
"Ehh jangan kayak gitu dong Kim" ucap Kama memelas kepada Kimi
"Makanya Kam lo harus Terima Sasa dong" ucap Kimi sambil memegang tangan Kama.
"Gue nggak bisa Kim" ucap Kama sambil menarik tangannya.
"Oke kalo gitu fix gue nggak akan sahabatan lagi sama lo" ucap Kimi sambil berdiri dari posisi duduknya dan melangkah pergi menjauh dari Kama.
'Duh, urusan cewek kok sampe bikin pusing gini ya'
Sambil menjambak jambak rambutnya dengan frustasi Kama memikirkan kembali yang di ucapkan Kimi barusan bukanlah main main.
'Apa iya gue harus nembak Sasa? Tapi gue nggak suka sama dia. Dasar Kimi nggak pengertian banget sih lo'
"Aduhh Kimi!! " teriak Kama yang langsung membuat seisi kantin melihat kearahnya.
"Apaan kalian semua liat liat!" teriak Kama yang membuat semua orang yang ada di kantin langsung menunduk (sultan mah bebas).
Saat membentak ternyata ada seorang guru yang berdiri di belakang Kama.
"Ehh bapak sejak kapan pak disini?" ucap Kama sambil menyengir kaku ke guru itu.
"Bagus kamu ya teriak teriak gitu sama temen temenmu?" ucap Sang guru dengan senyum ter manisnya.
"Nggak kok pak kata siapa? Saya nggak teriak- teriak seperti yang bapak pikir kok." elak Kama.
"Bagus ya kamu, sekarang kamu bapak hukum bersihin toilet kamar mandi sekarang!"
"Apa?!! " teriak Kama.
"Kamu kalo teriak yang lebih pelan sedikit dong jantung bapak serasa mau copot" gerutu guru itu sambil mengusap dadanya.
"Kalo teriak ya keras pak kalo pelan namanya bisik bisik tetangga." ucap Kama seperti tidak memiliki rasa bersalah.
"Kamu masih bisa njawab ya, sekarang bapak hukum kamu sampai jam kelas berakhir! " tegas guru itu.
"Ahh bapak jangan kayak gitu dong" ucap Kama sambil membuat mimik wajah melas.
"Sekarang!! " teriak guru itu.
Semua siswa yang masih ada di kantin langsung lari menuju ke kelasnya daripada terkena cipratan hukuman.
Guru itu langsung menyuruh Kama membersihkan kamar mandi saat itu juga. Kama berjalan di belakang guru itu dengan mulut yang tidak berhenti meracau.
Cih! sial banget gue hari ini kayaknya dunia ini tidak pernah memihak ke gue dah
"Kamu kalau jalan lihat lihat dong" ucap guru itu karena Kama menabrak punggung nya.
"Maaf Pak saya lagi pusing nih pak saya mau ke UKS aja ya pak" ucap Kama memijat keningnya seolah olah dia sedang pusing pusing beneran.
"Jangan banyak alasan kamu Kama!" ucap guru itu seolah olah mengerti kalau Kama sedang berpura-pura agar tidak jadi di hukum.
'Sial!'
"Apa kamu bilang Kama? Sial?"
"Eh nggak kok pak saya bilang siap ya siap pak" elak Kama.
"Ya sudah sekarang kamu bersihin tuh toilet!"
"Pufftt iya Pak" ucap Kama malas.
Sebenarnya papanya Kama merupakan penanam modal terbanyak di sekolah ini, namun papa Kama menjelaskan bahwa kalau anaknya berbuat salah maka harus dihukum seperti siswa lainnya.
Guru itu pun pergi kembali ke ruangannya karena waktu istirahat masih ada sisa waktu 10 menit.
Saat itu Kimi keluar dari toilet dan melihat Kama yang sedang membersihkan toilet Kama juga sejak tadi memperhatikan Kimi. Kimi hendak meledek Kama namun di urungkannya karena dirinya dan Kama sedang bermusuhan.
"Eh Kim bantuin gue dong" ucap Kama.
