
"Aku akan menunggu kalian di perpustakaan ... silahkan berpakaian." Amber meninggalkan Bara dan Freya. Dia tersenyum ternyata tidak butuh waktu lama untuk meyakinkan Bara, agar menikahi Freya. Amber pikir akan melakukan perdebatan sengit. Dan pastinya Bara akan mencoba lari dari tanggung jawab. Ternyata tidak.
Bara turun dari ranjang, dia mencari pakaiannya yang berserakan. Bara turun dengan bertelanjang, Freya menutup kepala dengan selimut agar tidak melihat Bara.
"Tidak usah malu, bukankah kau telah melihat dan merasakannya?" Sarkas Bara. Dia masih memikirkan kejadian tadi malam. Bara sangat menyesal dan sekarang dia harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang tidak dia ingat
"Kemarin berbeda, kau mabuk dan aku setengah mabuk." Beritahu Freya.
"Cepatlah, aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan diri." Bara keluar dari kamar Freya.
Freyapun turun ranjang setelah Bara keluar dari kamarnya. Maaf, batin Freya.
***
"Jadi anda akan menikahi Freya, bukan? Anda tidak sedang membohongi kamikan, sir" Tanya Amber begitu Freya dan Bara telah berada di ruang kerja. Bara duduk di sofa kecil sedangkan amber dan Freya duduk di sofa panjang.
"Tidak, hari ini aku akan menikahi Freya." Putus Bara.
"Hari ini juga?" Tanya Amber.
"Ya." Jawab Bara.
"Tapi kita perlu persiapan dan kita juga harus menyebarkan undangan." Protes Amber.
"Aku tidak akan melakukan pesta pernikahan yang meriah, ini hanya bukti tanggung jawabku."
"Apa?" Freya tidak terima begitu saja. Dia merasa terhina, mereka memang menjebak Bara, namun, bukan seperti ini rencananya.
"Yang penting menikah sah secara agama dan terdaftar, aku akan memghubungi mr. Drake. Meminta bantuaannya mengurus semua ini." Bara meninggalkan Freya dan Amber.
***
__ADS_1
Dayton memasuki mansion, Bara telah menunggunya di ruang tamu.
"Apa yang terjadi, sir. Dan apakah benar anda akan menikahi kakak ipar, anda? Dayton ingin memastikan kembali.
"Ya ... dan bisakah kau mengurusnya? Aku ingin hari ini kami resmi menikah, baik secara agama dan terdaftar." Jelas Bara.
"Baik, sir, saya akan mengurusnya."
***
Bara dan Freya resmi menikah secara sederhana. Hanya dihadiri oleh Amber, ayah Freya dan beberapa pelayan sebagai saksinya.
Mereka menikah di sore hari. Setelah menikah Bara mencoba menghindari Freya. Dia menyibukan diri dengan memeriksa pabrik. Seharusnya hari ini dia kembali ke London, namun, karena peristiwa ini Bara batal ke London.
Malam hari Freya menunggu Bara untuk melaksanakan malam pertama mereka. Amber berpesan agar Freya mematikan lampu dan setelah selesai, jika dia mengeluarkan darah, dia harus segera membersihkannya. Agar Bara tidak curiga.
Freya menggunakan pakaian tidur terbaiknya. Freya merasa sangat gugup karena ini pertama kali baginya. Waktu menunjukan pukul sebelas malam dan Bara belum juga memasuki kamar. Freya memakai jubahnya dan keluar dari kamar.
Freya bertanya kepada pelayan apakah dia melihat Bara. Informasi pelayan Bara telah di kamarnya sekitar pukul sembilan. Freya menuju kamar Bara, dia membukanya tanpa mengetuk. Freya merasa kesal.
"Apa maksudmu mengabaikanku? Kau tahukan ini seharusnya menjadi malam pertama kita!" Teriak Freya.
"Apa kau begitu menyukai permainanku semalam, sehingga ingin mengulanginya lagi?" Bara turun dari ranjang dan meletakan laptopnya di meja.
"Apa?" Freya merasa seperti wanita yang haus belaian. Dia memang mengharapkannya, tapi tidak akan membuat dirinya murahan.
"Kau paham maksudku, karena kau yang sadar akan kejadian semalam." Lanjut Bara lagi, dia mendekati Freya dan menatapnya tajam.
Freya semakin merasa terhina dengan kata-kata Bara.
