
Sampai di hotel Kama dan Kimi hanya mengantarkan Vano sampai di loby hotel dan mereka langsung pulang ke rumah dengan menggunakan mobil Kama.
Saat di tengah jalan tidak sengaja ada benda tajam yang menembus bannya dan mengempeskan ban mobil Kama.
"Sial" gerutu Kama sambil melihat ban mobil depannya yang bocor.
"Ada apa Kam kok berenti?" ucap Kimi sambil fokus dengan ponselnya.
Kama pun merebut benda kecil pipih yang dari genggaman Kimi.
"Lo apaan sih Kam siniin hp Gue" ucap Kimi sambil mencoba merebut hpnya dari tangan Kama.
"Iya nanti gue kembaliin sekarang bantu gue dorong nih mobil" ucap Kama sambil mengkantongi HP Kimi.
"Apa?? Gue dorong mobil? Huh nggak ada sejarahnya gue dorong mobil!" ucap Kimi sambil kembali duduk dan melipat tangan di atas perut.
"Ayolah Kim lo kok mau enaknya aja sih" ucap Kama dengan nada sewot nya.
"Lo kok tega banget si sama gue, gue nih cewek Kam cewek!" tegas Kimi.
Hanya terdengar helaan nafas dari Mulut Kama
'sini ada bengkel nggak ya'
Kama pun keluar dari mobil dan bertanya kepada salah seorang yang berada di situ.
"Permisi bu, saya mau tanya, disini ada bengkel terdekat nggak ya?"
"Ohh ada... Tinggal lurus terus dan di sana ada pertigaan masnya tinggal belok ke kiri nah disana ada bengkel mas." jelas seorang ibu ibu.
"Ohh lurus terus belok kiri ya bu?"
"Iya mas"
"Ohh kalau begitu saya banyak banyak terimakasih ya bu" ucap Kama.
"Iya mas sama sama"
Kama pun masuk kembali ke mobilnya.
"Kim lo aja yang ke bengkel" ucap Kama
"Apa lo bilang? Gue? Lo gila kali ya nyuruh gue jalan kaki ke bengkel, panas tau Kam! kok nggak jentel banget sih jadi laki" gerutu Kimi dengan nada kesalnya.
"Huuuffttt"
"Gue jalan jaga nih mobil jangan sampe lecet sedikit pun" ucap Kama yang membuat Kimi langsung memutar bola matanya malas.
Kama pun berjalan ke arah bengkel. Sampai di tujuan.
"Permisiii"
"Iya mas ada apa ya?"
"Mobil saya bocor bannya mas bisa nggak benerin, mobil saya nggak jauh kok ada disana" Ucap Kama sambil menunjuk arah di mana mobilnya berada.
"Oh bisa kok mas sebentar saya ambil peralatan nya sebentar." ucap sang montir tersebut.
Kama terlihat bersama montir berjalan ke arah mobilnya.
"Lo lama banget sih kam? Lo ngapain aja?" tanya Kimi
"Nggak usah banyak tanya" ketus Kama, Kimi pun malas meladeni Kama yang ujung ujungnya akan berdebat.
__ADS_1
Selang beberapa menit mobil Kama sudah selesai di perbaiki. Dan Kama melajukan mobilnya ke rumahnya.
Depan rumah Kama...
"Duh Kim ****** deh gue ini udah liwat jam 10" ucap Kama sambil menepuk jidatnya.
"Nggak papalah sekali kali lo dihukum, biar sehat juga kan bersih bersih kamar."
"Nggak guna banget deh lo jadi temen" gerutu kama
"Sabar Kam ini cobaan" ucap Kimi sambil mengelus lengan tangan Kama.
Mereka pun berjalan menuju rumah Kama. Tanpa mengetuk pintu Kama langsung masuk saja karena pintu memang tidak pernah di kunci dan selalu terbuka lebar. Kama melihat Mamanya yang berada di ruang keluarga sedang menonton drakor kesukaanya.
"Kim pelan pelan jalannya kita mengendap endap saja" bisik Kama yang hanya di angguki oleh Kimi.
Mereka pun berjalan mengendap endap ke lantai atas tepatnya kamarnya Kama. Sampai di Kamar Kama...
Kama bernafas lega karena tidak ketahuan mamanya.
"Gue kalo jadi detektif hebat kali ya" ucap Kama
"Apa?? Lo? Jadi detektif? Hahaha... mungkin lo udah di tanah sekarang Kam Kam" ucap Kimi sambil tertawa lebar.
"Kim jangan keras keras ketawanya nanti di denger mama" ucap Kama sambil berbisik
"Iya iya"
"Mama"
"Tante"
Mama Kama menatap tajam ke arah Kama dan Kimi.
