
"Kalian belum menikah bagaimana mungkin ini terjadi" ucap Mama Kimi dengan menundukkan wajahnya dengan memijit keningnya.
"Eh tante tenang, aku hanya bercanda, maaf" ucapnya dengan pelan.
"Lo sih" ucap Kama dengan tangan menyenggol Kimi.
"Lohh kok gue?" Kama hanya mengendikan bahu saja
"Cih!"
"Kalian jangan buat mama pusing deh!" seru Mama Kimi dan suaminya hanya mengelus punggungnya. Kama berdiri dari posisi duduknya dan berdiri tegap seperti hendak membaca pidato.
"Hem hem tes tes satu dua tiga" ucap Kama dengan tangan mengepal seperti sedang memegang mikrofon. Dia berdiri di atas kursi. Semua orang yang berada disitu heran dengan tingkah Kama, namun mereka hanya menyaksikan saja apa yang akan Kama perbuat setelahnya
"Saya disini mau menyampaikan bahwa kalimat tadi yang saya lontarkan adalah benar, (Kimi langsung mencubit kaki Kama) Aduh, Eh maksud saya tidak benar, saya hanya bercanda saja dengan omongan saya tadi. Mohon maaf sebesar besarnya atas ucapan saya yang kurang senooh tersebut hehehe. Eh tapi bukan itu saja yang saya akan beritahu."
Kama berdiri dengan tegak kembali sambil merapihkan pakaiannya. Sok haha,
"Berdirinya saya disini saya ingin menyampaikan bahwa saya Kama Rasendria sangat mencintai putri kalian satu satunya yaitu Kimi Radeeya. Saya ingin menikah dengan putri kalian bulan depan, eh tapi kita masih sekolah, jadi saya akan menikahi putri anda setelah saya dan putri kalian lulus kuliah."
"Dan untuk tante Jessy dan Om Bram saya mohon doa restu kalian agar kami selalu bersama walaupun kalian akan tinggal di Semarang besok, saya mengucapkan ini karena saya takut apabila disana Kimi dijodohkan dengan pria lain atauu Kimi memiliki pacar baru disana. Hemm no no no jangan sampai itu terjadi. Jadi saya ingin kalian sebagai orang tua Kimi yaitu Mama Kimi yang sangat cantik dan Papa Kimi yang sangat ganteng, bahkan lebih ganteng daripada saya hehehe. Saya mau kalian menjaga putri anda untuk saya. Saya mau kalian melindungi Kimi dari laki-laki di Semarang. Sekian pemberitahuan dari saya
Saya ucapkan terimakasih." Kama menundukkan tubuhnya dan turun dari kursi.
"Apaan lo itu" bisik Kimi dengan menyenggol tangan Kama. Kama hanya tersenyum saja dan mengalihkan pandangannya ke arah orang tua Kimi.
"Bagaimana om tante? Pidato saya bagus kan?" Kama beranjak berdiri dan berjalan menuju orang tua Kimi dan memeluk mereka dari belakang.
"Hemm oke juga" ucap Papa Kimi.
"Iya lumayan sih tapi kamu nggak hamilin anak tante kan?" imbuh mama Kimi.
"Ya nggak lah tante, tapi kalo tante mau aku bisa lho buatin untuk kalian hahaha, tapi nggak sekarang tante nanti ya, "
__ADS_1
"Ah kamu itu suka sekali bercandanya" ucap Mama Kimi dan hanya diberikan cengiran oleh Kama. Kama berjalan mendekati orang tua Kimi dan merangkul mereka.
"Aku juga mau bilang tante om, kalian harus janji kepadaku kalau kalian tidak akan menyetujui kalau Kimi memiliki kekasih baru disana, karena apa?"
"Karena Kimi pacar kamu kan?" imbuh mama Kimi.
"Yap benar tante dan om juga harus janji sama aku oke" 'Iya' kata Papa Kimi.
Kama menaikkan jari kelingking kedua tangannya agar mama papa Kimi berjanji akan selalu menjaga Kimi agar tidak memilih pria lain. Papa dan Mama Kimi pun menautkan jari kelingkingnya ke jari Kama.
