
"Ma aku nggak mau pindah, aku suka disini. Aku nggak akan ikut kalian kemanapun kalian pergi" ucap Kimi saat di ambang pintu kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan.
"Tu kan sudah kubilang anak kita bakal kayak gitu reaksinya" ucap Mama Kimi kepada suaminya. Dan Papa Kimi hanya menggelengkan kepalanya.
"Terus ini gimana? Jadi pindahnya?" tanya Mama Kama.
"Huffttt bagaimana lagi kita harus pindah ke Semarang kan?" ucap Papa Kimi.
"Emm iya"
•••
"Kenapa gue harus pindah dari sini coba! Aaaa gue nggak mau hiks hiks" teriak Kimi dengan posisi tengkurap nya.
"Gue harus ninggalin rumah yang sedari kecil gue tempati, " Kimi dengan menghapus air matanya. "Gue akan ninggalin Kama? Gue nggak mau!" teriaknya lagi. Kimi memilih untuk menelpon Kama.
"Hallo Kam" ucap Kimi dengan nada seraknya saat mengangkat telpon dari Kama.
"Lo kenapa Kim? Lo nangis hahaha cengeng juga lo ya" ucap Kama dari seberang sana.
"Kam temuin gue di belakang rumah" ucap Kimi tanpa menjawab pertanyaan Kama dengan nada sesenggukan.
___________________________
"Ada apa Kim?" tanya Kama yang sudah duduk di bangku sebelah Kimi.
"Kamaa, hiks hiks" Kimi dengan memeluk Kama.
"Eh lo kenapa? Lo nggak papa? " tanyanya.
"Gu gue ma mau pindah darisini Kam, " ucapnya lagi.
"Ha? Apa lo bilang tadi? Pindah?" ucap Kama sambil mendorong pelan tubuh Kimi agar dia bisa menatapnya.
Kimi hanya menganggukkan kepalanya pelan dan dia ambruk lagi kepelukan Kama. "Gu gue pindah lusa Kam, gue nggak bisa deket lo lagi" ucapnya lagi dengan nada yang tersendat.
"Kalo lo pindah gue sama siapa dong? Nanti yang gue goda lagi siapa? Yang nraktir makan gue nanti siapa?" ucap Kama yang dan Kimi memukul dada Kama pelan.
"Lo nginep sini ya" rengek Kimi.
__________________________________________
"Gue bakal sama siapa disana kalo lo nggak ada?" tanya Kimi dengan menekuk wajahnya dan menyandarkan punggungnya di punggung kasur.
"Lo jangan pindah Kim" Kama tiduran di paha Kimi sebagai bantalnya.
__ADS_1
"Apa gue ikut lo aja?" idenya dengan menatap wajah Kimi dari bawah.
"Lo pikir mau liburan yang cuma berapa hari doang! Keluarga gue bakal disitu lama tau!" seru Kimi.
"Makanya kita nikah dulu yuk Kim" nyleneh nya Kama.
"Kok lo masih bisa bercanda saat kayak gini sih! " seru Kimi
"Ya sorry"
"Kalo gue disana lo masih cinta nggak sama gue?" tanya Kimi.
"Tergantung"
"Kok tergantung sih!"
"Ya tergantung gimana nanti lo disana, lo masih setia sama gue atau, "
"Atau apa!"
"Atau lo udah milik orang lain disana" Kama beranjak bangun dan menatap wajah Kimi.
"Gue bakal milih lo Kam nggak ada yang pengertian seperti lo di dunia ini kecuali Mama Papa dan lo"
"Sudahlah Kim lo tenang aja, sekarang lo tidur ya" Kama dengan mengelus kepala Kimi agar tertidur. Tak berapa lama pun Kimi sudah memasuki alam mimpinya.
__________________________________________
"Pagi om tante" sapa Kama dimeja makan.
"Pagi Kama" ucap mereka bebarengan.
"Loh kok kamu bisa disini? Kesini kapan?" tanya Mama Kimi keheranan
"Iya tante soalnya kemarin Kimi telpon aku suruh kesini, terus tante tau nggak, Kimi nangis lho dia nggak mau ninggalin rumah ini, emang tante sama om mau ngapain pindah?" ucap Kama.
