Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Dikejar anak buahnya Papah


__ADS_3

Kehadiranmu dalam hidupku


Membuat diriku semakin bersemangat


Menjalani semua cerita indah kita


Yang tak akan pernah ada habisnya


Walau ku tau bahwa dirimu


Tak sempurna menurut orang yang menilaimu


Tapi ku tak pernah memandang itu semua


Ku 'kan terima engkau apa adanya


Ku cinta padamu, ku sayang denganmu


Akankah ini semua bisa menjadi indah


Oh Tuhan apakah dia yang terbaik


Untukku dan apakah dia yang teristimewa


Yang kau kirimkan padaku


Ku berharap semua 'kan baik-baik saja


Love story that we build together happy


And I will always need you


Forever with you, oh


Oh Tuhan apakah dia yang terbaik


Untukku dan apakah dia yang teristimewa


Yang kau kirimkan padaku


Kuberharap semua 'kan baik-baik saja


Love story that we build together happy


And I will always need you, woah


Oh Tuhan apakah dia yang terbaik


Untukku dan apakah dia yang teristimewa


Yang kau kirimkan padaku


Kuberharap semua 'kan baik-baik.....


Kimi duduk di kursi gantung belakang rumah neneknya sambil memakai handset di telinganya mendengarkan lagu yang berjudul 'forever letter for mebegitu menenangkan saat didengar. Sambil memejamkan matanya menikmati udara sore. Samapai suara nyaring bunyinya tanda ada telepon masuk. Kimi berdecak kesal merutuki yang menelpon saat dia sedang enak-enak dengerin lagu. Nama Kama tertera di telepon. Kama! Sudah 25 kali Kama menelpon saat dia dalam perjalanan sampai dirumah neneknya. Bahkan Kimi sampai mematikan hpnya demi menghindari pertanyaan tidak jelas yang dilontarkan Kama kepadanya.


Kimi memutar rotasi matanya malas. Dan dia menerima telepon dari Kama. Dia langsung menjauhkan hpnya dari telinganya saat mendengar ocehan beruntun dari Kama.


"Woyy Kim jawab!"

__ADS_1


"Iya ini kan gue udah jawab"


"Ngapain lo matiin HP lo hah! Bikin gue hawatir aja tau!


" Lo tau kan gue sayang banget sama lo! Kalo lo kenapa napa gimana ha! Gue nggak mau lo kenapa napa!"


"Jawab Kim jangn diam aja!"


"Bisa nggak ngomongnya santai dikit"


"Ya nggak bisa lah! Lo tau nggak seberapa khawatirnya gue! Hape lo mati! Nggak pernah jawab panggilan gue!"


Kama mematikan panggilannya dan beralih ke panggilan video. Kimi mengangkat telepon Kama dan mengarahkan ke wajahnya. Terlihat sekali wajah Kama yang masih ada sisa babak belur diwajahnya dan bercampur rasa kesal.


"Mau bilang apa?" Kama masih saja diam. Kimi memajukan wajahnya mengamati wajah Kama, Apa Kama mati? batinnya


"Kam lo masih hidup Kan?" Kama langsung melotot mendengar penuturan Kimi.


"Oh masih hidup"


"Apa lo bilang Ha? lo nyumpahin gue mati?! Gue udah begitu khawatirnya sama lo karena lo nggak ada kabar dan lo malah nyumpahin gue mati! Lo itu sebenarnya pacar gue nggak sih!" teriak Kama dengan kerasnya.


"Kimi siapa yang teriak teriak kenceng banget suaranya" seru Mama Kimi dari dalam rumah.


"Kama nelpon aku ma" teriak Kimi.


"Lo sih! Makanya kecilin suaranya!" Bisik Kimi namun tajam.


"Tapi ini karena lo, yang nyumpahin gue mati!"


"Gue nggak nyumpahin lo mati Kama!"


"Gue kan mastiin aja, lo sih daritadi nggak ngomong ngomong gue panggil juga" sewot Kimi.


"Emang gue minum vodka apa? Acara mabuk perjalanan segala"


"Kenapa lo tambah oon sih Kim?"


"Apa lo bilang kok lo ngatain gue sih!"


"Hahaha"


"Jangan ngledekin gue terus! Ingat siapa yang nangis saat gue pergi!" godanya.


