
Kimi masih menatap tajam ke arah Brian saat dimeja makan, dan dia memicingkan matanya melihat Brian tidak memakai seragamnya.
"Yan, kok lo nggak pakai seragam?" ucap Kimi sambil meletakkan handuk di punggung kursi dan duduk.
"Gue mau pindah sekolah disini" ucap Brian santai dan melanjutkan lagi makannya.
"Kenapa lo pindah disini?"
"Kimi, nanti aja tanyanya sekarang makan yuk nanti dingin makanannya" ucap neneknya. Kimi pun duduk dan mulai memakan makanannya.
•••
Kimi sedang naik ke atas motor Brian, ya tentu saja dengan pertanyaan yang terus dilontarkan Kimi kepada Brian. Dan Brian hanya menjawab, nanti saja. Sungguh membuat Kimi langsung menekuk wajahnya.
"Lo belum jawab pertanyaan gue tadi, kenapa lo mau pindah disini?" seru Kimi saat di perjalanan.
"Gue mau pindah disini, ya karena gue mau jagain lo, lo kan masih kayak anak kecil, kalau lo disana diejek atau dibully gimana?" ledek Brian.
"Kenapa lo selalu bikin hari gue suram sih!" ucap Kimi sambil memukul punggung Brian.
"Hahaha"
°°°
"Turun, betah banget kayaknya lo di motor gue, emm ya emang sih motor gue bagus makanya lo betah ya kan?"
"Dasar lo" Kimi pun turun dan melepas helmnya dan memberikannya kepada Brian
"Gue balik dulu" pamit Brian
"Iya, hati hati" ucap Kimi sambil melambaikan tangannya ke arah Brian yang sudah meninggalkannya sendiri.
Kimi pun melihat sekeliling, menghirup udara dan menghembuskannya, suasana pagi yang cerah membuat hati Kimi ikut cerah. Dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya, Kimi berjalan menelusuri lorong demi lorong untuk mencari ruang kantor guru.
"Aduh" Kimi tersandung dan di tangkap oleh seorang laki-laki yang belum dikenalnya,
"Eh maaf" Kimi berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Haii gue Kimi" Kimi mengulurkan tangannya.
"Jey" ucapnya dengan dingin tanpa membalas uluran tangan dari Kimi. Kimi yang merasa uluran tangannya tidak dijabat langsung menurunkan tangannya dan tersenyum canggung.
Jey menatap Kimi dari atas sampai bawah, mata Kimi pun mengikuti arah gerak bola mata di depannya.
__ADS_1
"Lo anak baru?" Kimi menganggukan kepalanya.
"Emm dimana ruang guru?" ucap Kimi canggung.
"Ayo gue anter" dengan gaya cool nya Jey memasukkan tangannya di saku celana depannya.
Astaga! Ini orang kebalikan dari Kama, bagaimana hari gue yang cerah ini harus berhadapan dengan makhluk yang ketus seperti ini. Semoga gue nggak sekelas dengan makhluk ini, amin.
"Masuk" Jey berbalik badan dan berhenti mendadak dan tubuh Kimi terbentur didepan tubuhnya.
"Eh maaf" Jey memicingkan matanya dan berlalu pergi ke meninggalkannya sendirian.
"Dasar pria ketus, nggak ada sopan santunnya! Gue rindu Kama, huh!" Kimi mulai masuk kedalam ruang guru dan keluar dengan senyum yang mengembang.
"Kau sangat cantik nak" ah suara itu selalu membuat hatinya bahagia, mendapat wali kelas yang sangat cantik dan masih muda, batinnya.
"Oke gue udah tau kelasnya, lurus belok kanan, eh belok kiri atau kanan ya? Ahh, bodoh lo Kim!" Kimi merutuki kebodohannya dan masuk kedalam lagi guna bertanya lagi.
"Oke, sekarang lurus dan belok kiri ya, sebelah ruang laboratorium, oke bismillah" Kimi mulai menyusuri ruangan itu, dan berhenti saat sudah sampai.
"Kok gue gugup ya, duh udah cantik kan?" Kimi merapikan rambutnya dan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, terus mengulang seperti itu dan mulai masuk kedalam.
"Permisi" Kimi masuk dan melangkah menuju guru.
Mati lo Kim! Pria ketus itu ada disini! Santai Kim anggap saja tidak ada manusia itu disitu.
