Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Kecewanya Sasa


__ADS_3

Rumah Sasa...


Sekitar pukul 08.15


"Apa yang kurang ya?" ucap sasa dengan berdiri di depan cermin kamarnya sambil memutar mutar kan badannya.


"Aaaah kayaknya udah perfect nih tinggal nunggu Kama aja dong" ucap sasa sambil melangkah menuju anak tangga


Sampai di lantai bawah tiba tiba ada yang memegang bahunya dan dia mencoba untuk memutar tubuhnya perlahan lahan dan dan yang tampak adalah seseorang yang sedang memakai pakaian serba putih dan mukanya juga putih karena memakai masker Sasa langsung berteriak sekencang kencangnya.


"Aaaaa hantuuu aaaa aaaa aaaa" teriak Sasa sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Eh sasa ini mama! Ngapain kamu malam malam dandan cantik cantik gitu?


"Ahh mama....mama bikin aku kaget aja deh ngapain mama malem malem pake jubah kayak hantu terus tuh muka pake masker?"


"Lahh iya sayang kamu gimana sih" ucap mama Sasa sambil membenarkan masker yang menempel di wajahnya itu.


"Oh iya kamu belum jawab pertanyaan mama tadi kamu mau kemana?" sambung mama Sasa


"Aku mau keluar makan malam ma" ucap Sasa bersuara lirih.


"Apa? Mama nggak denger, bicara yang lebih keras dong" ucap mama Sasa sambil memajukan wajahnya agar mendengar apa yang anaknya itu katakan


"Ihh mama... emm aku mau makan malem ma!" ucap Sasa dengan lantangnya.


"Sssttt jangan teriak teriak nanti pada bangun" gerutu mama Sasa sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya


"Ihh mama tadi katanya suruh bicara lebih keras" ucap Sasa sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya iya tapi jangan keras keras dong" Gerutu mama Sasa.


"Yasudah lupakan tadi kamu mau makan malem kan? Sama siapa? Laki apa perempuan?" tanya mama Sasa yang berturut-turut


"Laki laki ma" ucap Sasa sambil menundukan kepalanya karena takut tidak di bolehin untuk pergi makan malam dengan Kama.


"Apa??!! siapa laki laki itu? Berani sekali dia ngajak kamu malem malem gini cuma buat makan malem" ucap mama Sasa sambil berkacak pinggang.


"Dia bukan siapa siapa aku ma dia hanya minta maaf karena tadi dia sempat menabarak aku di sekolah dan dia ngajak aku makan malem...cuma kali ini aja ya ma aku mohon ma...boleh yaa" permohonan Sasa sambil mengatup kan telapak tangannya di depan wajah sang mama


ijinin nggak ya? tapi kok kasihan si liat Sasa sambil mohon mohon gitu... emm nggak papa deh kalo cowoknya ganteng juga mungkin dia akan jadi mantu aku hehehe


"Ma ma, kok bengong si?" ucap Sasa sambil mengayun ayunkan tangannya di depan wajah mamanya yang sedang bengong.

__ADS_1


"Eh iya, Ya sudah mama ijinin kamu tapi jangan malem malem pulangnya. Nanti mama yang kena amukan papa kamu kalo kamu pulang malem lebih jam setengah sepuluh malam."


"Benar ma?"


"Iya sayang" ucap mama Sasa sambil mengelus rambut sang anak.


"Makasih ma. Aku sayaaaang banget sama mama" ucap Sasa sambil memeluk erat sang mama.


"Eh lepasin jangan meluk erat erat kamu mau mama kamu mati tercekik" ucap mama Sasa sambil mencoba melepaskan pelukan sang anak.


"Hehhe maaf ma reflek" ucap Sasa sambil melepaskan pelukannya dari sang mama tercinta.


"Yaudah mama mau ke dapur dulu"


"Siap ma" ucap Sasa sambil membuat hormat dengan tangannya.


