
"Kam lo Seharusnya nggak gituin Sasa dong!" seru Kimi setelah mereka pulang dari rumah.
"Hemm" deheman Kama sambil bermain game di hpnya.
"Ham hem ham hem, yang bener dong kalo jawab!" seru Kimi dan Kama hanya mengacuhkan nya saja
"Kim gue sukanya sama lo bukan sama Sasa" jelas Kama.
"Tapi ya lo minta maaf dong, kok malah njawabnya ketus gitu si sama Sasa" ucap Kimi.
"Biarin Kim" ucap Kama santai dengan mata yang masih menatap layar hpnya.
"Kok lo gitu sih Kam!" seru Kimi.
Kama langsung menarik tubuh Kimi agar berbaring sepertinya.
"Kalo lo nggak bisa diem gue bakal buat lo ngidam!" bisik Kama yang membuat bulu kuduk Kimi merinding.
"Apaan sih lo Kam! Gue lagi marah juga" ucap Kimi sambil mendorong Kama agar menjauh darinya.
"Lo kalo megang megang gue terangsang lho Kim" goda Kama yang langsung membuat energi Kimi untuk mendorong tubuh Kama berkali kali lipat, hingga Kama terenggok dilantai.
"Aduhh" teriak Kama sambil memegangi pinggulnya yang nyeri akibat terbentur lantai
"Hah rasain lo makanya nggak usah macem macem sama gue, kena kan akinatnya" ucap Kimi.
"Kan gue bercanda Kim, aduh" ucap Kama sambil berdiri dengan tangan yang masih mengelus punggungnya
"Becanda lo nggak lucu tau Kam!" ketus Kimi sambil mencari hpnya yang entah kemana.
'Kemana HP gue ya'
"Lo cari apa Kim?" tanya Kama yang sudah duduk di atas kasur
"HP gue kemana ya?"
Kama memperhatikan seluruh kamar dan ternyata HP Kimi berada di lantai yang berada dibawah nya.
"Ini Kim?" ucap Kama sambil menggoyang goyangkan HP Kimi.
"Kok bisa ada di lo? Ah lo musti yang sembunyiin HP gue kan! Iya kan!" teriak Kimi.
"Nggak tadi jatuh nih HP gue ambilin bukannya makasih malah neriakin gue" Ucap Kama dengan sewot nya.
"Ya sudah kemarikan hp gue" ucap Kimi sambil mencoba mengambil hpnya yang diangkat ke atas kepala Kama.
"Nggak mau wlek" ledek Kama.
"Siniin Kam buruan"
"Oke oke tapi ada syaratnya"
"Apa?"
"Lo harus balik badan dulu"
"Ngapain?"
"Ya lo mau nggak"
__ADS_1
"Ya gue balik nih, terus?" ucap Kimi sambil berbalik badan
"Oke sebentar"
Kama mengarahkan kamera HP Kimi ke samping tubuh mereka.
"Udah Kim balik" ucap Kama dan Kimi pun berbalik badan namun Kama malah mencium bibir Kimi dan memotret nya yang membuat Kimi melotot kan matanya.
"Emmhh apaan sih lo Kam!" seru Kimi yang membuat Kama melepaskan bibirnya
"Nah bagus Kan?" ucap Kama dengan senyumannya memperlihatkan foto saat mereka berciuman.
"Cih apaan itu! Hapus nggak" seru Kimi sambil berusaha mengambil hpnya dari tangan Kama yang terangkat keatas.
"Nggak Kim! ini bagus lho" ucap Kama sambil berusaha menjauhkan HP Kimi dari sang empunya.
"Bagus dari mananya! Nggak ada bagus bagusnya tau! mata gue melotot gitu kok lo bilang bagus" ucap Kimi setelah duduk dan menekuk wajahnya.
"Ya sudah kita ulangi lagi yang benar" ucap Kama sambil memonyongkan bibirnya dan bersiap mengatur timer kamera 10 detik
"Ayo cepat" imbuhnya karena Kimi tak kunjung mencium bibirnya.
Kimi memajukan wajahnya dan dia melirik detikan yang sedang hitung mundur di hpnya. Saat waktu tinggal 3 detik, Kimi langsung mendorong wajah Kama dengan telunjuknya. Dan alhasil kamera menjepret saat Kimi menonyor kepala Kama.
