandakan dia memikirkanmu dan anak kalian, bahkan berat badan Bara sepertinya turun," lanjut Delvin lagi mencoba membujuk Freya.


"Bolehkah, kita tidak membahas ini lagi?" Freya beranjak dari kursi.


"Apapun keputusanmu, kami akan mendukungnya," ucap Amber. Freya hanya tersenyum.


"Aku akan membawa Bibimu ke dokter, apa tidak sebaiknya kau ikut kami?" tawar Delvin.


"Tidak usah, aku baru memeriksakan kandungan dua hari yang lalu," jawab Freya, dia menuju kamar.


Delvin membawa Amber ke dokter kandungan tempat Freya memeriksakan diri. Dokter meriksa Amber.

__ADS_1


"Janinnya bagus, hanya saja usia anda beresiko untuk hamil," jujur dokter. Delvin merasa khawatir.


"Apa saran anda, dokter?" tanya Delvin.


"Saranku adalah sebaiknya digugurkan," ungkap Dokter, dia sendiri merasa tidak nyaman memberitahu. "Mumpung masih berupa embrio," lanjutnya lagi.


"Apa? Aku tidak akan melakukannya, dokter," kesal Amber. Dia beranjak dari atas brangkar.


"Sayang, tunggu." Delvin mengejar Amber. Dokter hanya pasrah ditinggalkan dengan tidak sopan.


Delvin berhasil meraih tangan Amber dan menariknya ke dalam pelukannya.


"Bagaimana mungkin seorang dokter menyarankan hal sekejam itu," adu Amber, dalam pelukan Delvin.


"Sayang kau tahukan bahwa aku mencintaimu, dan aku tidak akan sanggup kehilanganmu," bujuk Delvin.


"Ya," cicit Amber.


"Aku ingin mempertahankan anak ini," rengek Amber.


"Aku tidak ingin kehilanganmu, untuk memiliki anak ini," pinta Delvin.


"Delvin, percayalah ... aku sanggup untuk melahirkan anak ini." Amber mencoba meyakinkan Delvin.


"Apa kau yakin?" Amber menganggukan kepalanya dengan yakin.


"Baiklah, aku akan mendukungmu, apapun yang terjadi meskipun kecil,Β  kau harus memberitahuku," perintah Delvin.


"Setuju." Senyum Amber mengembang.


"Kalau begitu kita harus kembali untuk meminta resep apapun itu, agar kau kuat menjalani kehamilanmu." Delvin menarik Amber ke dalam ruangan dokter lagi.


Dokter menghormati keputusan pasangan tersebut. Dia memberi resep kepada Amber dan jadwal kontrol rutin Amber.

__ADS_1


London, Inggris.


Selena memasuki ruangan Bara.


"Aku datang meminta sample rambutmu, untuk di cocokan dengan DNA bayi ini." Selena berdiri di depan Bara. Bara ingat perkataan Freya yang mengatakan bahwa jika dia melalukan tes DNA saat hamil, maka bisa keguguran. Bara juga tidak ingin anaknya meskipun dari Selena di korbankan.


"Tidak usah sekarang, tunggu saja saat bayi itu lahir, aku tidak terburu-buru," jelas Bara. Dia tidak melirik sedikitpun kepada Selena. Fokusnya masih memeriksa presentasi dari beberapa kontraktor yang di rekomendasikan Delvin.


Para kontraktor itu telah membuat tender dan mempresentasikan program kerja mereka. Bara ingin memeriksa lebih lanjut. Sebelum memutuskan siapa yang akan ditunjuknya untuk menjalankan project pembangunan hotel di Maidstone.


"Kenapa kau berubah pikiran?" Selena takut Bara telah mengetahui sesuatu? Atau Bara tengah merencanakan sesuatu untuk mengusirnya?


"Tidak ada, aku pernah membaca artikel tentang melakukan test DNA saat bayi dalam kandungan akan sangat beresiko keguguran," jelas Bara lagi.


"Apa hanya karena itu?" Selena sedikit lega, itu tandanya Bara peduli dengan bayi yang dikandungnya. Selena tersenyum penuh kemenangan.


"Pergilah, aku sangat sibuk, dan mulai minggu depan, aku mungkin tidak di London, carilah seseorang untuk menjagamu," saran Bara.


"Kau mau ke mana?" tanya Selena penasaran, dia takut Bara mencari Freya. Selena tahu Freya pergi dan hal itu membuat dia lega. Setidaknya selangkah lagi, saat dia bisa menunjukan hasil DNA. Maka dia bisa menjadi nyonya Horisson.


"Kau tidak usah tahu, semakin sedikit yang kau tahu, tentang pekerjaanku, semakin bagus, aku tidak suka wanita ikut campur dengan pekerjaanku. Kecuali kau rekan bisnisku," tekan Bara. Dia ingin Selena segera pergi. Dia harus segera menyelesaikan memilih siapa kontraktor yang akan digandengnya untuk project ini.


Dengan kesal Selena ke luar dari ruangan Bara.


πŸ’πŸ’πŸ’


Sabar ya, ada masanya Bara bertemu Freya🀭


Pekanbaru


241022


13.14

__ADS_1


__ADS_2