Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Pindah?


__ADS_3

"Ha? Sejak kapan lo disitu?" tanya Kama yang sudah berwajah aneh.


"Barusan" ucap Kimi yang membuat Kama bernafas lega


"Oh ya tadi yang nelpon siapa? Griss?" imbuhnya.


"Oh e bukan tadi gue dan Sasa lagi ngomongin Griss ya lagi ngomongin Griss." ucap Kama sambil mengelus leher belakang.


Tumben banget


"Ah sudahlah lupakan nih HP lo" ucap Kama sambil menyerahkan HP Kimi tidak lupa dia menghapus dulu riwayat teleponnya.


"Oh ya ngapain lo kesini?" imbuhnya.


"Gue mau naruh ini handuk terus mau bilang mi instan nya udah gue bikinin tuh, gue taruh di meja, tinggal lo makan aja, lo kan belum makan siang tadi" Kama tersenyum senang karenanya.


"Pintarnya calon istri gue" ucap Kama gemas sambil mengacak rambut Kimi yang masih basah.


"Ihhh Kama udah berapa kali gue bilang, gue bukan calon istri lo!" seru Kimi.


"Oh iya gue lupa, lo itu istri gue hahaha" ucap Kama sambil berlari kedalam rumah. Dan membuat Kimi memicingkan matanya kesal dan menaruh handuknya dengan kasar.


°°°


"Kim lo nggak makan?" tanya Kama yang sudah duduk disofa ruang TV menyantap mi instan nya.


"Nggak ah nggak sehat makan mi instan terus" ucap Kimi sambil duduk disebelah Kama dan mengambil remot tv dan menyalakannya.


"Kalo lo bilang ini nggak sehat, ngapain lo masakin gue mi instan ha?" tanya Kama


"Kan gue nggak bisa masak Kam" ucap Kimi santai sambil memencet remot mengganti chanel TV.


"Kalo lo nggak suka, pesen onlen aja!" seru Kimi yang sudah kesal dengan Kama.


"Kalo gitu gue sekolahin lo ke sekolah masak aja biar gue nggak kelaparan nanti kalo udah nikah sama lo" ledek Kama yang membuat Kimi mengalihkan pandangannya ke arah Kama dengan tatapan tajam.


"I iya sorry lo nggak bisa masak juga gue masih cinta kok" ucap Kama sambil menyendok mi dan memakannya.


Hening


"Kam"


"Hmm"


"Gue cinta sama lo" ucap Kimi dengan mata yang masih menatap layar TV.


"Oh ya?"

__ADS_1


"Kok lo gitu sih responnya" sewot Kimi sambil memukul punggung kama yang membuat sang empunya tersedak mi yang baru ditelan.


"Gue udah tau kok kalo lo cinta sama gue" ucap Kama santai dengan memakan kembali minya


"Oh ya darimana?"


"Gue denger lo ngomong sendiri di kamar lo, katanya lo cinta sama gue. Lo tau nggak gue langsung ingin meloncat disitu tapi gue urungkan karena gue nggak mau buat kegaduhan malem malem, terus gue balik deh kerumah, sampai dikamar gue langsung naik kasur terus gue loncat loncat kayak monkey ya hahaha" ucap Kama panjang lebar.


"Emang rupa lo kayak monkey kok Kam" ucap Kimi yang diiringi gelak tawa.


"Kalo gue monkey barti lo itu..." ucap Kama sambil memajukan wajahnya sampai nafas Kama menerpa wajah Kimi.


"Gue manusia lah gila lo ya! Lo mau bilang gue apa? Monkey? Sama kayak lo? Idih nggak mau gue" ucap Kimi sambil memundurkan badan dan wajahnya.


Kama masih memajukan lagi wajahnya lebih maju dan lebih maju lagi sampai.


"Astaga" ucap Mama Kama kaget sambil menutup mulutnya.


"Ahh mama ganggu aja deh" ucap Kama kesal dan duduk seperti semula dan Kimi entahlah wajahnya sudah seperti udang rebus.


"Hehhe" cengiran mama Kama.


