
"Aduhh tante aku makin sayang banget sama tante" ucap Kimi sambil berjalan menuju mama Kama dan memeluk leher mama Kama.
"Harus dong sayang" ucap mama Kimi sambil mengelus tangan Kimi.
"Kamu nggak sayang sama mama Kama?" tanya Mama Kama.
"Sayang dong ma tapi lebih sayang lagi kalo hukumannya dikurangi" ucap Kama sambil berjalan ke arah mama nya dan memeluk bersamaan dengan Kimi.
"Kamu selalu saja hukuman yang di bahas" ucap Mama Kama. Kama dan Kimi pun melepaskan pelukannya.
"Ayolah ma beri keringanan sedikit aja, minimal aku boleh lah pergi kemana gitu."
"Emang kamu mau pergi kemana?"
"Aku mau ke mana mana lah ma, mau ke rumah temen mau kumpul sama temen temen juga" rengek Kama.
"Ahh sudahlah tidak usah kamu merengek terus sama mama, mama tidak akan beri waktu senggang untuk kamu." ucap mama Kama yang membuat wajah kama langsung di tekuk.
"Nggak usah cemberut gitu nanti kan bisa ajak temen temen kamu untuk datang kesini."
Bener juga kata mama, okelah lumayan
"Ya sudah ma aku mau ke kamar dulu, ayuk Kim ikut" ucap Kama sambil menarik narik tangannya Kimi.
"Mau ngapain? eh eh lepasin dong kayak nenek aja gue di gandeng gandeng" gerutu Kimi sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kama.
"Malah seneng dong di gandeng sama gue. Kan gue ganteng" ucap Kama dengan gaya PD nya.
Idihh pingin gue sumpal tuh mulut nya.
Mama Kama langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah 2 bocah di depannya.
___________________________________
"Apaan sih Kam lepasin nggak?" ucap Kimi sambil memukul mukul tangan Kimi.
Kama yang sudah tidak tahan dengan ocehan Kimi langsung menghempaskan tubuh Kimi ke ranjang.
"Aduhh apaan sih lo Kam sakit tau" ucap Kimi sambil memegangi pinggulnya.
"Ehh sorry Kim, lo sih berisik dari tadi" ucap Kama sambil mengulurkan tangannya membantu Kimi bangun. Kimi pun mengulurkan tangannya dan siapa sangka malah Kama menarik tangannya dan mengelus rambutnya.
"Lo kok ngeselin banget sih Kam!" seru Kimi
"Hehehe bercanda" ucap Kama sambil mengulurkan tangannya kembali dan langsung di tepis oleh Kimi.
"Nggak usah"
"Yee sok jual mahal lagi" ucap Kama sambil berbaring di samping Kimi yang sedang duduk. Kimi pun ikut berbaring di samping Kama.
"Gue baru sangka kalo kita pernah mandi bareng dan memiliki hal lucu seperti itu" ucap Kimi.
"Iya ya mau kita ulang lagi sekarang" goda Kama yang langsung mendapat pukulan dari Kimi.
"Jangan ngaco!"
"Lhoo kok ngaco? ini beneran. mau sekarang?" ucap Kama sambil memiringkan badannya dan bertumpu pada tangannya.
"Idihh ogah banget" ucap Kimi sambil duduk dari posisi berbaring nya.
"Kenapa?"
"Dasar mesum!"
"Hehehhe"
Kama meraih perut Kimi agar berbaring lagi ke tempat semula.
"Apa?" tanya Kimi heran.
"Oh iya tadi lo mau apa bawa gue kemari?" tanya Kimi yang baru sadar kenapa dia di bawa kemari.
"Gue mau ngundang temen temen gue Kim" Ucap Kama.
"Terus??"
"Ya lo nggak mau ngajak temen lo kesini gitu?"
__ADS_1
"Nggak ah males sama lo aja udah cukup kok" ucap Kimi.
Kama tersenyum sumringah mendengar penuturan Kimi.
"Segitu berartinya ya gue buat lo?" ucap Kama sambil berdiri dari posisi tidurannya, beranjak duduk dan menatap Kimi.
"Idih nggak lah, gue sekarang ngga mood buat kumpul kumpul kayak gitu"
"Ahh yang bener" Ucap Kama sambil menggelitik pinggang Kimi yang membuat Kimi kegelian.
"Hahhah aduh stop Kam geli tau" ucap Kimi sambil menghindari gelitikan Kama. Kama pun menghentikan kejahilan nya.
"Eh eh gue baru inget, kan lo ngajak si Sasa makan malem kan? Itu pas waktu gue nginep disini karena ada hantu itu, lo inget nggak?"
"Nggak"
Idihh jawabnya tidak mengenakan hati sekali.
"Kalo jawab yang lebih spesifik lagi dong Kam" ucap Kimi geram dengan jawaban Kama.
"Lha terus gue harus jawab apa?"
"Ya lo kenapa kok nggak nyamperin tuh si Sasa?"
"Gue nggak inget"
Boleh nggak sih gue kasih betadin di otaknya!
"Ngapain sih lo ngurus banget sama tuh Sasa?" tanya Kama.
