Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Jey 2


__ADS_3

Kesan pertama gue ketemu dengan cewek ceroboh adalah menjengkelkan, sangat sangat menjengkelkan. Inilah saat-saat menjengkelkan itu.


Hari senin ini gue menapaki lantai sekolah, membaca buku dengan berjalan menuju ke kantin. Entah orang bodoh mana yang merusak hari gue dengan menabrak tubuh gue.


Gue menatap tajam ke arah siapa yang menabrak gue barusan. Gue perhatikan dari atas sampai bawah. Seragam berbeda, ini pasti bukan siswa sekolahnya. Dia memperkenalkan dirinya, gue hanya menjawab singkat saja tanpa mau berjabat tangan dengannya.


"Lo anak baru?" Dia menganggukan kepalanya.


"Emm dimana ruang guru?" ucap cewek itu.


"Ayo gue anter" gue berjalan dengan gaya gue biasanya. Sampai didepan ruang guru gue berbalik dan menyuruhnya masuk. Tapi dia menundukkan kepalanya dan malah menabrak gue lagi. Sungguh sial rasanya.


"Eh maaf" gue tidak suka dengannya. Dia terlalu banyak melamun dan tidak memperhatikan jalan. Sangat ceroboh, eh bukan ceroboh tapi sangat, sangat, sangat ceroboh! Itu pantas untuknya.


Gue meninggalkannya sendiri dan masuk ke dalam kelas. Entah kenapa semua siswa yang satu kelas dengan gue selalu saja diam seperti ketakutan saat gue masuk kedalam kelas. Entahlah gue nggak terlalu paham dengan mereka semua. Gue memilih duduk dan membaca buku kembali.


Guru masuk dan memberi mata pelajaran. Gue memperhatikan dengan seksama, mencatat dan juga memahami apa yang diterangkan guru itu. Sampai terdengar ketukan pintu dari luar yang membuat konsentrasi gue melemah!


Gue memicingkan matanya dengan kesal ke arah pintu dan lebih parahnya lagi gue mendapati cewek ceroboh yang suka melamun dan tidak memperhatikan jalan di depan kelas. Gue memilih membaca buku saja daripada memperhatikan dia.


Sangat mengganggu apalagi saat guru itu menyuruh cewek ceroboh itu duduk di belakang gue. Muak rasanya melihat dirinya. Gue sudah mengosongi ini sejak pertama kali gue masuk, biar tidak mengganggu konsentrasi belajar gue


dan sekarang malah cewek ceroboh itu yang akan menempati. Gue melakukan aksi protes tapi tetap saja guru itu mengizinkan cewek yang bernama Kimi itu untuk duduk di belakang gue. Gue menatap kesal ke arahnya dan dia hanya menunduk saja dari tadi.


Waktu istirahat gue langsung ke kantin. Melirik ke arah cewek ceroboh itu yang sedang di kerumuni oleh semua siswa. Gue cuek aja karena menurut gue itu sama sekali tidak penting! Gue berjalan ke kantin memesan duduk dan makan.


Saat sedang asiknya gue memakan roti isi gue, cewek ceroboh itu datang dan membuat mood makan gue jadi rusak. Gue langsung meminum air mineral gue. Cewek itu mendapat telepon. Gue melirik sebentar ke arahnya gue cuek aja karena gue nggak suka mencampuri hidup orang. Saat minuman gue habis gue langsung pergi meninggalkan kantin.


•••


Gue berada di kamar, tiduran tanpa melepas seragam dan sepatu gue. Mengambil komik di rak dan duduk di atas kasur dan membacanya. Suara nenek mengentikan gue membaca buku.


"Ada apa nek?"


"Jey kalau nenek sudah nggak ada disini didunia nenek mau kamu menjaga rumah ini ya, dan juga, "


"Nek, nenek pasti panjang umur, nenek jangan ngomong kayak gitu lagi ya. Aku nggak suka" tutur gue lembut. Inilah sisi gue yang jarang di perhatikan orang.


"Nenek sudah tua Jey" gue memegang tangan nenek saat tangan itu mengelus rambut gue. Gue tak habis pikir dengan ucapan nenek gue barusan. Gue sudah di tinggal orang tua gue, mom, dan sekarang, nenek malah ngomong kayak gitu. Entahlah gue rasa dunia ini akan kiamat rasanya.


"Nenek sudah banyak dosa sama kamu, nenek menyembunyikan identitas Mama kandung kamu, nenek sangat berdosa Jey. Jey mau memaafkan nenek kan?" Gue menganggukan kepalan. Menurut gue nggak ada yang lebih berharga dari nenek gue. Walaupun dia menyembunyikan kebenaran Mama kandung gue, gue nggak pernah marah kepadanya. Gue sayang banget dengan nenek. Nenek tersenyum senang. Gue masih belum bisa tersenyum, entah mengapa lukisan senyum itu hilang di wajah gue.