"Kimi kemana?" tanya Mama Kimi.
"Emm Kimi mogok makan tante" ucap Kama.
"Dasar anak itu" ucap Mama Kimi dengan murung. Sedangkan Papa Kama
"Ayo tante jawab pertanyaan aku tadi"
"Begini Kama, Kita harus pindah karena nenek Kimi sedang sakit disana dan adik om sibuk dengan istrinya mengurus perusahaaan dan toko rotinya, jadi kami akan pindah ke sana biar nenek Kimi nggak kesepian, walaupun ada pembantu yang mengurus nenek Kimi tapi nenek Kimi sudah memberhentikan mereka karena beliau tidak nyaman. Jadi kami akan kesana agar selalu bertemu dengannya. Nenek Kimi juga ingin sekali ketemu dengan Kimi jadi kita akan pindah kesana" jelas Papa Kimi.
__ADS_1
"Tapi kalian nggak lama kan disana? Kalian akan kembali kesini kan? Aku masih bisa bertemu Kimi lagi kan?" tanya Kama penasaran karena terus terngiang ngiang di kepala dan memberanikan untuk mengungkapkannya.
"Sepertinya tidak Kama karena bukan saja mengurus nenek Kimi tapi kita juga akan membuat rumah dipinggir rumah nenek Kimi karena ini wasiatnya jika beliau sudah tidak ada didunia ini." jelas Papa Kimi.
"Tapi,"
"Tenang aja Kama nanti kamu bisa kan berkunjung sekali kali ke sana menemui Kimi biar nggak kesepian." ucap Mama Kimi dengan mengelus tangan Kama.
Terdengar helaan nafas berat dari Kama, dan kini nafsu makan nya sudah berantakan dan dia memilih untuk menyusul Kimi ke kamarnya tanpa berpamitan kepada kedua orang tua Kimi.
***
"Kimi," Kama langsung memeluk Kimi yang sedang duduk santai menonton televisi.
"Eh, lo kenapa?" tanya Kimi dengan memeluk kembali Kama.
"Lo bakal pindah selamanya Kim" ucapnya lagi
deg
"Apa lo bilang barusan? Gu gue bakal pindah selamanya?" tanya Kimi dengan tergagap gagap
"Iya Kim, gue sendirian dong kalo gitu" ucap Kama sedih.
"Gue harus bilang sama Mama" Kimi pun beranjak dari kasur dan menemui Mama papanya yang sedang makan.
"Ma aku nggak mau pindah" ucap Kimi tanpa basa basi.
"Mau tidak mau kamu harus pindah Kimi!" tegas Papa Kimi.
"Tapi aku nggak mau Pa jangan paksa aku dong!" serunya. Mama Kimi pun beranjak dari posisi duduknya dan menghampiri Kimi.
"Kimi sayang kamu tau kan nenek kamu sudah mengandung Mama, melahirkan Mama bertaruh nyawa, mengurus Mama, menyayangi Mama. Kalau nggak ada nenek kamu kamu Mama nggak akan melihat dunia ini sayang. Dan kamu tahu kan kalo nenek kamu sudah tua. Dia hanya ingin hidup dengan keluarganya, kamu ngerti kan sayang. Nanti kalau kamu mau berkunjung kesini boleh aja Mama ngijinin kok tapi kamu mau ya ikut Mama papa ke Semarang hm?"
Kimi yang mendengar penuturan mamanya jadi sedikit tersentuh dengan apa yang dikatakan mamanya.
"Baiklah ma aku akan ikut kalian, " Kimi tersenyum dan berlalu pergi ke kamarnya.
***
"Kam gue akan ikut nyokap sama mbokap ke rumah nenek gue." Kimi yang sudah duduk disamping Kama.
"Apa lo bilang Kim? Lo mau ninggalin gue?"
"Bukan ninggalin nanti gue bisa ke sini kok kalo ada waktu luang" Kimi tersenyum.
__ADS_1
Kalo ada waktu luang aja? Gue yang sudah biasa dengan Kimi menghabiskan waktu berdua seharian, Kimi akan meninggalkan gue hahaha gue nggak akan biarkan.
Bersambung...