
Pagi menyinari kota Jakarta.
"Lepasin Kam!" seru Kimi entah keberapa kalinya dia berusaha membuat Kama melepaskannya dari tangan Kama yang menindih lehernya. Kama masih diam saja, akhirnya Kimi memilih diam dan merubah posisinya menjadi menghadap Kama.
Kama membuka matanya, melihat Kimi di sampingnya yang sudah menutup kembali matanya. Dia tersenyum dan ikut menutup kembali matanya. Mereka tertidur kembali hingga pintu terbuka dan mendapati Brian di sana.
Dia berkacak pinggang dan mulai mendekat ke arah Kama dan Kimi. Dia memikirkan cara agar lebih seru lagi membangunkan mereka. Dengan bibir kanan yang tertarik ke atas, Brian mulai berjalan dengan pelan menuju pintu dan turun menuju ke kamarnya.
Brian berjalan ke arah tangga dengan membawa ular mainannya. Senyuman usil terbesit di wajahnya. Brian mulai meletakkan ular mainannya ke tengah-tengah dimana Kama dan Kimi tidur.
"Bangun!!! Ada ular!!!" teriak Brian. Kama dan Kimi langsung terbangun, berdiri dan melotot ketika melihat ada ular di atas kasurnya.
"Aaaa Kam ular!!!" teriak Kimi dan melompat dari kasur. Tubuh Kimi mengenai Kama hingga mereka jatuh bersamaan di atas lantai.
"Aduhh" ucap mereka bersamaan ketika tersungkur di atas lantai. Kimi tersadar kalau masih ada ular di kamarnya. Dia langsung bangun dan melindungi dirinya di balik badan Brian. Sementara Kama masih saja menggosok punggungnya yang nyeri
"Hahaha" Brian tertawa terpingkal-pingkal saat melihat reaksi Kama dan Kimi yang ketakutan. Dengan masih ada gelak tawa, Brian berjalan dan mengambil ular mainannya.
Brian menenteng ular mainannya dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri mengejek Kama dan Kimi.
Kimi langsung memicingkan matanya kesal terhadap Brian. Sementara Kama dia masih saja memegangi pinggulnya karena nyeri.
Kimi berjalan dengan mengepalkan tangannya menuju Brian. Dia langsung tersenyum secerah mentari dan langsung mendorong Brian hingga dia terjatuh diatas kasur. Kimi memegang ular mainannya dan memasukkan ke mulut Brian. Brian masih saja tertawa. Dia beringsut mundur dan langsung berlari keluar dari kamar Kimi.
Mereka kejar-kejaran layaknya Tom and Jeryy. Sekarang mereka berlarian di meja makan. Berlari ke dapur dan menabrak mama Kimi yang sedang membawa ikan goreng menuju meja makan. Karena tertabrak mereka berdua ikannya jatuh semua. Brian dan Kimi menatap ke arah ikan goreng yang terjatuh. Mereka langsung berwajah tegang.
Mama Kimi langsung berkacak pinggang menatap ke arah Brian dan Kimi secara bergantian.
"Mama akan hukum kalian!" mereka langsung tegang saat itu juga.
"Kemari" mama Kimi menjentikkan jarinya menyuruh Brian dan Kimi untuk mendekat ke arahnya. Mereka mendekat dan langsung saling menyenggol lengan dengan menundukkan kepalanya
"Mama hukum kalian untuk beli ikan dipasar! bukan supermarket! Dan kalian harus memasak kembali ikannya sampai bagus dan tidak gosong! Uangnya harus milik kalian. Mama nggak mau tau!" Mama Kimi kembali ke dapur dan menoleh kembali.
"Dan bereskan ikan itu! Kasih ke kucing tetangga" imbuhnya dan berlalu ke dapur
"Lo sih!" ucap Kimi sambil menatap tajam ke arah Brian. Brian hanya menghela nafasnya dengan kasar. Saat itu juga Kama turun dari kamar dan mendapati perdebatan antar saudara itu.
"Nah pas banget ada Kama tuh" ucap Kimi sambil menunjuk Kama yang sedang bejalan menuju ke arah mereka. Kama menunjuk dirinya.
__ADS_1
"Gue? Kenapa?"
"Kalian beli ikannya di pasar dan gue bersihin ikan ini" ucap Kimi sambil menunjuk ikan yang terjatuh di lantai.
"Loh? Kenapa jadi gue? Gue kan nggak tau apa-apa?"
"Aaa Kamaa" goda Kimi dengan berjalan ke arah Kama dan menggelayuti tangan Kama.