Pukul 10.12


Terlihat Sasa ketiduran di sofa ruang keluarga dengan mulut yang menganga.


Tuh anak masih disitu?


Mama Sasa meletakan salah satu buah di salat buah miliknya ke mulut Sasa yang terbuka.


"Kamu sih kalo tidur mulutnya lebar banget"


"Eh tu anak laki laki yang mau datang kesini kemana? Belum datang?.


"Paling kejebak macet dia ma"


"Kejebak macet gimana? Tuh lihat jam berapa sampe jam segini belum datang" ucap mama sasa sambil menunjuk jam yang menempel di dinding ruang keluarganya


"Apa jam sepuluh lebih!!" Teriak Sasa dengan mata melotot lebar.


"Aduhh Sasa pelan pelan kalo ngomong pengang nih kuping mama! ucap mama Sasa sambil menjauhkan wajahnya.


Sasa pun tidak menjawab apa yang di katakan mamanya barusan Sasa lebih fokus terhadap Kama yang belum datang


Kemana Kama ya?


Sasa pun melihat layar ponselnya tidak ada notifikasi chat dari Kama.


Loh dia malah offline

__ADS_1


Sasa pun mengembalikan ponsel ke tas nya


"Dia sudah tidur palingan tuh. Lain kali kalo kamu mau janjian itu yang jelas biar nggak kayak gini jadinya." ucap mama sasa sambil memakan salad nya


Apa benar dia sudah tidur? Tapi kalo nggak jadi kan bisa ngirim pesan singkat ke aku. Lah ini nggak ngirim pesan nggak telpon kemana si dia?


"Udah ngalamunnya?" ucap mama sasa membuyarkan lamunan Sasa.


"Ma aku masuk kamar dulu ya?"


"Ya sudah sana kamu masuk kamar kamu tapi nanti jangan nangis di sana kayak hantu nanti."


Tanpa mau mendengar dan menjawab ledekan sang mama, Sasa langsung berjalan menuju anak tangga untuk menuju kamarnya.


Sampai di kamar, Sasa langsung melangkah menuju kamar mandi tepatnya wastafel untuk membersihkan make up yang sedari tadi menemoel pada wajahnya.


Setelah itu Sasa keluar dari kamar mandi dan menuju lemari untuk mengambil piamanya.


Saat piama sudah ketemu Sasa langsung menggunakan piama tersebut. Dan yang terjadi berikutnya adalah...


"Aaaaaa benci aku sama kamu Kamm!!! hiks hiks." ucap Sasa sambil menangis tersedu sedu dan terisak.


Selang beberapa menit suara tangisan dan isakan tidak terdengar lagi sepertinya Sasa sudah terlelap akan tidurnya


Minggu pagi hari di rumah Kama


Terlihat Kimi lebih dulu bangun dari tidurnya dan dia sekarang melihat tangan dan kaki Kama memeluk tubuhnya seperti bantal guling.


"Kama apaan sih meluk meluk gue segala risi tau" gerutu kimi kepada kama sambil mencoba melepaskan pelukan Kama dan yang ditanya cuman mengeluarkan dengkuran halus yang lolos dari mulutnya.


Bener bener ni bocah ya bikin aku kesel aja pagi pagi


Tiba tiba ada lampu menyala di atas kepalanya.


"Gue kerjain ah si Kama"


"Kama bangun kama ada mbokap lo di sini"


"Apa??Papah? Dimana dimana? Dimana papah Kim!!" ucap kama terkejut sambil menyibak selimut dan langsung duduk dari posisi rebahan nya


"Hahaha eh lo kayak ikan yang di taroh ke tempat kering aja menggelepar" ucap kimi sambil menirukan gaya ikan yang menggelepar.


"Dasar lo ya untung aja temen, cewek lagi kalo bukan gue ajak ke ring buat tanding" gerutu kama sambil memperlihatkan muka bantal yang sedang murka itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2