__ADS_1
Kimi hanya mengalihkan pandangannya dan berjalan lurus ke depan tanpa memperhatikan Kama.
"Duhh gini banget kalo di acuhkan Kimi ya. Hiks hiks hampa" ucap Kama dengan nangis yang dibuat buat.
Kama pun membersihkan kamar mandi sampai saatnya pulang sekolah.
"Ahh akhirnya pulang sekolah juga kan, saatnya jemput Kimi" ucap Kama sambil melempar pel ke sembarang tempat.
Kama pun berjalan ke arah dimana kelas Kimi berada.
"Eh Kim ayuk pulang." ajak Kama ketika melihat Kimi berjalan keluar kelas.
"Gue pulang sama Frans" ucap Kimi ketus sambil menggandeng tangan Frans dan langsung pergi meninggalkan Kama.
"Kim andai saja lo tau gue sakit liat lo diemin gue kayak gitu, apalagi lo malah milih Frans daripada gue" ucap Kama bersedih dan meninggalkan sekolahya dengan rasa duka.
Kama menaiki motornya dan pergi bukan menuju rumahnya melainkan pergi ke taman yang berada dekat di lingkungan tempat tinggalnya.
Sampainya di taman itu Kama langsung berjalan malas menuju bangku dan duduk dengan kasar ke bangku tersebut.
"Aaaaaa" teriak Kama yang begitu frustasi untung saja taman itu sepi jadi tidak ada yang merasa terganggu dengan teriakannya.
"Apa gue harus maksain suka sama Sasa ya? Aahhh gue pusing" ucap Kama sambil memukul mukul kepalanya.
"Gue sukanya sama lo Kim, sama lo! Kok lo gak pernah nyadar sih."
"Kimi gue cinta sama lo!" teriak Kama yang begitu menggelegar.
Kama pun tidak bisa membendung lagi tangisannya. Seorang Kama yang biasanya tidak bisa menangis pun akhirnya menangis sejadi jadinya.
"Gue nggak bisa jauh dari lo Kim nggak akan pernah bisa" ucap Kama yang sudah melemah.
"Gue sayang sama lo Kim" ucap Kama yang terdengar parau sambil mengadahkan kepalanya.
***
"Gue nggak mau diemin lo sebenarnya Kam tapi lo sih nggak mau dengerin ucapan gue! Gini kan jadinya kita jadi marahan." ucap Kimi dengan memegang bingkai foto yang terdapat dirinya dan Kama yang berada di nakas pinggir kasur.
Siapa ya?
"Eh tante ada apa?" tanya Kimi saat sudah membukakan pintu.
"Apa Kama ada disini?" tanya Mama Kama.
"Nggak ada tuh tante lha emangnya Kama belum pulang?" tanya Kimi.
"Ya belumlah Kimi kalo udah ngapain tante kesini nyariin Kama." ucap Mama Kama yang hanya di balas cengirn Kimi.
"Ya udah tante masuk dulu yuk di luar hujan" ucap Kimi dan di angguki Mama Kama.
_____________________________________________
"Kira kira kemana Kama ya nak?" ucap Mama Kama setelah Kimi meletakkan nampan yang berisi teh hangat ke atas meja.
"Mungkin ke rumah temennya tante" ucap Kimi.
"Coba Kamu telfon dia nak mungkin saja dia mau njawab kalo kamu yang telpon" ucap Mama Kama dan diangguki Kimi
Kimi berjalan ke arah Kamar dan mengambil hpnya. Sambil berjalan turun ke bawah Kimi mencoba menghubungi Kama namun hasilnya nihil, Kama tidak menjawab panggilannya malahan HP Kama mati.
"nggak bisa di hubungi tante" ujar Kimi
"Kemana ya anak itu? Diluar hujan lagi"
"Mmm tante, gimana kalo aku cari Kama keluar sebentar" ucap Kimi yang melihat Mama nya Kama terlihat khawatir.
"Mau cari gimana nak Kimi? diluar hujan tuh"
"Kan bisa pakai payung tante, lagian diluar nggak lebat lebat amat kok hujannya.