"Gue tetep nggak mau ikutan kalian" Kama mengangkat kedua tangannya ke atas. Dan berbalik badan hendak menjauh dari kedua orang itu.
Kimi langsung memegang tangan Kama. Dia memasang wajah semelas-melasnya agar Kama luluh dan mau mengikuti perintahnya. Kama menghembuskan nafas dengan kasar dan mengusap wajahnya.
"Ya udah, ya udah. Iya gue mau ke pasar" pasrah Kama karena tak tega melihat wajah Kimi yang sangat imut menurutnya.
"Yeee" Kimi bersorak senang dan langsung memeluk Kama dan menggoyangkan nya ke kanan dan kekiri.
"Eheemm. Waktunya tinggal 30 menit" ucap Mama Kimi ketika melihat mereka yang masih saja berdiri tanpa mau pergi ke pasar.
Kimi langsung melepaskan pelukannya dan mendorong Kama dan Brian sampai ke luar rumah. Dia melambaikan tangannya saat Brian dan Kama sudah menaiki motor. Dan yang membuat mereka tertawa saat Brian membonceng Kama.
"Seperti waria" ucap Kimi dengan menahan tawanya. Dia berbalik menuju ke arah ikan yang sudah tumpah. Dia mengambil piring, untung saja tidak pecah batinnya.
Dia memegang ikannya dan mulai memasukkan ke atas piring.
"Padahal masih bisa dimakan lho" ucap Kimi ketika membolak-balikan ikannya. Dan memang ikannya masih bagus dan harum.
Kimi menyicipi ikannya sedikit. Ternyata tidak enak, hambar dan sedikit kecut.
"Dasar Mama bisa saja bohongin gue." gerutu Kimi sambil meletakkan ikannya ke atas piring dan berjalan menuju taman untuk memberikan ikannya kepada kucing yang lewat.
Kimi membelakkan matanya saat mendapati kucing yang berlari ke arahnya. Mencium baunya mungkin?
Kimi bingung harus berbuat apa dia langsung berlari kembali ke dalam rumah dan mengunci pintu belakang rumahnya. Dia bersandar ke pintu dengan salah satu tangan mengelus dadanya.
Disaat dia menunduk Mamanya malah mengageti dirinya dan membuat ikannya jatuh kembali ke atas tanah.
"Ahh mama, kok ngagetin sih! Jadi jatuh lagi kan ikannya" Kimi cemberut dan mengambil kembali ikannya.
"Nah kamu ngapain disini? Dan ikannya kenapa nggak di taroh diluar? Biar kucingnya makan Kimi"
__ADS_1
"Mah, mama aja deh yang kasih makan kucingnya. Aku takut hehe" Ucap Kimi sambil menyerahkan piringnya ke tangan Mamanya. Dia langsung berlari daripada dia yang harus jadi makanan kucing.
Sementara di pasar terjadi perdebatan antara Brian dan Kama di depan pasar ikan. Mereka memperdebatkan harus ikan mana yang dipilih.
"Gue tetep pilih ikan lele" ucap Kama.
"Nggak! Ikannya harus belut!"
"Lele Yan!"
"Belut Kam"
"Lele!"
"Belut!"
"Belut itu susah di masaknya"
"Gue bisa kok masaknya"
"Nggak! Lebih enak ikan lele! Bu ikan lele nya satu kilo ya"
"Eh jangan Bu. Ikan belut saja"
"Eh apaan lo! Main nylonong aja! Nggak bu ikan lele aja"
"Ikan lele itu rasanya kayak makan pasir Kam!"
"Eh nggak mas disini dijamin ikannya enak-enak kok" ucap penjual itu yang membuat Kama menarik sudut bibirnya membentuk senyuman sinis.
"Oke gue ngalah! Terserah lo ah!" Brian langsung berlalu pergi dari sana dan memilih menunggu Kama di motor.
Selang beberapa menit Kama menuju motornya dan langsung menaikinya. Brian membonceng di belakang seperti tadi. Sekarang Kama sudah kehilangan kesabarannya. Sejak berangkat Brian selalu menempel di badannya yang membuat dia risi didekatnya.
"Lo turun!" Brian turun. Kama langsung melajukan motornya meninggalkan Brian sendirian di pasar.
"Sial! Dia malah pergi duluan. Gue nggak bawa duit lagi!" Brian menggaruk kepala bagian belakangnya.
"Hufttt tidak ada pilihan lain"
__ADS_1
Bersambung...