__ADS_1


Nenek keluar dari kamar setelah memeluk gue. Dia adalah orang yang sangat berarti setelah semua orang yang sayang sama gue sudah meninggal. Inilah takdir gue. Semua orang meninggalkan gue sendirian kesepian dan sendiri.


Sekolah.


Pertama kalinya gue merasa ada kehangatan akan sosok wanita ceroboh yang menabrak gue waktu itu. Gue selalu terbayang wajah mom ketika melihatnya. Mungkin gue rindu sama mom, mungkin? Gue nggak pernah melihat foto Mama kandung gue yang asli. Bagaimana rupanya? Gue nggak tahu. Cuma mom pernah bilang wajah Mama kandung gue sangatlah cantik.


Oke cukup dengan cerita menyedihkan mom. Sekarang lanjut ke cerita saat cewek ceroboh itu membuat gue cemburu. Bisa dikatakan cemburu kalau gue nggak suka dia dekat dengan orang lain kan?


Gue tak sengaja berjalan dan melewati gerbang sekolah. Gue berhenti memperhatikan cewek ceroboh itu diantar oleh seorang laki-laki. Pertama kalinya gue merasa ada yang bergejolak di hati gue. Dada gue sesak saat melihat dia hendak mencium cowok tadi. Gue merasa cemburu dengan semua kelakuan cewek ceroboh itu terhadap laki-laki itu. Dan gue memilih untuk ke beskem agar tidak melihat adegan selanjutnya.


Gue ingin sekali mendengar penjelasan dari cewek ceroboh itu, entah mengapa gue suka sekali dengan panggilan itu. Gue meminta teman-teman gue untuk menghadang cewek ceroboh itu dan membawanya ke beskem. Ya perpusatakaan.


Konyol sekali cewek ceroboh itu. Dia bahkan meminta bantuan dari gue untuk melepaskan diri dari sini. Saat ini gue masih bisa menahan tawa. Gue pegang dia dan gue dudukan kembali. Terlihat di raut wajahnya dia gemeteran.


Belum sempat gue berbicara bel masuk kelas berbunyi. Oh shit! Ini sangat menjengkelkan. Gue menganggukan kepalanya tanda its ok kepada teman-teman gue yang hendak menahan Kimi pergi dari sini. Semua menatap ke arah Kimi tak terkecuali gue. Dia berbalik dan langsung berlari pergi dari sini.


"Kita hadang dia nanti jam istirahat" smua mengangguk paham gue pergi kedalam kelas dan mendapati pemandangan cewek ceroboh itu sedang berbicara, oh bukan berbicara saja dia bahkan tertawa bahagia. Gue bersabar dan memiliki duduk.


Seperti biasa semua orang selalu bungkam ketika gue masuk kelas.


Gue perhatikan cewek ceroboh itu menyembunyikan kepalanya disebalik buku. Dan lebih parahnya lagi buku itu terbalik. Sangat lucu.


Sepertinya dia tidak mau ke kantin. Terlihat dari dia ketika diajak temannya tapi dia menolak. Teman gue juga, tapi nggak terlalu akrab. Gue keluar menuju ke beskem, bertemu anggota geng gue menyuruh mereka mengikuti perintah gue tadi.


Gue sudah bersiap dengan geng gue dan cewek ceroboh itu hendak keluar. Dia sangat lucu ketika sedang ancang-ancang, mau lari mungkin? Dan benar dia berlari dan tersandung dengan kaki gue. Refleks gue tangkap dia.


Dia memberontak dan gue langsung menjatuhkannya, gue berniat baik menolongnya tapi dia malah menepis kasar tangan gue.


Dia berdiri dengan beralasan hendak ke toilet. Dia memang bodoh! Mana ada toilet berada di sebrang sana. Gue percaya dia hendak ke kantin. Gue mengajak anggota geng gue ke kantin. Dan benar saja tidak membutuhkan waktu lama cewek ceroboh itu ke kantin dan paling bodohnya lagi dia malah pergi dari sini, dari kantin. Gue tahu dia menghindari gue. Gue juga tahu kalau dia sedang lapar. Gue pamit dan membawa makanan kedalam kelas. Semua mata menatap ke arah gue, apa karena makanan ini? Gue berfikir tidak ada larangan kan?


Gue tidak memperhatikan mereka lagi, toh nggak ada salahnya bawa makanan ke dalam kelas kan?


Gue menyerahkan roti itu ke depan dia. Tapi dia malah cuek. Gue semakin geram dengannya. Gue menyuruhnya makan dan berlalu keluar. Gue mendengar dia menggerutu karena gue.


