Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Minggu sial kama (1)


__ADS_3

"Hahaaha"


"Ngapain lo ketawa gitu?" tanya Kama karena kaget tiba tiba Kimi tertawa.


"Eh ngaca dong itu kepala lo itu kayak apa?" ucap Kimi sambil menahan tawanya.


Ada apa sih di kepala gue?


Kama beranjak turun dari kasur dan melihat wajahnya.


"Aaaa lo apain rambut gue Kim? Kok aneh gini" gerutu Kama dengan tampang kagetnya sambil memegang rambut nya


Flashback Kimi menguncir rambut Kama


"Aaahh gue punya ide cemerlang"


Kimi mengambil ikat rambut yang ada di dalam kantung baju piamanya. Dan Kimi menguncir rambut Kama kecil kecil.


Flashback off


"Dasar lo ya gue sumpahin lo nggak bakal dapet pacar!" Teriak Kama.


"Bodo amat!" ucap Kimi sambil menyibak selimut dan turun dari ranjang menuju kamar mandi tepatnya wastafel untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


"Kam lo taruh dimana sikat gigi?" tanya Kimi


"Apa lo mau pake sikat gigi aku? Ih jorok gue nggak mau barengan sikat gigi sama lo" teriak Kama dengan nada ketusnya dari luar kamar mandi.


"Ihh jorok amat pake sikat gigi bekas lo" gerutu Kimi dari dalam kamar mandi.


"Maksud gue mana sikat gigi yang masih baru?" sambung Kimi


"Sikat gigi yang masih baru nggak ada, adanya bekas gue 1 bulan yang lalu tuh ada." teriak Kama lagi


Kimi mengeringkan muka yang baru dibasuh dengan handuk yang ada di dinding kamar mandi Kama.


Setelah itu Kimi membuka pintu kamar mandi dan keluar darinya dan langsung melotot ke arah kama sambil berkacak pinggang.


Kama pun yang sedang membenarkan rambutnya langsung menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka dan melihat Kimi keluar dari situ.


"Apaan lo melotot kayak gitu mau gue congkel tuh mata?" ucap Kama dengan nada ketusnya sambil bercermin kembali dan membenarkan rambutnya kembali.


"Dasar lo ya bikin gue darah tinggi aja pagi pagi gini" ucap Kimi sambil berjalan menghampiri Kama.


"Eh apaan sih lo kok di acakin lagi nih rambut, gue udah susah susah benerinnya juga" ucap Kama sambil membenarkan kembali rambut yang sempat di acak oleh Kimi


Dilantai bawah...


"Apaan sih tu mereka berdua ribut ribut di atas" gerutu mama Kama yang mendengar keributan yang terjadi di Kamar atas.


"Ada apa tante?" ucap Vano penasaran


"Itu lo nak Vano di kamar atas kok ribut banget ya?"


Vano pun ikut mendengar apa yang di dengar Oleh mama Kama.


"Mereka kayak lagi perang ya tante"

__ADS_1


"Biar tante susul mereka di atas, kamu nggak mau mandi dulu?" tanya mama Kama karena melihat Vano yang masih pakai piamanya.


"Nggak ah tante aku mau mandi di rumah saja lagian pakaian saya ada di rumah semua" jelas Vano


"Oh ya sudah kalau begitu tante mau ke kamar Vano dulu" jawab Mama kama dan hanya di angguki oleh Vano.


Kamar Kama.


"Bodo gue mau balik bay" ucap Kimi sambil berjalan ke arah pintu dan saat hendak membuka handle pintu tiba tiba ada bantal yang melayang dan mengenai punggung nya.


"Berani sekali lo lempar bantal ke gue" ucap kimi sambil berbalik menghadap kama yang seolah tidak memiliki dosa apapun.


"Bodo!"


Kimi yang sudah seperti ada tanduk di kepalanya langsung mengambil bantal yang ada di kasur Kama dan melempar tepat di muka Kama.


Perang Bantal Dimulai...


Kama langsung membalas dan benda yang ada di dalam bantal langsung berhamburan keluar, dan perang pun tidak bisa di hentikan sampai pada saat Kama akan melempar bantal ke Kimi, Kimi pun menghindarinya dan pada saat itu Mama kama membuka pintu kamar dan yang kena adalah Mama Kama.


"Eh mama ngapain di sini?"


"Dasar anak nakal kamu ya mama di lempar bantal." ucap Mama kama sambil berjalan ke arah Kama Dan saat sampai di depan Kama mama Kama langsung memukul bahu Kama berkali kali.