__ADS_1
"Terserah kamu nak yang penting kamu hati hati dijalan ya"
"Itu mah beres tante, ya sudah aku pergi dulu ya tante. Kalo tante mau istirahat bisa ke kamar itu (sambil menunjuk kamar tamu) itu kamar baru saja di rapikan kok tante, tante bisa rebahan disitu"
"Iya nak Kamu baik banget"
"Ah tante kayak baru ketemu aku sejam yang lalu aja" ucap Kimi yang hanya disenyumi mama Kama.
"Aku mau keluar dulu cari Kama ya tante" ucap Kimi dan di iyakan Mama Kama.
Kimi berjalan keluar menggunakan payung. Dia kedinginan namun dia tahan demi menemukan Kama. Pada saat Kimi berjalan dia menemukan supermarket untuk tempatnya berteduh sementara. Dan dia menemukan sosok yang sejak tadi merepotkan nya.
Kama masih tetap di posisinya. Dia bahkan sperti tidak merasakan dinginnya air hujan. Tiba tiba ada yang menangkis air hujan di wajahnya.
"Kimi? ngapain lo kesini?"
"Gue mau jemput lo Kam!"
"Nggak perlu!"
"Ayo balik" sambil menarik tangan Kama. Dan songongnya Kama malah menepis tangan Kimi
"Gue masih mau disini"
"Nggak usah ngeyel deh Kam lo udah pucet gitu"
"Gue nggak papa"
Kimi langsung menarik tangan Kama secara paksa dan meninggalkan motor Kama di taman itu.
Kimi langsung mendorong paksa Kama untuk masuk ke dalam taksi yang tadi sempat di berhentikan Kimi.
Diperjalanan Kama sudah tidak sanggup lagi membuka matanya, dan diapun tertidur di pundak Kimi.
Kama kama andai saja lo tau gue sayang banget sama lo
Kimi pun menghangatkan Kama dengan cardigan yang sempat dia pake waktu berangkat.
Sampainya di rumah Kimi, Kama dibangunkan Kimi agar berjalan menuju rumahnya.
"Gue nggak kuat Kim" ucap Kama yang terdengar parau.
Kimi pun memepah Kama menjuju rumahnya. Dan mama Kama pun berteriak histeris namun Kimi menjelaskan agar Mama Kama jangan memarahinya dulu dan di iyakan olehnya. Dan Kimi menguruhnya agar pulang saja biar dia yang menjaga Kama dan mama Kama mempercayakan semua kepada Kimi
Kimi membaringkan tubuh Kama di kamarnya karena ini permintaan Kama sendiri (Kama sudah ganti baju loh ya) . Kimi pun dengan telaten mengelimuti tubuh Kama.
"Lo berapa bulan nggak di cuci nih kaos kaki sama sepatu" ucap Kimi yang membawa kaos kaki beserta sepatunya keluar kamar dan di berikan ke pembantu
"Lo nggak usah banyak bicara deh Kim, kok nggak ikhlas banget ngerawat gue, pusing nih gue"
"Cih pusing gitu aja aleman!"
"Lo nggak marah lagi sama gue kan Kim?" tanya kama ketika melihat Kimi masuk kembali ke kamar.
"Masih marah sih tapi gue kasihan sama lo makanya gue tunda dulu marahan nya."
"Kalo gitu sini Kim" ucap Kama sambil menepuk sebelah kanan tempat dia berbaring.
Kimi pun beranjak malas dan mengikuti kemauan Kama. Kimi duduk di samping Kama. Dan Kama pun menarik pinggangnya dan Kimi bersandar di dada Kama.
"Jangan gerak Kim mumpung lo lagi nunda marahan nya sama gue, jadi gue mau di manja lo" ucap Kama.
"Cih kayak anak kecil aja!"
"Biarin"
"Aduh Kam jangan erat erat dong meluknya" ucap Kimi dan membuat Kama mengendurkan pelukannya.
Mereka pun tidur saling berpelukan.
__ADS_1
Bersambung...