"Kau!" Freya bersiap melayangkan tamparan ke wajah tampan Bara. Namun, Bara dengan sigap memegang tangan Freya sebelum tangan itu berada di pipinya.
__ADS_1
"Jangan pernah bermain kasar, Freya ... apa kau wanita bar-bar yang suka main dengan kekerasan?" Tanya Bara menatap tajam Freya.
Bara memperhatikan gaun malam Freya yang jubahnya melorot sehingga memperlihatkan bahu mulus Freya. Bara menjadi tergoda, segera ditepisnya, cukup kemarin malam dia melanggar prinsipnya untuk meniduri Freya, tidak akan terjadi lagi saat pikirannya sadar.
"Apa kita tidak akan melakukan sesuatu malam ini?" Tanya Freya. Dia harus memastikan bahwa Bara bercinta dengannya, agar dia memiliki jaminan tidak akan diusir lagi. Ya seorang anak, apa lagi anak laki-laki akan sangat menjamin hidupnya.
Freya harus membuat keluarganya nyaman dan bahagia. Karena itu telah menjadi tanggung jawab Freya sejak ayahnya tidak bisa berpikir secara normal lagi.
"Kau pikir, aku tertarik padamu? Kau terlalu menganggap tinggi dirimu, Freya ... kau tidak semenarik itu." Bohong Bara, padahal jika Freya lebih lama lagi di kamarnya, bisa saja pertahanan Bara luntur.
'Aku tidak tertarik dengan wanita sepertimu ... kau wanita menjijikan' kata-kata Edward di malam pertama mereka kembali terngiang-ngiang di telinga Freya. Membuat Freya kembali percaya bahwa dia bukanlah wanita menarik.
Kepercayaan diri yang sempat dibangun Freya kembali runtuh. Dia bukan wanita menarik maupun cantik. Dia wanita menjijikan, baik Edward maupun Bara tidak tertarik padanya.
Sekalipun Freya merasakan ketertarikan Bara kepadanya selama dua minggu kebersamaan mereka tetap saja itu tidak cukup. Bagi Bara dia tetaplah wanita yang tidak menarik.
"Kau benar, seharusnya aku tidak datang ke kamar ini untuk mengesahkan pernikahan kita ... aku tahu aku bukan wanita menarik ... bukan hanya kau yang mengatakannya ... saudaramu juga ... kalian benar-benar saudara ... ketertarikan kalian juga sama ... maaf jika aku telah mengganggu waktu istirahatmu ... selamat malam ... suamiku." Ucap Freya, dia masih menahan air mata agar tidak keluar. Dia tidak akan memperlihatkan kelemahannya di depan Bara. Freya keluar dari kamar Bara dengan membanting pintu.
Kedua kalinya dalam pernikahannya dia diabaikan. Merasa terhina, tentu saja. Bara dan Edward sama-sama tidak tertarik padanya. Jika mereka tidak tertarik lalu kenapa keduanya seperti menyukainya.
Bara memukul dinding, setelah Freya keluar dari kamarnya. Apa yang terjadi dengan pernikahan Freya dan Edward? Kenapa Freya seperti menganggap Bara tidak tertarik padanya. Bara hanya tidak ingin melanggar prinsipnya. Tidak boleh memiliki wanita yang pernah menjadi milik orang yang dikenalnya dan Bara juga tidak suka dibohongi.
Seharusnya dia tidak perlu berlama-lama di Maidstone. Seharusnya, sesuai rencana awal hanya tiga hari paling lama, tidak lebih. Dia hanya perlu berkenalan dan melihat-lihat property, pabrik dan perkebunan. Tapi pesona Freya membuatnya tinggal lebih lama dari yang direncanakannya. Bara kesal sendiri dan merasa bodoh.
Kedekatannya dengan Freya membuatnya terikat menikah dengan Freya. Bara menyesali semua kejadian, karena menerima tawaran Amber untuk minum. Menyalahkan Amber kenapa meninggalkan mereka berdua. Biasanya Amber selalu teguh pendirian dengan kesopanan. Lalu mengapa dia meninggalkan mereka?
Besok pagi-pagi sekali, kalau perlu sebelum semua terjaga. Dia harus segera kembali ke London, agar tidak melihat Freya lagi. Tidak tahu pertahanannya akan bertahan berapa lama jika harus di dekat Freya. Freya terlalu menarik dan cantik untuk diabaikan, apalagi mereka telah resmi menikah.
🍒🍒🍒
Hi baca juga karya teman author ya
__ADS_1
...BECAUSE I SEE ONLY YOU...