"Aduh aduh stop ma sakit tau" ucap Kama


Mama Kama pun menghentikan aktivitas nya.


Di sisi lain Kimi tertawa terbahak-bahak karena dapat melihat Kama dipukuli Mamanya.


"Ihh mama seru tau main lempar bantal kayak gini"


"Sudah cukup kamu ngelesnya. Sekarang sebagai hukuman kamu kamu harus bersihin nih kamar sampai bersih dan juga kamar mandinya"


"Hahahah"


"Nggak usah ketawa Kimi kamu juga harus ikut membersihkan kamar dan kamar mandi di sini" ucap Mama Kama yang langsung memudarkan tawa Kimi.


"Kok aku sih tante?" ucap Kimi sambil berjalan menuju Mama Kama dan menggelayuti tangan Mama Kama dan membuat mimik wajah yang menggemaskan."


Karena melihat wajah Kimi mama Kama jadi tidak tega menghukum nya.


"Ya sudah kamu tidak Tante hukum tapi kamu harus memantau pekerjaan Kama biar beres ya sayang." ucap Mama Kama sambil mengelus rambut Kimi.


"Apa??!! Mama yang bener aja masak aku yang di suruh bersihin kamar sendirian." rengek Kama


"Kamuu mau ngelawan?" gertak Mama Kama


"Nggak ma" ucap Kama sambil menundukan kepalanya. "Tapi kan ma.. "


"Udah tinggal kerjain aja kok, tapi sebelum itu kalian makan dulu aja biar nggak lemes nanti kerjanya."


"Siap tante" ucap Kimi sambil memamerkan gigi nya.


Dan yang di dengar dari kama hanyalah helaan nafas putus asa.


Meja makan...

__ADS_1


Hening tercipta Hanya terdengar sendok dan piring yang saling berperang. Kama menyenggol kaki Kimi.


"Apaan?" ucap Kimi tanpa suara.


Kama hanya mengendikan bahu saja. Kimi memutar bola malas. Kama mengulang ulang menyenggol kaki Kimi membuat Kimi geram saja dengan kelakuannya. Akhirnya Kimi pindah ke samping mama Kama


"Ada apa Kimi kok pindah?" ucap Mama Kama yang sedari tadi dia melihat Kimi yang berjalan ke arahnya.


"Di situ ada ada makhluk halus tante?" spontanitas Kimi


Sial dia bilang gue apa makhluk halus sudah gila ya?


batin Kama sambil makan dengan sendoknya dengan kasar.


"Apa?"


"Eh bukan tante maksudnya aku hanya ingin duduk di sebelah tante saja."


"Oh ya sudah kalau begitu" ucap Mama Kama yang hanya di senyumin oleh Kimi.


Usai makan...


"Tante aku mau pulang dulu ya?" pamit Vano


"Oh iya nak Vano" ucap mama Kama. Vano pun menyalami Mama Kama dan mengucapkan banyak banyak Terima kasih karena sudah mau menumpangnya.


"Iya sama sama nak Vano, ya sudah mama ke kamar dulu sebentar ya?" ucap Mama Kama yang hanya di angguki Vano.


"Eh Vano kamu mau pulang ke rumah aku atau mau kemana?" tanya Kimi.


"Aku si pengen nginep di hotel aja ngeri soalnya rumah kamu" ucap Vano sambil mengusap leher belakangnya


"Kamu kok ngehina rumah Aku sih? Itu malam paling lo ngigo kalik mana ada sejarahnya di rumah gue ada setan huh!" ucap Kimi dengan sewot nya.


"hmm yaudah yaudah aku minta maaf" ucap Vano


"Ya"


"Kim anter aku pulang ke rumah kamu ya?" ucap Vano sambil menaik naikan alisnya.


"Ogah banget kan kamu udah ngehina rumah aku tadi ya kamu kesana sendiri lah"


"Ayolah Kim aku kan udah minta maaf"


"Sekali ngga ya nggak!"


Kama yang sedari tadi memperhatikan mereka berdebat akhirnya


braaak!!!


"Apaan sih Kam ngagetin tau!" gerutu Kimi sambil mengelus dadanya begitupun dengan Vano.


"Kok kalian pada ribut sih" ucap Kama


"Ya sudah gini aja gue antar dia pulang ke rumah lo Kim terus lo ikut gue antar Vano nginep di hotel gimana?" solusi Kama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2