"Gue terharu bukan nangis!"


"Cih terharu apaan!"


Kama dan Kimi mengobrol banyak hal. tegang, ngegibah Sasa dan Griss, dan sesekali bercanda dan tertawa renyah sampai matahari hendak terbenam.


"Kimi masuk nak, sudah mau malam nih" teriak Mamanya dari dalam rumah.


"Kam udah dulu ya dilanjut nanti" Tanpa mendengarkan ucapan Kama selanjutnya Kimi langsung memutus telpon dan masuk kedalam rumah.


***


"Cih si Kimi kebiasaan" Kama langsung melempar ponselnya dan masuk kedalam kamar mandi. Bahkan Kama sampai melupakan makan siangnya demi menghubungi Kimi berulang kali dikamarnya.


"Kama kamu didalam?" tok tok tok

__ADS_1


Mama Kama mendengar percikan air, dia berpikir Kama sedang mandi batinnya.


Kama menuruni anak tangga rumahnya menuju meja makan yang sudah tersaji berbagai makanan rumahan.


"Kamu harus makan banyak Kama nanti sakit lho, daritadi siang asik aja dikamar ngapain? Pasti nelpon Kimi" ledek nya.


"Biarin dong ma nanti Kimi juga akan jadi menantu Mama" Kama makan dengan lahap karena memang dirinya sangatlah lapar.


"Aminn"


"Loh papa kemana ma?"


"Masih kerja nanti lembur katanya." Kama mangut mangut mengerti.


"Loh kamu mau kemana Kama?" tanyanya karena melihat Kama tidak masuk ke kamarnya.


"Mau keluar cari angin ma" baru satu langkah


"Nggak jadi?" tanya Mama Kama saat Kama berbalik badan.


"Jadi ma mau ambil HP dulu"


"Dasar Kama semenjak Kimi pindah, kayaknya dia anggap HP itu Kimi selalu dibawa kemana mana. Anak muda jaman sekarang"


____


Kama masih menyusuri jalanan dengan mata yang terus menatap hp, bertukar pesan dengan Kimi membuat bibir Kama terangkat ke atas membentuk senyuman.


"Aduh, eh maaf aku nggak sengaja" ucap wanita yang menabraknya tadi.


"Sasa? Ngapain lo disini malam malam"


"Itu kamu Kam? Kebetulan, tolongin aku Kam, tolongin aku" Sasa menarik narik tangan Kama


"I iya tolongin apa?"


"Udah nanti aja tanyanya, sekarang yang penting bawa aku kemana aja ke tempat yang aman" Sasa menangis di lengan Kama.


"Ya sudah ngumpet ngumpet disini" Kama menunjuk belakang warung makan sederhana. Sasa langsung bersembunyi di balik warung makan tersebut.


Terlihat ada 2 orang pria berbadan kekar dan besar yang memakai baju serba hitam dan memakai kacamata hitam.


" maaf, kamu melihat ada seorang gadis yang lewat ke sini? " tanya seorang pria tadi


" Apa Gadis itu berambut panjang dan memakai baju berwarna biru dongker? tanya Kama dan di angguk oleh pria tadi.


"Oh tadi gadis itu berlari ke arah sana Pak" Kama menunjuk ke arah berlawanan dari tempat Sasa berada.


***


"Sebenarnya kenapa kok ada 2 orang yang mengejar lo? " tanya Kama yang sudah membawa Sasa kembali ke rumahnya, walaupun Kama tidak menyukai Sasa, namun Kama pun tidak tega membiarkan Sasa sendirian dan ini pun sudah malam.


"Ini diminum dulu minumannya den, non" ucap pembantu Kama dengan sopan yang bernama sisi


"Iya bik terimakasih" bik sisi menganggukan kepalanya dan masuk kedalam lagi.


"Minum dulu" Sasa menganggukan kepalanya dan mengambil secangkir teh dan menyeruput nya. Sasa meletakkan kembali gelas nya setelah menyeruput nya sedikit.


"Gimana yang tadi? Pertanyaan tadi."

__ADS_1


"Aku, hiks hiks, aku lagi dikejar sama anak buah musuhnya papa"


Bersambung...


__ADS_2