
Sebelum baca pencet dulu tombol Favoritenya ya cintah. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Bara dan Freya. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Sebulan Freya bekerja di Hamilton foods and baverage. Setelah menanda tangani kontrak, pihak HRD meminta Freya membuka rekening bank Global karena sistem penggajian mereka memakai bank tersebut. Mau tidak mau Freya harus membuka rekening bank itu. Setelah menimbang, akhirnya Freya memutuskan untuk menutup rekening lamanya di bank lain.
Hari ini perusahaannya mendapat project untuk menyajikan makanan di acara peluncuran game. Karena kekurangan orang Freya diperbantukan untuk menjadi tim yang mewakili Hamilton Foods and Beverage di acara tersebut.
"Ayo, semua kita harus segera bekerja." Ucap supervisor yang menjadi ketua koordinator lapangan.
Freya turun dari mobil, menatap gedung tinggi di depannya dengan tulisan The Horisson Tower. Apakah gedung ini yang dimaksud Emil Hamilton, CEOnya. Freya baru mengetahui jika, pria muda salah satu juri yang mewawancarainya adalah CEO dari Hamilton Foods and Baverage.
Mereka mulai mengeluarkan barang-barang dari mobil untuk dipindahkan ke tempat acara, tidak terkecuali Freya. Setelah berada di lokasi, mereka menata hidangan. Sekitar dua jam lagi acara akan dimulai.
Penanggung jawab acara dari perusahaan The Horisson Tower, memeriksa kelengkapan acara dan memastikan semua berjalan lancar.
Freya stand by di dalam ruangan tempat mereka memasok persediaan. Akhirnya acara dimulai. Saat sesi makan, mereka disibukan dengan memastikan hidangan tidak kosong.
"Freya, bawa ini ke dalam." Supervisor memerintahkan Freya untuk masuk ke ruangan acara dan mengganti hidangan.
Freya mempersiapkan hidangan yang dibutuhkan dan membawanya ke dalam. Freya mengganti menu dan membawa piring-piring sisa. Freya tidak memperhatikan bahwa peluncuran game tersebut adalah milik Bara. Freya tidak memperhatikan sekelilingnya, jadi dia tidak melihat Bara, namun Bara melihatnya sekilas.
***
Dua bulan berlalu, Freya telah bisa menyewa rumah untuk mereka tinggal, berada di tengah-tengah gedung warna-warni di Westbourbe Grove, Notting Hill. Rumah tersebut rekomendasi dari suami mrs. Dorothy.
Notting Hill, tempat multikultural dan sangat istimewa berkat jalan-jalan sempitnya yang penuh dengan sejarah, seninya yang megah, serta arsitektur dan budaya popnya yang mengesankan.
__ADS_1
Sepanjang kota, jalan-jalan selalu ramai, baik siang maupun malam, penuh dengan toko-toko kecil dan restoran yang akan memuaskan setiap keinginan.
Di antara ribuan warna dan gaya mewahnya yang ada di distrik Notting Hill adalah lingkungan perumahan yang indah yang terletak di bagian barat pusat kota. Meskipun demikian, di antara bistro dan pubnya, kafe dan tokonya yang apik, pasar dan bioskopnya, distrik ini adalah salah satu tempat paling menarik di seluruh kota London.
Notting Hill akan benar-benar memenuhi setiap permintaan. Dari berbelanja hingga pilihan restoran, dari proposal bioskop hingga malam yang tenang di salah satu pub paling eksklusif.
Teman suami Dorothy, pemilik rumah memberikan deposit yang menarik bagi Freya. Tadinya Freya menyewa rumah yang kecil. Namun sekarang mereka bisa menempati rumah dua lantai yang lumayan besar. Lantai satu bisa dibuat Freya sebagai toko rotinya, andai mereka mendapatkan uang kompensasi dari Bara.
Freya berencana menabung, untuk memulai usaha toko rotinya. Sementara waktu, biar saja lantai bawah kosong. Mereka belum bisa membeli perlengkapan rumah bagus, namun rumah tersebut telah memiliki perabotan di lantai dua.
Teman suami Dorothy bersedia meminjamkannya kepada Freya dan kekuarganya. Mereka mulai membersihkan rumah. Freya dan Amber senang, akhirnya mereka kembali memiliki kamar masing-masing.
"Akhirnya kita bisa menempati rumah sendiri dan kamar masing-masing. Bibi, merindukan kamar sendiri." Ujar Amber sambil menyusun perabotan yang masih ditutupi kain putih.