"Isshhh Kimi! Kan nggak jadi fotonya!" seru Kama hendak menghapus fotonya namun Kimi sudah lebih dulu merampas hpnya
"Hahaha nggak kena wlek" ledek Kimi berlarian keluar kamar. Saat Kimi mundur ke belakang dia tidak sadar ada tangga yang akan diinjak nya
"Aaaa" Teriak Kimi dengan posisi seperti hendak kayang. Dan
"Gue sudah di surga kah?" tanya Kimi dengan menutup matanya ketakutan dan tangan yang menggenggam HP daritadi sudah bergetar hebat dengan keringat dinginnya. Kimi pun langsung tidak sadarkan diri.
"Haahh apa kamar gue ada di surga juga? Ha apa? Siapa?" ucap Kimi dengan terengah-engah seperti orang oon.
"Surga apaan, lo itu jangan ngaco kalo ngomong" ucap Kama yang melihat Kimi siuman dari pingsannya.
"Loh di surga ada lo juga Kam?" tanya Kimi keheranan.
"Kok bisa?"
"Haaa, apa jangan jangan lo juga, "
"Aduh" teriak Kimi karena Kama menjitak dahinya dengan keras.
"Sadar lo ini masih di bumi nggak usah ngayal deh lo!" seru Kama karena geram dengan Kimi yang sedari tadi berbicara tentang surga.
"Jadi ini masih di bumi? Gue nggak di surga?"
"Aduh, Kok lo njitak gue lagi sih sakit tau" gerutu Kimi sambil mengusap usap dahinya yang nyeri
"Biar lo sadar!" seru Kama.
"Wahh gue nggak jadi di isdet, Yeee" sorak Kimi dengan kencangnya dan dengan refleks Kimi langsung memeluk Kama dan menciumnya asal asalan dan mengenai bibir Kama yang membuat Kama tersenyum mendapatkan lotre.
"Ihh lo kok ambil kesempatan dalam kesempitan sih!" gerutu Kimi sambil menjauhkan badan dan wajahnya dari Kama.
"Cih! Lo yang cium duluan gue yang disalahin" gerutu Kimi
"Tapi kan lo yang biasanya suka cium gue duluan!" seru Kimi.
__ADS_1
"Tapi lo suka kan?" goda Kama yang membuat Kimi langsung melayangkan pukulannya.
"Kalo ngomong jangan ngaco! Mana ada gue suka dicium sama lo" ucap Kimi sambil menggeretakkan giginya dengan tangan yang masih memukul pundak Kama.
"Ahh masak" godanya lagi.
"Ah bodo amat!" seru Kimi dan beranjak dari kasur hendak mandi.
"Kim ikutt" godanya lagi.
Kimi tak menjawab daripada dia yang akan kalah kan nantinya batinnya. Kama pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kimi.
"Dasar Kimi kayak anak kecil saja, Hah apa ini? ponselnya bunyi dimana ya?" tanya Kama pada dirinya sendiri.
'Nah ini dia? What dari Griss? Jawab nggak ya?'
"Siapa yang nelpon Kam?" teriak Kimi dari dalam kamar mandi
Duh jawab apa ini
"Oh ini dari Sasa Kim" teriak Kama juga.
"Angkat dong"
"Udah gue angkat hpnya Kim, terus harus apa lagi?"
"Lo oon apa gimana sih kam!" seru Kimi.
"Iya iya diajak becanda aja nggak mau" ketus Kama. Kama pun mengangkat teleponnya di luar kamar agar tidak kedengaran Kimi kalo dia akan memaki Griss nantinya.
"Kalo di luar kamar gini nanti tiba tiba Kimi muncul lagi, Ya gue harus ke belakang" ucap Kama dan berlalu pergi ke belakang rumahnya.
"Halo ngapain lo hubungin Kimi ha?!" teriak Kama
Loh ini bener nomor Kimi kan? Hmm bener kok.
"Kok lo yang angkat telpon Kam?"
"Karna Kimi sedang mandi!" seru Kama
What? Apa dia bilang? Mandi?
"Emmm maksut lo apaan Kam?"
"Lo tuli apa gimana! KI MI SE DANG MAN DI!" jelas Kama.
"Iya gue denger maksudnya kok lo bisa tau kalo Kimi lagi mandi"
"Karna Kimi mandi di kamar gue oon!" seru Kama yang membuat Griss menjauhkan hpnya dari telinganya.
*Apa dia bilang tadi? Mandi dikamarnya? Wah ada apa apa ini.
tut tut tut*.
"Cih! Si Griss suka banget putusin panggilan gitu aja" gerutu Kama
"Apa Kam? Griss?"
Bersambung...
__ADS_1