Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Apa karena pindah kota


__ADS_3

Mereka bertiga masih berbincang-bincang sampai pukul 11 malam. Hari sudah sangatlah gelap namun mereka masih saja meminum teh hangat, sesuai permintaan Rian tadi.


"Jadi rencana kalian mau gimana nih?"


"Kita akan libur sekolah besok hehe,"


"Kok libur sih!"


"Ya lo bayangin dong Kim dari Jakarta sampe Semarang itu berapa jam! 6 jam lebih Kimi! Gila lama banget. Nggak sangka gue kalau sampe berjam-jam lamanya."


"Nah bener tuh. Kalaupun kita balik ke Jakarta, mungkin kita nggak akan sekolah besok. Sama aja kan?" Rian meneguk kembali teh hangat nya. Kimi mangut-mangut paham.


"Kita akan nginep disini semalam. Boleh kan?"


"Boleh tapi disini kamar tamunya ada satu. Kalian barengan kamarnya nggak apapa kan?"


"Apa? Barengan? Lo kira kita homo" ketus Kama.


"Ya kan nggak apapa kan?"


"No!" ucap mereka bebarengan.


"Lha terus mau gimana? Lo mau tidur di karpet? Sofa? Gentrng?"


"Ya gue mau tidur sama lo lah Kim" santai Kama sambil meminum kembali tehnya yang sudah dingin.


"No! Nggak ada yang boleh satu kamar jenis yang berbeda" tegas Kimi


"Beda jenis gimana? Kita sama-sama manusia kan? Punya kepala, mata, hidung, tangan kaki, dan lain sebagainya. Lengkap kan? Sama kan?" Kimi menatap Kama yang sedang minum dengan lama. Tangan itu pun mulai bergerak menonyor kepala Kama.


"Ahh ngapain sih lo, kalo tumpah gimana?" gerutu Kama yang hampir tersedak.


"Makanya kalau ngomong itu dipikir. Maksudnya jenis kelaminnya oon! Disini itu nggak boleh beda jenis tapi tidur bareng! Ngerti nggak sih lo!" Rian menggelengkan kepalanya melihat dua sejoli itu.


"Kenapa emangnya?"


"Ya lo mau di bawa massa terus kita nikah gitu!" seru Kimi yang tak habis pikir dengan ucapan konyol yang dilontaekan Kama.


"Wah malah beneran dong ya, jadi makin cepet bikin anaknya hihi" ucap Kama dengan cekikikan


"Dasar lo. Otak lo kayaknya harus di kasih minyak deh biar nggak ada otak"

__ADS_1


"Kok bisa?"


"Kan licin terus hilang tuh otaknya!" Kama menautkan alisnya.


"Ah sudahlah. Ayo tidur udah hampir tengah malem nih" ajak Kimi kemudian berdiri dan masuk ke dalam tanpa mengambil nampannya.


"Kim nampannya" ujar Rian.


"Udah besok aja, hoam ngantuk ayo masuk gue mau kunci nih pintu" Kimi hendak menutup pintunya namun Kama dan Rian berlari tergesa-gesa masuk ke dalam sebelum Kimi menutup pintunya.


Kimi masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar tamu yang akan di tinggali Kama dan Rian. Kama dan Rian pun masuk ke dalam kamar mereka.


"Widihh, gede juga kamarnya ya" ucap Rian. Kama langsung terkapar di atas kasur empuk itu dan membiarkan Rian terkagum-kagum dengan kamar tamunya.


"Si Kama cepet banget molornya" gerutu Rian ketika melihat Kama yang sudah menutup mata dan terlelap.


"Masak gue harus tidur seranjang sama dia? Ah bodo amatlah" Rian langsung merebahkan tubuhnya di samping Kama dan membatasi tengahnya dengan bantal guling.


Mereka terlelap. Pukul 3 dini hari Kama terbangun dan mendapati tangan Rian yang memeluknya. Kama terlonjak kaget dan membuka matanya lebar-lebar. Dia menyingkirkan tangan Rian dari dadanya.


Kama masih menunjukkan kegeliannya saat telapak kakinya sudah menapaki lantai yang dingin. Kama mengambil sandal dibawah kolong kasur itu dan memakainya.


