Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Perseteruan Kama dan Griss


__ADS_3

Terlihat dibangku restoran yang terdapat tiga manusia, satu wanita dan dua pria. Dua orang pria saling menatap tajam, keduanya seakan berbicara dengan sorot mata saja. Dan yang paling kasihan melihat wanita yang sudah menunggu dengan menyanggah kepalanya. bosan, ya itu ungkapan untuk wanita itu.


"Ngapain dari tadi kalian saling natap natap gitu dan gue hanya duduk duduk aja disini ngebosenin tau!" seru Kimi dengan menekuk wajahnya dan melipat tangannya.


"Woyy jawab dong!" serunya dengan menggebrak meja di depannya dan membuat semua mata tertuju kepadanya.


"Maaf semuanya tadi ada lebah, jadi saya memukulnya agar mati hehehe maaf ya" ucap Kimi tidak enak dengan semua orang yang berada disitu dan semua orang melanjutkan kembali makannya.


Muak gue disini mending gue pergi nggak guna!


Kimi mengambil HPnya di meja dan beranjak berdiri dari duduknya dan melangkah pergi, namun baru satu langkah bergerak kedua tangan pria di belakangnya langsung memegang lengan tangannya, Kama memegang tangan kanan Kimi dan begitupun Griss dia memegang tangan kiri Kimi.


"Duduk!" seru Kama dan Griss berbarengan tanpa melihat Kimi. Kimi langsung duduk kembali ke tempat duduknya dengan mata yang kembali menatap ke arah Kama dan Griss yang masih saling menatap tajam satu sama lain.


"Kalian kenapa sih!" Kama dan Griss langsung menatap tajam ke arah Kimi yang membuat Kimi menelan salivanya dengn kasar. Kama dan Griss kembali saling menatap.


5 menit, 6 menit, 7 menit, 10 menit.


Kimi hanya memainkan game di hpnya saja namun lama kelamaan dirinya bosan, bahkan dia sudah memesan minuman dan cemilan guna menghilangkan rasa bosannya.


"Duh sampe kapan ini!" serunya mulai tak tahan dengan situasi ini, bahkan hampir 1 jam lamanya dia menunggu selesainya pertunjukan tatap mata yang berlangsung di depan nyaa.


"Gue mau balik ah!" Kama beranjak berdiri dan berlari cepat daripada dia ditahan dengan kedua pria yang menurutnya sudah stress.


"Gue benci banget sama 2 makhluk didalam sana! Cih! mending daritadi gue nggak ikut makhluk berdua tadi dan ngepak barang biar cepet urusannya" gerutunya sambil memberhentikan taksi dan masuk ke dalamnya.


Kama dan Griss berlarian mengejar taksi yang ditumpangi Kimi dan saat mereka tidak berhasil menggapainya terlihat mereka berdebat dan melanjutkan tatap tatap mukanya.


"Akhirnya sampe juga, Hahh lelahnya" Kama membaringkan tubuhnya dengan terlentang.


"Cih! Si Kama dan Griss tuh apaan coba! Nggak guna banget tatap tatap kayak gitu. Hah mending gue ngepak barang aja" Kimi bangun dan menuju lemari dan mengambil pakaian dan memasukkannya ke koper.


"Kimi, " teriak Kama dari luar kamarnya.

__ADS_1


"Gue masuk ya lo lagi nggak tidur tanpa busana lagi kan" godanya. Namun tidak ada jawaban.


"Waduh apa jangan jangan Kimi bunuh diri lagi" Kama langsung masuk saja kedalam kamar Kimi dan dia langsung berkacak pinggang karena melihat Kimi yang tiduran dengan memakai handset di telinganya.


"Apaan sih lo Kam! Ganggu aja! Belum puas lo ganggu jam jam gue dengan beradu pandang dengan Griss tadi?" serunya.


"Astaga Kama! Ngapain muka lo biru biru gitu?" Kimi khawatir dan menyentuh wajah kama yang memar.


"Aww sakit tau" Kama memegang wajahnya.


"Gue ambil kompresan dulu" Kimi berlalu pergi mengambil kompresan dan kembali dengn tangan yang membawa baskom dan lap di tangannya.


"Itu bukan lap keset kan?" Tanpa menjawab Kimi langsung duduk disamping Kama dan mulai mengompres wajah Kama.


