Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Malam yang panjang


__ADS_3

"Ma aku mau makan di luar rumah" rengek Kimi yang terus dipaksa makan oleh Mamanya dan Kama.


"Nggak Kimi makan di luar itu nggak sehat tau!" seru Mama Kama.


"Paa" rengek Kimi dengan papanya.


"Nggak usah bawa papa Kimi!" ucap Mama Kimi sambil menatap tajam ke arah suaminya. Sang suami pun hanya memakan saja makanannya sambil menunduk.


"Ayolah ma aku bosen makan terus di rumah" rengek Kimi sambil menggerser makanannya ke tengah meja.


"Kam" sekarang rengek Kimi kepada Kama.


"Apa?"


"Bantuin gue dong" rengek Kimi sambil menggoyang goyangkan lengan tangannya.


"Mana berani gue" bisik Kama.


"Ahh" desah Kimi sambil melipat tangannya di atas perut dengan menekuk wajahnya.


"Udah Kim tinggal makan aja kok apa susahnya si?" ucap Kama.


"Terserah" ketus Kimi sambil berlalu pergi ke kamarnya dengan menghentakkan kakinya dengan kasar ke lantai.


"Dasar Kimi" ucap Mama Kimi dengan menggelengkan kepalanya.


"Biarin aja ma dia makan di luar lagi pula nggak sering juga kan?" bujuk Papa Kimi.


"Ma aku bakal mogok makan lho" ancam Kimi dengan berteriak dari kamar.


"Duh pusing jadinya" ucap Mama Kimi sambil memijit pelipisnya.


"Ya sudah ijinin aja ma kan ada Kama yang menjaga Kimi kan?" ucap Papa Kimi di sela sela makannya.


"Hmm terserah lah" ucap Mama Kimi putus asa.


"Sana bujuk Kimi Kam" perintah Papa Kimi dan diangguki oleh Kama.


"Ayok Kim katanya mau makan diluar" ucap Kama setelah berada di dalam kamar Kimi.


"Boleh?" ucap Kimi dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Nggak" ucap Kama yang langsung membuat mood Kimi hancur seketika.


"Nggak salah maksudnya Kim" imbuhnya.


"Ya udah ayok berangkat" ucap Kimi semangat dan langsung menyambar jaketnya dan mengambil jaket untuk di kenakan Kama.


"Nih" ucap Kimi dengan menyerahkan jaket yang dia pegang.


"Yang bener aja Kim masak pink sih warnanya" gerutu Kama.


"Adanya Kam lagian sama aja kayak gue pakek kok warnanya lihat ini" ucap Kimi sambil menunjukkan jaketnya.


Jadi couple nih? Ah so sweet


"Nggak mau ya sudah" ucap Kimi hendak mengembalikan jaketnya ke tempat semula.


"Eh Kim sini gue pake" ucap Kama menghentikan Kimi.


"Ya sudah Ini pakai" ucap Kimi dengan menyodorkan jaketnya. Kama pun menerimanya dengan senyum dibibirnya.


Cih! Tadi komen kok pink sih Kim, nah sekarang malah senyum kayak orang ogeb gini. Mungkin sudah stres kali Kama ya hihihi


"Makasih sayang" ucap Kama lembut.

__ADS_1


"Cih! Sayang apaan, udah ah ayok berangkat cepat!" seru Kimi


"Ma berangkat dulu, makasih ijinnya" teriak Kimi sambil menarik tangan Kama dan berlalu pergi ke luar rumah.


_____________________________________________


"Ayok Kam lo kok lelet banget sih jalannya" gerutu Kimi sambil menarik narik tangan Kama untuk masuk ke warung makan yang berada di pinggir jalan raya


"Kok nggak mewah dikit sih Kim masak harus ke warung sederhana gini" ucap Kama.


"Eh lo harus nurut sama gue Kam! Ini warung juga enak kok nggak kalah sama restoran bintang 5 disini" ucap Kimi.


"Cih! Warung kayak gini di banggain!" gerutu Kama.


"Kam jangan menganggap rendah orang dosa lho, lo juga kalo jadi mereka bakalan seneng banget kok punya warung sendiri kayak gini walaupun kecil, tapikan mereka berkerja dari jerih payah mereka sendiri, daripada restoran mewah tapi dari jeri payah orang tua kan?" ucap Kimi panjang lebar.


"Iya gue minta maaf, ya sudah ayuk ke dalam." titah Kama.


"Mas ayam goreng dengan nasi sama oseng oseng sayur 1 ya mas dan juga sama jus mangganya satu" teriak Kimi kepada pelayan yang sedang menyajikan makanan kepada yang lainnya.


"Lo mau apa Kam?"


"Samaan aja"


"Eh mas ralat saya pesen dua semua yang tadi saya pesen" teriak Kimi setelahnya dan diangguki oleh pelayannya.


"Kim masih lama nggak sih?"


"Sabar dong Kam"


"Ini mbak pesanannya" ucap Mas tadi sambil tersenyum kepada Kimi.


"Eh iya mas makasih ya" ucap Kama menghalangi Kimi yang hendak membalas senyuman pelayan pria tadi.