"Ya kan kasihan, pasti dia udah nunggu lo kan?"
"Nggak"
"Udahlah Kim nggak usah bahas si Sasa kita kan mau mainin dia doang" jelas Kama.
"Lah iya tapi apa lo nggak kasihan sama tu anak?
" Nggak "
"Gimana kalo kita ngemil di kamar sambil nonton tv? Daripada mikirin orang lain kan?" titah Kama.
"Bener juga lo, ya sudah lo ambil sana cemilannya".
"eh enak aja nggk mau lah gue ngasih ide kayak gini supaya lo yang ambilin cemilannya" ucap Kama.
"Kamaaa gue ini tamu dan tamu adalah raja tau nggak?" ucap Kimi sambil menggeretakkan giginya.
"Nggak!"
"Pingin gue tampol dah mulut lo sumpah!" gerutu Kimi sambil mencubit lengan Kama.
"Yaudah sini sini kalo berani" ucap Kama sambil memonyongkan bibirnya di hadapan Kimi.
"Ahh males debat sama lo nggak guna!" ucap Kimi menyerah.
"Hehehe"
Kimi pun berjalan menuju dapur yang berada di lantai bawah. Sampai di sana Kimi bertemu Mama Kama yang sudah rapi dan sangat cantik.
"Lohh tante mau kemana?" tanya Kimi sambil memegangi kulkas yang belum terbuka.
"Ohh tante mau arisan sayang kamu jaga rumah sama Kama ya" ucap Mama Kama.
"Siap tante"
"Ya sudah tante mau pergi dulu daaa sayang" ucap mama Kama sambil melangkah keluar dan melambaikan tangannya.
"Daaa tante." ucap Kimi sambil membalas lambaian tangan Mama Kama.
"Duh sampe lupa"
Kimi pun membuka lemari es dan mengambil semua cemilan (banyak kali lhoo wkwk) yang ada di kulkas
Kimi membawa cemilan dengan susah payah dan sampai di kamar hanya terdengar decakan dari Kama.
"Apaan lo" tanya Kimi sambil menajamkan matanya.
__ADS_1
"Buset dah Kim lo mau party sama siapa bawa sebanyak itu cemilannya" ucap Kama di iringi dengan decakan nya.
"Sama lo lah, gila apa ya?"
"Ini kebanyakan Kim"
"Bodo amat!"
"Nanti lo ganti lho Kim"
"Lo kok bawel banget sih!" gerutu Kimi yang mendengar ocehan Kama sejak tadi.
"Lo nggak inget lo pernah ngabisin semua makanan yang di meja makan gue? Hah nggak inget!" ucap Kimi.
__________________________________________
"Astaga Kama!! Kemana lo hah?!"
"Apaan sih Kim kok teriak teriak" ucap Kama sambil keluar dari dapur.
"Ini apaan" ucap Kimi sambil menunjuk meja makan.
"Meja"
"Yang bilang Ini drampolin siapa?"
"Teruss?"
"Makanannya Kama!"
"Ohh makanannya bilang dong. Emang kenapa makanannya?"
"Ya lo liat aja sendiri makanan udah nggak ada gini"
"Ohh itu, itu mah udah gue makan semua. Gue lapar Kim."
__________________________________________
"nggak" jawab Kama singkat.
"Dasar lo ya bikin gue naik darah tau nggak" gerutu Kimi sambil menaruh cemilannya di karpet yang berada di bawah ranjang.
"Kalo naik ya turunin" ucap Kama
Kimi tidak menjawab apa yang di katakan Kama daripada nggak ada ujungnya nanti. Kimi pun duduk di atas karpet.
Kimi meraih remot dan menyalakan TV setelah TV menyala Kimi membuka cemilan dan memakannya.
"Enak banget lo makan sendirian" ucap Kama sambil melorot dari tempat tidur dan duduk di samping Kimi. Kimi tidak menjawab apa yang di katakan Kama kepadanya.
Kama merasa bahwa Kimi sekarang sedang mengacuhkan nya.
Duh Kimi marah lagi.
"Kim lo marah?" tanya Kama dan Kimi hanya diam saja
"Kim jawab dong" ucap Kama lagi sambil menggoyang goyangkan lengan tangan Kimi yang sedang membawa cemilan.
"Duhh lo bisa diem nggak sih Kam!!" gerutu Kimi.
"Ya maaf makanya jawab dong" ucap Kama sambil menggelayuti tangan Kimi dan menyandarkan kepalanya di pundak Kimi.
"Ihh lo jauhan dong geli gue" ucap Kimi sambil meletakkan cemilannya dan mendorong kepala Kama agar menjauh darinya.
"Ya sudah sini lo aja yang nyandar" ucap Kama sambil menyandarkan kepala Kimi di bahu Kama.
Kimi tidak melawan setelah itu. Kama tersenyum sambil memperhatikan TV di depannya sambil memakan cemilannya.
"Ohh astaga!! " ucap Kimi sambil menegakkan kembali kepalanya.
"Kenapa Kim?"
"Gue lupa"
"Lupa apa?"
Bersambung...
__ADS_1