"Kalian belum halal jangan kayak gitu" ucap Mama Kama sambil menahan tawanya


"Besok halalin kita ya ma" ucap Kama nyleneh.


"Iya halalin aja biar nanti mama dapet cucu cepet kan?" ucap Kama yang membuat Kimi langsung memicingkan matanya kesal.


"Lo kalo ngomong jangan ngaco!" seru Kimi dengan menggeretakkan giginya geram.


"Gue ngaco darimananya coba?" tanya Kama.


"Udah udah jangan ribut. Kamu ini! Kama, kamu sabar ya kasihan kan Kimi jadi malu gitu" ucap Mama Kama dengan gelak tawanya.


"Iya lo itu ngeselin tau nggak" ucap Kimi dengan melayangkan tanyannya yang kedua.


"Hehehe. Mama tau nggak?"


"Ya nggak tau lah kan belum dikasih tau" ucap Mama Kama sambil meletakkan martabak cokelat kacang yang tadi dibeli saat menuju rumahnya ke atas meja makan.


"Kimi cinta sama aku lho ma" ucap Kama antusias.


"Hmm beneran Kimi cinta sama kamu? Kamu nggak nyesel nanti cinta sama Kama, Kimi hm?" ledek Mama Kama yang mebuat Kimi menahan tawanya


"Ah mama kok gitu sih" sewot Kama


"Kim lo cinta Sama gue kan?" tanya Kama memastikan.

__ADS_1


"Emm..." ucap Kimi pura pura berfikir.


"Alah tinggal iyain aja kok!" seru kama.


"Aku juga pernah denger dia bilang cinta sama aku saat aku diem diem kerumahnya lho ma" imbuhnya.


"Oh ya?" tanya Mama Kama yang diangguki antusias oleh Kama.


"Bagus dong kalo Kimi suka sama kamu, jadinya kamu nggak jadi jomblo terus lagi kan?" ucap Mama Kama sambil menaruh cemilannya tadi dan duduk di salah satu sofa disitu.


"Aku nggak pernah jomblo kok ma malahan aku banyak yang suka ma, bahkan aku banyak penggemarnya" ucap Kama dengan pdnya. Mama Kama berjalan sambil membawa piring berisi martabaknya.


"Oh ya sampai lupa. Tadi mama Kamu nanyain kamu Kimi disuruh pulang, katanya mau ngomong sesuatu yang penting." ucap Mama Kama sambil duduk dan memakan cemilannya


"Ada apa ya tente?" tanya Kimi.


"Enggak tau juga tuh" ucap Mama Kama.


"Ya sudah pulang dulu sana nanti kesini lagi, dan ini martabaknya bawa pulang biar dimakan mama kamu" imbuhnya dan diangguki oleh Kimi. Kimi mengambil martabaknya.


"Pamit dulu Tante. Kam gue pamit" ucap Kimi sambil berdiri dari duduknya. Dan salaman kepada Mama Kama.


"Iya sayang da ati ati dijalan jangan salah menggok" ledek Kama dan diacuhkan oleh Kimi.


"Gue nggak denger" teriak Kimi yang sudah berada di luar Rumah Kama.


"Ya sudah bay"


Duh ada apa ya? kok jadi deg degan gini


***


Kimi masuk ke dalam rumah dan meletakkan martabaknya ke atas meja ruang keluarha. Dengan antusias tangan Mama, Papa Kimi langsung mencomot martabaknya.


"Ada apa ma, pa penting banget kayaknya? " tanya Kimi yang sudah duduk di tengah mama dan papanya sambil memakan martabaknya.


"Emm begini sayang" terdengar helaan nafas berat dari Papa Kama.


"Gimana ya ngomongnya, Mama aja deh" ucap Papa Kama.


"Hm begini sayang, lusa kita akan pindah kota" ucap mama Kama ragu ragu.


Apa? Kenpa? Kenapa harus pindah? Gue udah nyaman banget disini! Banyak yang sayang gue disini, Kenapa! Kenapa Ya Allah.


Pertanyaan itu terus-menerus menggema seiring Kimi berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang lemas, putus asa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2