"Ini enak banget ya Kim" ucap Kama setelah melahap makanan di depannya dengan rakusnya.


"Yee tadi aja bilangnya nggak sebanding sama resto bintang 5" ledek Kimi


"Ya kan tadi gue belum coba Kim ternyata enak juga ya" ucap Kama dan disenyimi oleh Kimi.


"Setelah ini kita mau kemana Kim?" tanya Kama setelah menghabiskan Makanannya.


"Emm gimana kalo kita jalan jalan dulu?" ucap Kimi setelah mengelap bibirnya dengan tisu.


"Nggak dimarahin sama tante Kim?" ucap Kama.


"Kalo dimarahin kan bisa ngelempar lo, gue bilang aja kalo lo ngajakin gue jalan jalan dulu, gitu aja kok repot!" ucap Kimi.


"Ehh nggak nggak lo enak banget ngefitnah gue. kita harus pulang! Sekarang!" seru Kama.


"Ah Kama" rengek Kimi dengan menekuk wajahnya


"Udah Kim nggak usah tekuk gitu mukanya, ini udah malem Kim nggak baik cewek malem malem gini keluyuran" ucap Kama dengan bijaknya.


"Kan ada lo Kam"


"Ah sudahlah Kimi ayok pulang" ajak Kama sambil menarik tangan Kimi. Kimi pun hanya pasrah saja.


"Eh Kam berhenti deh" ucap Kimi yang melihat ada gula kapas tak jauh darinya.


"Ada apa?" ucap Kama sambil mengikuti arah mata Kimi.


"Lo mau?" imbuhnya. Kimi menganggukan kepalanya dengan semangat


"Ya sudah ayok ke sana" ucap Kama dan langsung ditarik Kimi dengan cepat.

__ADS_1


Gue kayak ngasuh anak kecil aja


"Gue kayak gini juga lo cinta sama gue Kam jadi jangan ngehina gue anak kecil" ucap Kimi seolah mengerti apa yang dibatinkan olehnya.


Apa hati gue nembus ya


"Nggak nembus Kam lo santai aja gue cuman nebak aja kok" ucap Kimi mengerti kenapa Kama meraba dadanya.


"Oh syukurlah"


"Lo mau nggak Kam?" tanya Kimi menyodorkan gula kapas miliknya.


"Nggak ah gigi gue bolong bolong kayak punya lo nanti" ledek Kama yang langsung membuat Kimi melayangkan tangannya ke pundaknya.


"Gigi gue kinclong gini nggak ada yang bolong kok" ucap Kimi sambil memperlihatkan giginya kehadapan Kama.


"Ihh itu ada taik gigi" goda Kama.


"Ahh lo mah" rengek Kimi.


"Hahhah bercanda kok"


"Ayok Kam kesana" seru Kimi dengan menarik tangan Kama ke taman bermain yang tak jauh dari situ.


"Eh Kim ini udah malem lain kali aja ya kesananya" ucap Kama khawatir kalau mama Kimi akan memarahi mereka berdua.


"Santai aja Kam"


Cih! Santai darimananya coba kalo di marahin sama tante jessy musti dia nyalahin gue. Huh dasar Kimi!


Setelah melewati malam yang panjang akhirnya.


"Kita jalan mengendap endap aja Kam jangan sampai ketahuan" bisik Kimi kepada Kama. dan Diangguki olehnya.


"Dari mana aja kalian" ucap Mama Kimi tajam kepada kama dan Kimi. Ternyata dugaan mereka salah tentang Mama Kimi yang sudah tidur, ternyata mereka melihatnya di dapur dengan membawa gelas berisi air putih.


"Hehehe maaf tante kemaleman pulangnya" ucap Kama sambil menyengir kaku.


"Dari mana aja kalian?" ucap Mama Kimi tajam ke arah mereka.


"Maaf ma tadi Kimi ajak Kama main dulu ke taman bermain, malah nggak inget waktu terus pulang terlambat deh" ucap Kimi jujur


Wah hebat juga Kimi nggak nyalahin gue


"Ya sudah sana masuk tidur" ucap Mama Kimi


"Mama nggak marah?" tanya Kimi ragu.


"Nggak sayang" ucap Mama Kimi yang langsung membuat kerutan alis di wajah Kimi nampak.


Tumben banget Mama nggak marahin, ah bodolah syukur malah.


"Kimi pamit ke kamar dulu ma, selamat malam" ucap Kimi sambil memeluk mamanya dan berlalu pergi ke kamarnya.


"Aku juga mau tidur tante ngantuk" ucap Kama memeluk Mama Kimi seperti yang dilakukan oleh Kimi.


"Syukur ya Kim nggak jadi di marahin" ucap Kama sambil menutup pintu kamar Kimi.


"Iya Kam tumben banget Mama kayak gitu, emm mungkin lagi bahagia ya" tebak Kimi.


"Mungkin" ucap Kama kemudian melangkah dan tidur dengan terlentang di kasur Kimi.


"Selamat tidur Kama" ucap Kimi kemudian masuk ke selimut dan tidur membelakangi Kama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2