Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Lahirnya Kama Dan Kimi


__ADS_3

Flashback 18 tahun yang lalu...


Saat itu Mama Kimi baru saja pulang dari korea. Dia membeli rumah yang ada di pinggir rumah Mama Kama.


"sayang aku mau ke tetangga bentar ya mau lihat lihat" ucap Mama Kimi kepada suaminya.


"Iyaa mau aku temenin sayang?"


"nggak usah lagian deket kok" ucap Mama Kimi yang hanya diangguki oleh suaminya.


Mama Kimi pun berjalan sambil mengelus perut buncitnya yang berisi Kimi di dalamnya sekitar 8 bulan usianya.


Mama Kimi berjalan menuju rumah Kama. Mama Kimi mengetuk pintu dan Mama Kama mempersilahkan masuk tamunya.


"Oh iya perkenalkan nama saya Jessy, saya tetangga baru kalian" ucap Mama Kimi sambil mengulurkan tangannya dan dengan senang hati Mama Kama menyambut uluran tangan Mama Kimi.


"Wahh mbak nya sedang mengandung ya? Berapa bulan?" tanya mama Kimi


"Ohh ini sudah 9 bulan lagi nunggu kelahirannya."


"Sekitar berapa minggu lagi mbak?" tanya Mama Kama sambil mengelus perut Mama Kama.


"Menurut perkiraan sih beberapa hari lagi"


"Wahh selamat ya mbak sebentar lagi akan punya anak." ucap Mama Kimi


"Iya mbak lha mbaknya berapa bulan ini?" ucap Mama Kama sambil mengelus perut Mama Kimi.


"Ini sudah memasuki bulan ke 8 mbak" ucap mama Kimi sambil mengelus lagi perutnya.


"Waahh selamat ya kalo gitu kita lahirannya selisih 1 bulan dong ya?"


"hehehhe iya mbak, kalo gitu saya pamit dulu ya mbak suami saya udah nunggu di rumah." ucap Mama Kimi sambil berdiri dari posisi duduknya.


"Oh baiklah mbak lain kali datang lagi kesini ya biar saya ada temennya." ucap Mama Kama sambil mengantar Mama Kimi.


"Oke mbak saya selalu datang bila dibutuhkan." ucap mama Kimi.


"Sampai jumpa mbak lain kali saya datang" ucap Mama Kimi sambil berlalu pergi meninggalkannya.


"Sampai jumpa kembali" ucap Mama Kama sambil melambaikan tanggannya dan mama Kimi pun melambaikan tangannya.


Sampai di rumah Mama Kimi memasuki rumah barunya dan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Sudah selesai ngobrolnya sayang?"


"Sudah selesai mas dia sangat baik lho dia juga sedang mengandung usianya sekitar 9 bulan katanya dan menurut perkiraan dia akan melahirkan dalam waktu dekat ini" ucap Mama Kimi antusias sekali sambil tiduran di kasur nya yang baru.


"Oh ya berarti kalian akan selisihan dong" ucap Papa Kimi sambil duduk di samping istrinya.


"Iya mas aku nggak sabar lihat anaknya pasti imut sekali ya? Mamanya aja cantik banget"


"Cantik sekali ya Ma?" tanya papa Kimi polos


"Ohh kalo cantik mau berpaling dari aku gitu? Huh dasar laki laki" ucap Mama Kimi sambil duduk dari posisi duduknya dan membelakangi nya.


"Ihh mama sensitif banget sih aku kan hanya tanya aja kok malah marah."


Gimana caranya ya? ahh..


"Kamu juga cantik kok lebih cantik dari Sinderella dan lebih manis dari pada madu. Kamu adalah wanita tercantik sedunia sayang" gombal papa Kimi sambil merangkul pundak istrinya dan menelusuri wajah sang istri dengan jarinya.


"ahh mas bisa aja deh" ucap Mama Kimi sambil berbalik badan dan memeluk tubuh suaminya, menyembunyikan wajahnya yang merona."

__ADS_1


"Hehheh"


Rumah Kama...


"Aduhh mas sakit mas" ucap Mama Kama sambil memegang tangan suaminya dan terlihat peluh bercucuran.


"Kamu kenapa sayang?"


"Aku mau lahiran kayaknya mas aduhh sakitt"


"Ya sudah aku akan siapkan mobil dulu" Papa Kama langsung menuju parkiran mengambil mobilnya tapi siapa sangka mobilnya malah mogok di situasi seperti ini.


Papa Kama berlari menuju rumah tetangganya yaitu rumah Kimi.


Tok tok tok


"Iya? Ada apa ya mas?" ucap Papa Kimi dan Mama Kimi ada di sampingnya


"Tolong saya, saya mau pinjam mobil masnya bisa istri saya mau lahiran"


"Apa?!!" ucap mereka barengan.


"Ayo mas tolongin mereka" ucap Mama Kimi dengan nada cemas nya.


"Iya sayang aku ambil mobil sebentar ya."


Sampai di rumah sakit...