Perabotan milik yang punya rumah ternyata masih terawat dengan baik. Bahkan kelihatan masih sangat baru. Kursi tamu di lantai atas, kitchen setnya pun model minimalis. Di lantai atas terdapat tiga kamar tidur. Freya memilih kamar yang menghadap depan. Sedangkan kamar Amber berada di sampingnya yang juga menghadap depan. Kamar untuk Frank, ayah Freya berada di depan kamar Freaya dan Amber. Kamar tersebut menampilkan pemandangan belakang rumah, namun, tidak kalah bagus.
Masing-masing kamar memiliki kamar mandi dan satu kamar mandi lagi di samping dapur. Rumah dengan dua lantai tersebut memang diatur sedemikian rupa. Pemiliknya sangat bisa memanfaatkan kondisi tanah dengan baik.
Barang-barang bawaan mereka tidak banyak. Hanya pakaian yang mereka bawa dari mansion Horisson. Freya mulai berpikir untuk membeli peralatan memasak karena pemilik rumah tidak menyediakannya. Akan tetapi oven. Kompor dan pemasak nasi, kulkas dan mesin cuci telah ada. Sehingga Freya dan Amber hanya butuh membeli yang kecil-kecil saja seperti panci dan kuali.
"Tentu saja aku menyukainya ... ini lebih baik dari perkiraan kita." Jawab Amber. Bahkan di rumah itu juga ada mesin penghisab debu yang masih berfungsi. Amber mencobanya.
"Ternyata masih berfungsi." Ujar Amber setelah mengaktifkan mesin penghisab debu tersebut. Amber menggunakannya untuk membersihkan. Mereka memang sengaja tidak memakai jasa bersih rumah karena ingin berhemat.
Freya menuju dapur.
"Ternyata kulkas dan mesin cucinya juga berfungsi, bibi." Teriak Freya dari dapur. Mesin cuci terletak di sebuah ruangan khusus, dimana ruangan tersebut memiliki atap kaca. Bahkan terdapat jemuran di dalamnya. Freya puas dengan pengaturan tumah tersebut.
__ADS_1
Freya juga merasa senang karena mendapatkan rumah ini dan juga pemiliknya mengizinkan mereka membayar deposit bertahap. Sehingga uang yang dimiliki Freya bisa dia alokasikan buat yang lainnya, sesuai kebutuhan.
Amber mengikuti Freya ke dapur.
"Apa penanak nasi dan oven juga bisa digunakan?" Tanya Amber, begitu sampai di dapur. Freya keluar dari ruangan laundry.
"Aku rasa bisa, bibi, kita bisa mempraktekan hobby kita nanti." Ujar Freya.
"Mari kita periksa kamar." Aja Amber. Mereka menuju kamar Freya kemudian ke kamar Amber dan Frank.
"Perfect." Ujar Freya setelah memeriksanya. Di dalam kamar telah terdapat ranjang, lemari dan meja rias.
"Kita hanya perlu membeli beberapa sprei." Ujar Amber, dia melankah menuju lemari dan membukanya.
"Lemarinya juga cukup luas." Lanjut Amber. Freya memeriksa kamar mandi.
"Aku benar-benar menyukai rumah ini, bibi, sekalipun tidak sebesar mansion Horisson, tapi ini lebih dari cukup." Beritahu Freya tentang pendapatnya. Amberpun ikut melihat kamar mandi.
"Kita sangat beruntung menemukan rumah ini." Amber menambahkan.
"Semoga semua berjalan lancar, bibi ... aku akan giat bekerja." Sahut Freya. Dia berjalan kembali ke ruang tamu.
"Pastikan saja ... jangan sampai bertemu sir Bara." Amber kembali mengingatkan Freya. Jika tidak semua hal baru yang telah mereka rencanakan akan berantakan. Pastinya Bara akan menjebloskan Freya ke penjara karena melanggar perintahnya untuk tidak bertemu Bara lagi.
"Aku akan berhati-hati, bibi. Tenang saja. Bukankah bibi sendiri yang mengatakan persentase untuk bertemu Bara sangat kecil?" Amber membenarkan kata-kata Freya.
🍒🍒🍒
__ADS_1
Hi author update lagi ya, jangan lupa memberikan dukungan sebagai penyemangat.
Ramein juga dunk One Night Stand in Dubai.