"Selamat pagi teman-teman perkenalkan saya Kimi radeeya saya pindahan dari SMAxx" ucap Kimi dengan senyum termanis nya.
Semua pria melihat ke arah Kimi, bagaimana tidak Kimi sangat cantik. Kecuali Jey dia masih sibuk dengan bukunya. Pria cerdas mungkin?
"Baiklah Kimi, kamu boleh duduk di disana" Guru itu menunjuk bangku di belakang Jey. Jey yang mendengar penuturan gurunya langsung melihat ke belakangnya. Bagaimana mungkin Jey membiarkan Kimi duduk di belakangnya, sedangkan dia sudah mengkosongkan sejak dulu saat dia masuk ke kelas ini untuk pertama kalinya, semua orang tidak berani mendekat ke arahnya karena takut mungkin?
"Bu, kenapa dia harus duduk disini! Kenapa tidak bangku yang lainnya saja!" gerutu Jey.
"Jey, lihatlah di mana mana bangku sudah kosong, dan hanya bangku itu saja yang kosong. Nah Kimi kamu nggak usah dengerin Jey ya, sekarang kamu duduk disana ya" Kimi menganggukan kepalanya, dengan ragu-ragu Kimi berjalan mendekati bangkunya, tentu saja dengan sorot mata yang mengancam dari mata Jey ke arahnya yang membuat Kimi menekan salivanya dengan cepat.
Kimi duduk dan langsung menundukkan kepalanya. Saat guru mulai menerangkan pelajarannya Kimi menaikkan kepalanya dan untung saja Jey tidak melihat dirinya dengan sorot matanya itu.
Pelajaran usai, waktunya istirahat. Semua laki laki dan perempuan mendekat ke arahnya. Tentunya tidak ada Jey. Apa gue punya salah? Batin Kimi.
"Hai, gue Salsa"
"Gue Bela dan ini Mela, saudara kembar gue"
__ADS_1
"Gue Boy"
"Gue Reyhan"
Semua mengulurkan tangannya ke Kimi dan Kimi menyambutnya dengan senang. Semua care tidak membanding-bandingkan satu sama lain. Membuat Kimi selalu tersenyum senang.
Bahkan kelas ini sangat menyenangkan dan dimana pria ketus itu? Kenapa nggak dikeluarkan dari sekolah ini aja sih! Oh keluar dari kelas ini saja sudah syukur alhamdulillah.
"Ayok ke kantin" Ajak Salsa. Kimi dan lainnya pun pergi ke kantin.
Sekolah hebat! Besar dan kantinnya tidak kotor, tidak jauh dengan sekolah gue dulu. Kalau ada Kama tambah seru ini sekolah. Oh sudahlah Kimi jangan membayangkan Kama disini.
Oh no! Apa yang dilakukan Pria ketus itu disini? Ahh kenapa dia disini sih! Ah bodoh kau Kim, ini kan waktu istirahat pasti dia kesini!
"Hai Kim, kenapa berhenti?" Tanya Reyhan.
"Oh nggak apapa kok," Kimi berjalan menuju salah satu meja disana dan mulai menduduki kursinya.
"Lo mau apa Kim?" tanya Boy
"Emm gue mau, apa disini ada jus mangga?" lirih Kimi.
"Oh, jus mangga, ada sih mau?" Kimi menganggukan kepalanya dan teman teman lainnya mulai memakan pesanan makanan masing- masing.
Telepon Kimi berdering, Kimi minta izin angkat telpon dan menjauh dari sana.
Hai Kim, lama banget angkatnya. Gimana sekolah baru lo?
"Gue seneng banget disini, lo tau nggak ternyata sekolah ini tak semenakutkan yang gue kira"
Oh ya? Gimana ceritanya?
"Kim, pesenan lo udah siap nih, ayo buruan" teriak Boy dari sana. Kimi menoleh dan menganggukan kepalanya
"Udah dulu ya Kam, nanti sambung lagi teleponnya" tanpa mendengar jawaban dari Kama, Kimi langsung mematikan teleponnya secara sepihak.
Kimi kembali duduk dan mulai meminum jus mangganya. Jey keluar dari kantin, Kimi menoleh ke arahnya dan bernafas lega.
Akhirnya dia keluar juga
Kesan pertama di sekolah gue adalah hebat tapi tidak!
Bersambung...
__ADS_1