"Dokter dokter tolong istri saya mau melahirkan" teriak histeris papa Kama.


Suster dengan sigap langsung membawa Mama Kama ke ruang persalinan.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya terdengar lah suara bayi yang menangis dengan keras.


"Boleh aku gendong mbak?" tanya Mama Kimi


"Boleh dong" ucap Mama Kama sambil menyerahkan bayinya.


Mama Kimi menggendong Kama.


"Ini mau di beri nama siapa?" tanya mama Kimi


"Saya mau beri dia nama Kama, Kama Rasendria"


1 bulan kemudian


Kamar


"Wahh Kama semakin imut ya" ucap Mama Kimi sambil menggendong bayi mungil laki laki yang menggemaskan itu.


"Iya sebentar lagi kamu akn akan jadi orang tua Jess"


"Iya sebentar lagi"


Mama Kimi berjalan ke anak tangga menuju lantai bawah. Sampai di lantai bawah Mama Kimi merasa sudah mau melahirkan.


Mama Kimi dilarikan ke rumah sakit dan sampai terdengar suara tangisan bayi papa Kimi langsung berkaca kaca matanya,


"Selamat mas" ucap Papa Kama sambil memeluk tetangganya tersebut.


Mereka masuk ke dalam dan menemui Jessy.


"Wah selamat mbak sudah punya anak, cewek lagi cantik banget kayak kamu" ucap Mama Kama sambil menggendong Kama. Dan mama Kimi langsung menangis bahagia.

__ADS_1


"Ini mau di beri nama siapa mbak?"


"Belum kepikiran" ucap Mama Kimi sambil menggendong anaknya dan mengelus kepala Kimi.


"Emmm bagaimana kalo namanya kembar saja?"


Mama Kimi mengerutkan keningnya


"Maksudnya?"


"Yaa nama anak kita sama anakku Kamaa kalo anak kamu Kimi aja gimana?"


"Kimi? Sangat bagus aku menyukainya, gimana denganmu mas?"


"Sangat cantik sayang" ucap Papa Kimi sambil mencium kepala Istrinya.


"Kalo gitu nama anak kita Kimi Radeeya, bagus kan? ucap mama Kimi dan diangguki oleh suaminya.


Beberapa tahun kemudian Kama dan Kimi tumbuh dengan sehat dan bahsaja, mereka sudah seperti saudara saja bahkan mama mereka memperlakukan kama dan kimi seperti anak mereka sendiri. Seperti sekarang ini. Mereka akan di mandikan bersama di rumah Kama.


"Kama dan Kimi sekarang mandi ya" ucap Mama Kama sambil melepaskan pakaian yang mereka kenakan.


Tiba-Tiba Kimi tersedak dengan makanannya


"Kenapa lo Kim sampe kesedak gitu?" Tanya Kama sambil menyodorkan gelas yang berisi air.


"Jadi kita mandi bersama tante?" tanya Kimi dg tampang kagetnya.


"Lahh iya kalian mandi bareng, waktu itu umur kalian baru 3 tahun kok jadi nggak ngerti." ucap mama Kama yang membuat Kimi bernafas lega.


lanjut dengan cerita...


Setelah selesai mandi Kama dan Kimi memakai pakaian ganti mereka. Dan yang paling susah di pakaikan pakaian adalah Kama.


Kama berlari lari dengan tubuh telanjangnya itu ke sana kemari di dalam rumah itu.


Kimi tertawa setelah di ceritakan bagian itu.


"Lahh lo lari lari dengan telanjang Kam? Hahaha lo kayak tarzan dong? Malahan tarzan pake baju walaupun nggak semua ketutup" ucap Kimi sambil menahan tawanya. Mama Kama pun tertawa ketika menceritakan bagian itu.


Sedangkan Kama dia merengek meminta mereka untuk tidak mentertawakan nya lagi dengan wajah yang merona di wajahnya.


Lanjut cerita...


"Kama kesini dong jangan lari lari nggak pake baju kayak ntar sakit lho" ucap Mama Kimi sambil berlari mengejar Kama dan meninggalkan Kimi sendirian di Kamar Kama.


Setelah berhasil menangkap Kama, Mama Kama pun langsung memakaikan baju Kama dengan paksa karena Kama selalu menolak untuk dipakaikan baju.


Mama Kama teringat dengan Kimi yang masih berada di Kamar sendirian.


Mama Kama menggendong Kama memasuki kamarnya. Sampai di Kamar Kama, Mama Kama tidak melihat Keberadaan Kimi.


"Astaga Kimi, sayang kamu di mana?"


Mama Kama meletakkan Kama di ranjang dan mencari ke seluruh kamar dan yang terakhir di Kamar mandi, Mama Kama melihat Kimi sedang berada di bath up bermain dengan sampo dan sabun sampai seluruh badannya di lumuri dengan busa.


"Astaga Kimi! Kamu mau mandi lagi?"


Kimi hanya menjawab dengan ocehan yang tidak jelas.


Mama Kama pun memandikan Kimi lagi.


Cerita Tamat

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2