Gue ingin tahu apa gerutuannya gue mengamati cewek ceroboh itu dari luar kelas dia


"Kok dia lucu ya? Dia kira gue penyakit apa barusan? Penyakit mulut? Cih, dasar" Gue langsung pergi dari sana dan kembali ke beskem tempat kumpul gue dan semua anggota geng gue.


Inilah gue membuat kelompok geng yang sederhana. Tapi ingat! Ini bukan geng yang suka mengganggu dan membuat kegaduhan. Inilah geng rit. Lucu namanya tapi semua suka. Nama rit dari kata read dan juga red, membaca dan merah. Membaca adalah hobi kita dan merah merupakan warna kesukaan kami semua. Kita membuktikan bukan hanya wanita dan pria berkacamata saja yang pintar. Kita juga pintar dengan gaya kita yang keren, cool, dan tidak norak tentunya. Semua orang akan langsung jatuh cinta ketika melihat kita. Mungkin? Tapi kebanyakan akan takut dengan sikap dingin gue.


Bel masuk kelas berbunyi gue berpamitan duluan dan masuk kedalam kelas. Seperti pagi tadi, gue mendapati cewek ceroboh itu sedang berbicara dan bercanda dengan Boy. Gue melirik nya sebentar dan duduk membuka dan membaca buku.

__ADS_1


Cewek ceroboh itu mencolek pundak gue. Dia berterima kasih ke gue karena makanan tadi. Gue berdehem tanpa menoleh ke arahnya. Dia mengatakan gue beruang. Jelas saja gue tidak suka dengan sebutan itu. Gue berbalik menatap datar ke arahnya dan gue memperkenalkan diri gue lagi.


Gue masih menatap cewek ceroboh itu. Dan dia malah mengacuhkan gue dengan membaca buku. Gue tahu itu akal-akalannya saja. Terpampang jelas dia membuka halaman 21 padahal halaman 50 saja sudah dilewati.


Gue berbalik dan guru masuk ke dalam kelas. Guru itu mengabsen semua murid dan berhenti ketika nama cewek ceroboh itu disebut. Guru itu mengulang namanya tapi tak kunjung dijawab.


Dia tersadar dari lamunannya dan yang lebih mengejutkan lagi dia malah menyebutkan nama gue. Gue rasa dia sedang melamunkankan gue dari tadi. Apa dia suka sama gue?


pulang sekolah


Gue menarik tangannya menuju ke beskem. Dia memberontak dan malah membodohi gue dengan beralasan sepatunya lepas. Jelas saja gue tidak percaya.


Gue sudah menyuruh penjaga perpus untuk ke kantin biar gue yang menjagakan perpustakannya. Penjaga perpus pun tak merisaukan akan hal itu. Dia pasti percaya dengan Gue karena gue selalu menepati janji.


Sekarang cewek ceroboh ini ketakutan, sepertinya dia berfikir gue mau melecehkan dia. Dia pias sejak tadi. Gue memajukan badan gue agar lebih rileks tapi tidak dengan cewek ceroboh itu. Dia pasti berfikir gue mau melecehkannya. Dasar otak buntu!


Dan yang paling menjengkelkan ketika dia berbicara


"Wow ternyata makhluk hidup tak bernyawa bisa bicara juga ya"


Cih, dia kira gue apaan? Gue nggak suka dengan sebutan itu. Gue mendekat ke arahnya dan semakin mendekat gue berbisik di telinga dia dan dia malah mendorong gue sampai terjatuh bersamaan kursi mengenai lantai.


Gue diejek dikunci dari luar. Pas sekali penjaga perpus datang dan membuka kaitan kayu yang terselip disana.


Gue berlari dan berhasil menangkapnya. Karena gue tahu dia akan mudah kabur kalau gue cuma menangkap tangannya maka dari itu gue menangkap tubuhnya.


Gue tidak merasa kalau pelukan gue melonggar dia berencana pergi tapi gue sudah menahan lengannya. Dia sangat percaya diri sekali kalau gue naksir sama dia. Gue melepaskan dia karena memang benar sepertinya gue suka sama cewek ceroboh itu.


Ada apa dengan gue ini?


Dirumah


Gue masih berjalan ke kanan dan ke kiri guna memikirkan mau menelfon Kimi atau tidak. Karena terlalu pusing akhirnya gue duduk di pinggir kasur. Gue berdoa didalam hari dan menelpon Kimi. Tidak ada sahutan. Gue pikir cewek itu sedang sibuk atau apa. Tapi gue terus menerus menghubungi dia dan akhirnya diangkat oleh nya.


Saat gue mendengar suaranya gue langsung berubah menjadi orang linglung yang tak tau harus berbuat apa. Gue menyembuhkan nafas dengan kasar. Saat gue mau berbicara malah panggilannya dimatikan.


Gue juga butuh waktu untuk sekedar berbincang di telpon dengan cewek ceroboh itu. Akhirnya gue tidak jadi menelpon dia


perasaan apa ini?


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2