Mama kama mengetuk jam tangan nya dan memperlihatkan kepada mereka
"Jam 10 lebih ma" ucap Kama sambil menundukan kepalanya.
"Baguss sekali! Sekarang mama tambah masa hukuman kamu menjadi 1 minggu berturut-turut membersihkan kamar kamu dan kamu hanya boleh pergi ke luar kalau ada sesuatu yang penting saja!" ucap Mama Kama panjang lebar.
"Apa ma? Jadi aku kayak di karantina gitu? Aku nggak mau mah." rengek Kama.
"Kalau kamu nggak mau mama akan tambah lagi masa hukuman kamu menjadi 1 bulan!" ucap mama Kama tegas.
"Ya udah yaudah nyerah aku mah" ucap Kama sambil mengangkat tangannya tanda dia menyerah.
"Tapi kalau Kimi main kesini boleh kan ma?"
"Hahahha musti lo kangen sama gue yaa" goda Kimi.
"Idihh gue cuma nggak mau kesepian di rumah aja kok, jadi orang jangan kepedean!"
"Sudah sudah hentikan!" gertak mama Kama.
"Kimi kamu boleh kesini sekalian nginep juga nggak papa"
"Eh iya tante Terima kasih banyak atas bantuannya" ucap Kimi sambil tersenyum lebar.
"Dan jangan lupa Kimi kamu harus jagain Kama supaya dia nggak teledor ngerjain hukumannya." ucap mama Kama sambil menatap tajam ke arah Kama.
"Kalau masalah itu mah kecil tante, nanti aku akan marahi dia kalau dia salah berbuat"
"Ya sudah kalian boleh mengerjakan pekerjaan kalian" ucap Mama Kama yang hanya di beri anggukan oleh Kimi dan Kama.
__ADS_1
Mama kama pun pergi keluar dari kamar anaknya menuju ke lantai bawah.
"Akhirnya mama pergi juga" ucap Kama smbil rebahan di kasur empuknya.
"Eh lo harus kerja... cepet bangun" ucap Kimi sambil menarik narik tangan Kama.
"Aku capek Kim lo aja deh yang bersihin"
"Apa? Eh sekarang lo yang lagi di hukum, ngapain gue yang ngerjain? Ogah ah!" ucap Kimi sambil duduk di samping Kama.
"Bantu gue lah Kim lo kok tega banget sih" ucap Kama sambil duduk dari posisi tidurnya.
"Kalo gue yang kerjain terus lo mau ngapain?"
"Ya gue mau istirahat lah Kim capek nih, pijitin dong" ucap Kama sambil membelakangi Kimi dan menepuk bahunya meminta di pijat.
"Ok sini gue pijat"
Kimi pun memujat bahu Kama dengan sangat keras
"Aduh aduh Kim lo mau bunuh gue dengan tangan lo itu ya?" ucap Kama sambil berbalik badan menghap Kimi.
"Iya biar lo meninggal sekalian biar nggak nyusahin gue terus, Huh!"
"Lo kok nyumpahin gue sih Kim!"
"Makanya cepetan bersihin nih kamar!"
"Tapi bantuin ya?" ucap Kama sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya nanti gue bantu"
"Yess"
"Bantu doa maksudnya"
_______________________________
"Itu Kam yang ada di pojokan tuh masih ada" pandu Kimi sambil menunjuk pojok kamar Kama.
Kama pun mengikuti panduan Kimi.
"Kurang bersih tuh Kaml, lo yang bener dong kalo bersihin"
Kama pun membersihkannya kembali.
"Nah kalau sudah itu buang bantalnya udah nggak rupa bantal lagi tuh!" perintah Kimi.
"Lo bisa diem nggak sih Kim! Jangan buat gue mumet deh nggak ada gunanya lo disini, tinggal duduk diam aja kok susah banget, bantuin nggak mau, terus lo malah ngomeeeell terus, pusing gue dengernya tau nggak!" Bentak Kama dengan nada kesalnya
"hmm sorry, ya sudah gue kan nggak guna disini? Kalo gitu gue pulang aja. Good job Kam semangat" ucap Kimi sambil tersenyum tipis dan berlalu pergi keluar dari kamar Kama.
Apa gue keterlaluan ya sama Kimi? Ahhh shit! Emang minggu paling sial!
_________________________________
"Eh Kimi tunggu bentar" Teriak Kama dari dalam kamar.
"Iya ada apa?" ucap Kimi menoleh ke Kama
"Gue mau minta maaf karena gue udah ngebentak lo tadi" ucap Kama sambil menahan lengan Kimi.
"Nggak papa kok, nggak masalh gue mau pulang bentar." ucap Kimi sambil menjauhkan tangan kama darinya. Kimi hendak berbalik namun Kama langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Gue nggak mau jauh dari lo Kim, jangan pergi" ucap Kama sendu.
Bersambung...