"Kenapa muka lo kayak gini?" ucap Kimi dengan tangan yang sibuk mengompres wajah Kama.


"Gue kayak gini lo pasti lo udah tau penyebabnya Kim" Kimi menghentikan aktivitasnya dan memandang wajah Kama dengan lekat.


"Kompres lagi dong jangan berhenti! Nih sini nih masih sakit" Kama menunjuk wajahnya yang belum di kompres dengan Kimi. Kimi menggenggam tangan Kama dan meletakkan di pahanya.


"Kam gue besok sudah nggak tinggal disini lagi, gue mungkin nggak akan balik lagi kesini Kam, jadi gue mau lo nggak usah berantem berantem kayak gini lagi. Oke mungkin gue akan balik kesini lagi tapi itu bakal lama banget, mungkin aja gue udah lulus kuliah."


"Gue bakal rindu lo Kim" Kama langsung memeluk Kimi dan tanpa dia sadari air matanya sudah menetes.


"Gue juga mungkin bakal rindu sama lo Kam, tapi tenang aja kan kita bisa kontek-kontekan. Gue juga bakal rindu sifat nakal lo, dan gue juga akan rindu semua tingkah kita. Kita juga udah bikin surat perjanjian jadi tenang aja." Kimi menenangkan dengan mengelus punggung Kama yang bergetar.


Boleh nggak sih gue minta sama Tuhan untuk berhentiin waktu saat ini, gue mau meluk Kimi terus seperti ini.


"Udah ah pelukannya" Kimi melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Kama dan menghapus air matanya


"Cih! Laki kok cengeng!" Kimi tersenyum dan memeluk Kama lagi.


"Gue cengeng gini cuma sama lo Kim, gue nggak prnah nangis kalo bukan gara gara lo" ucap Kama dengan sesenggukan.

__ADS_1


"Iya gue minta maaf udah bikin lo nangis, tapi gue janji bakal kesini sesering mungkin, bahkan gue akan mbolos sekolah demi lo"


"Beneran?" Kimi menganggukan kepalanya.


"Gue bakal rindu masa masa itu masa ini" Kama melepaskan pelukannya dan melihat wajah Kimi. Perlahan dia menangkup wajah Kimi dan memajukan wajahnya


"Nggak sekarang, gue malu" Kimi mengalihkan pandangan dari wajah Kama yang terus menatapnya, bahkan dia tersenyum dan menempelkan kepalanya dan kepala Kimi.


"Gue nggak akan hamilin lo Kim, hahaha segitu ngarepnya lo buatin cucu mama" godanya lagi.


"Gue nggak siap lo cium gue! Bukan bikin cucu mama! Dasar omes!" gerutu Kimi dan berlari keluar kamar dengan pipi yang bersemu di wajahnya


"Woyy Kim tungguin gue, aduh masih sakit nih muka"


Kimi sudah duduk di meja makan dengan menundukan wajahnya. Dan Mama Papa Kimi heran dengan tingkah anaknya, terlihat mereka saling memberi isyarat dengan tatatapan matanya


"Selamat malam tante om" sapa Kama.


"Malam Kama, loh kenapa wajah kamu biru biru kayak gitu? Kamu berantem?"


"Oh nggak tante tadi aku terbentur tembok setelah aku berbalik malah kepleset kulit pisang terus jatuh lagi dan terus terulang seperti itu" kama menyunggingkan senyumannya yang membuat ortu Kimi bingung dengan tingkahnya


"Sudahlah tante, om nggak usah dibahas, urusan kayak gini laki laki mah enteng, iya nggak om" Ucap Kama dengan pdnya.


"Tentu saja Kama kita sebagai bangsa laki laki harus kuat, dan jangan lemah" ucap Papa Kimi menyemangatinya.


"Sudah sudah sini makan." ajak Mama Kimi.


"Kimi, kenapa kamu nunduk terus dari tadi?" tanya Mama Kimi di sela sela makannya.


"Kita mau bikin cucu buat Om dan Tante hahaha"


Mama Papa Kimi serta Kimi langsung menyebutkan kata sama 'Apa?!' kaget dengan mata melotot melihat Kama.

__ADS_1


Kama yang melihat sorot mata mereka semua langsung mengedipkan matanya berulang kali dengan cepat dan menelan salivanya dengan kasar.


Bersambung...


__ADS_2