"Foto Kim buat kenangan" ucap Kama yang masih mempertahankan jari nya yang ditautkan oleh mereka
Kimi pun beranjak bangun dan mengambil kamera rumahnya dan kembali dengan tangan di kameranya. Kimi mulai memotret Mama Papa Dan Kama yang sedang berjanji. Kimi tidak mau kalah dengan mereka karena fotonya tidak ada dirinya. Jadi Kimi meletakkan kamera di atas toples yang berisi kerupuk dan mengatur timer dan berfoto bersama mereka.
"Wah bagus banget jadinya lihat nih Kam" ucap Kimi dengan melihat lihat hasil gambarnya dan memperlihatkan ke Kama yang sudah duduk ke tempat semula.
"Iya ya, foto lagi Kim, kita berdua aja tapi. Tante boleh fotoin kita berdua?" Mama Kimi menganggukan kepalanya dan mengambil alih kameranya. Kama dan Kimi saling merangkul pundak mereka dan tersenyum ke arah kamera.
cekrek
cekrek
cekrek
"Udah ah laper nih makan yuk" mereka makan dengan tenang
"Kim gue mau polaroid foto tadi, lo ikut ya. Tante kita boleh pergi kan?" tanya Kama seusai makan. Mama Kimi hanya menganggukan kepalanya.
"Ayok Kim, " kama langsung menarik tangan Kimi yang sedang meminum air. Kimi pun langsung meletakkan kembali gelasnya dan mengikuti arah tangan Kama menariknya
"Lo kok nggak sabaran banget sih! Gue lagi minum tau!" gerutunya di tengah jalan.
"Kelamaan Kim keburu tutup"
__ADS_1
"Nanti beli minum di toko sebelah aja, gitu aja kok repot" Kimi langsung memajukan bibirnya.
"Udah nggak usah cemberut gitu ini hari terakhir gue bersama lo di kota ini" Kama langsung merangkul Kimi
"Hmm iya. Ya udah sana lo aja yang masuk ke dalam, gue ke toko langsung aja beli minuman" Kama menganggukan kepalanya dan masuk kedalam. Kimi juga masuk ke dalam toko dan membeli air mineral.
"Udah?" tanya Kimi yang melihat kama sudah berada disisinya.
"Udah,"
"Ya udah ayok pulang" Kimi langsung menggandeng tangan Kama keluar dari toko tadi.
"Lo ngapain beli buku album? Dua lagi" Kimi heran karena tangan Kama memegang dua buku album dan hasil polaroid nya.
"Dan ini juga banyak banget polaroid nya padahal kita foto nggak sebanyak itu"
"Lo nanti juga bakal tau Kim."
Kimi cuek aja. Mereka berjalan sampai ke dalam rumah Kimi. Kama dan Kimi menaiki tangga dan sampai didalam kamar Kimi.
Kama langsung mengajak Kimi duduk di tepi tempat tidurnya. Kama pun membuka buku albumnya dan meletakkan satu satu foto yang sudah di polaroid tadi. Sampai Foto memenuhi kedua buku albumnya. Kama mengambil spidol dan memberi judul,
"ALBUM PERGI"
"Kok judulnya aneh si Kam?"
"Ya nggak aneh lah, "
"Begini, Jadi ini buat lo dan ini buat gue, biar apa? Biar kita nggak saling melupakan masa masa di foto ini" Kama menyerahkan salah satu album dan memberikan kepada Kimi
"Ini kayak foto kenangan ya? Bagus juga ide lo. Tapi gue nggak akan ngelupain semua kenangan kita walaupun nggak ada foto foto ini" Kama tersenyum mendengarnya
"Ya sudah lo tidur gue mau ke dapur ambil minum sebentar" Kama mengelus rambut Kimi dan berlalu pergi keluar.
__ADS_1
Kimi menyentuh album tadi kemudian memeluknya dan memejamkan matanya.
Bersambung...