Dengan mata yang sayup-sayup karena masih mengantuk, Kama berjalan menuju dapur. Karena tidak tahu letak dapurnya Kama memilih untuk mengetuk pintu kamar Kimi. Pintu terbuka dan Kimi menunjukkan wajah yang masih sangat mengantuk itu dengan mata terpejam.


Kama mengambil dan meneguknya.


"Kim, jangan tidur dulu. Temani gue ke toilet dong" bujuk Kama ketika melihat Kimi hendak kembali menuntaskan tidurnya.


"Ayo ah cepetan" ketus Kimi dan mulai berjalan ke arah dimana toilet berada. Kama masuk ke dalam dan menuntaskan hasrat buang airnya.


"Masuk atas keluar bawah" ledek Kimi ketika mendapati Kama sudah keluar dari toilet. Bahkan Kimi sudah terlihat tidak mengantuk lagi karena diganggu Kama sejak tadi.


"Diam aja lo!" Kama berlari duluan dan meninggalkan Kimi yang ikut-ikutan masuk ke dalam toilet.


Kimi sudah selesai menuntaskan hasratnya. Dia langsung berjalan ke kamar dan langsung tidur. Kama keluar dari kolong kasur dan ikut tiduran di samping Kimi.


Hah daripada tidur sama anak itu. Mending sama Kimi aja haha.


Kama ikut terlelap disamping Kimi dengan memeluk Kimi. Karena sudah terlelap Kimi tidak menyadari akan makhluk yang tidur di sampingnya.


°°°

__ADS_1


Pukul 6 pagi, Rian bangun dari tidurnya tapi tidak mendapati adanya Kama di sampingnya. Dia celingukan seperti orang linglung karena nyawanya belum terkumpul sempurna.


'Kama kemana ya?' gumam Rian dan mengambrukkan kepalanya ke bantal lagi dan tidur kembali.


Kamar Kimi.


Kama dan Kimi masih belum membuka matanya mereka masih di alam mimpi sampai tak sadar kalau mereka tidur berpelukan.


Kama mulai membuka matanya. Mengucek matanya yang masih buram dan mendapati Kimi yang sedang memeluknya dengan tenang. Kama tersenyum melihatnya dengan hati-hati Kama melepas tangan Kimi dari pinggangnya dan dengan pelan-pelan pula Kama turun dari kasur Kimi.


Kama berkacak pinggang saat mendapati Rian masih memeluk bantal guling dengan mesranya. Dia mengambil bantal di pinggir Kama dan langsung mendaratkannya di atas wajah Rian.


"Ada apa ya. Ha ada apa?" Rian langsung bangun dari tidurnya dengan mata menatap kesana kemari.


"Pffftt Hahaha" Kama tergelak karena melihat Rian seperti orang yang sedang kebingungan.


Rian mengalihkan pandangannya ke arah Kama yang masih menyisakan gelak tawanya.


"Ada apa ya Kam?" ucap Rian dengan masih seperti orang linglung.


"Ada apa ada apa! Ayo buruan mandi! Bau!" Dengan segera Rian langsung beranjak bangun dan keluar dari kamar. Namun Rian balik lagi.


"Ada apa?" tanya Kama mengalihkan pandangan dari HP ke arah Rian.


"Lo mau ngerjain gue ya! Dimana kamar mandinya ha!" Rian berjalan ke arah Kama dan langsung memukul pundaknya.


"Lah mana gue tau" ucap Kama santai tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Dasar lo ya! Nggak ada akhlak emang!" Rian merebahkan kembali tubuhnya ke atas kasur.


"Bangun woyy udah siang nih!" Kama meletakkan ponselnya dan beralih ke arah Rian yang malah menutup matanya kembali.


"Udahlah Kam, tidur lagi aja toh kita nggak berangkat sekolah kan hari ini" ucap Rian dengan mata yang masih tertutup.


Iya juga ya. Gue ke kamar Kimi aja ah.


Kama masuk ke kamar Kimi ternyata Kimi masih saja belum bangun dari tidurnya. Bahkan dia sudah berpindah posisi dari posisi yang tadi.


Kimi menggeliat namun masih dengan mata tertutup. Kimi mulai pindah posisi lagi dia bergerak kesana kemari.


Apa ini kebiasaan Kimi ya? Sepertinya nggak deh. Waktu di Jakarta nggak separah ini. Mungkin cuma handuk aja.

__ADS_1


Apa karena pindah kota?


Bersambung...


__ADS_2