
"Kenapa kalian lama sekali!" ucap Mama Kama saat sedang membuang sampah didepan rumahnya dan mendapati keponakan serta anaknya yang sedang turun dari motor.
"Hehehe aku ketiduran tante" ucap Brian setelah mengalami tangan Mama Kimi begitupun Kimi.
"Aku juga main sama Kama sampai nggak inget waktu ma hehe"
"Ya sudah sana masuk mandi, setalah itu makan malam" mereka menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam rumah.
***
"Ahh lelahnya, " Kimi langsung mengambrukan badannya di atas kasur empuk nya.
"Mandi nggak ya? Ahh males, nanti aja ah mau tidur" tak butuh waktu lama untuk Kimi terlelap dalam tidurnya. Satu jam lamanya namun Kimi tak kunjung juga bangun.
"Kimi, lo didalem nggak?" Brian mengetuk pintu, namun tak kunjung ada jawaban, Brian pun menggedor pintu kamar Kimi, namun belum juga adanya suara didalam.
"Lo lagi apa sih! Gue masuk ya" Brian membuka pintu dan mendapati Kimi yang memeluk bantal guling dengan mesranya.
"Cih, pantesan dipanggil nggak nyaut nyaut, ternyata molor nih orang!" ucap Brian dengan berkacak pinggang.
"Woy Kim bangun, dah malem nih lo nggak mau makan?" Brian menggoyang goyangkan tubuh Kimi namun Kimi hanya berdehem saja.
"Bangun dong Kim, lo nggak mau makan? Sejak tadi siang lo hanya makan roti lho. Nggak laper?"
"Nggak, udah ah sana, gue masih ngantuk juga" Kimi mengayunkan tangannya mengusir Brian dengan mata yang masih tertutup.
Brian hanya menghela nafasnya saja, dia beranjak berdiri dan berlalu pergi keluar kamar Kimi. Beberapa menit kemudian Brian datang lagi, namun dengan membawa senjata ampunya.
"Kimi! Bangun udah malam ini, ayok bangun, jangan molor terus, Kimi bangun!!!" Brian memukul mukul panci dengan sendok di genggamannya. Kimi langsung menutupi telinganya dengan bantal dan tidur lagi.
"Cih, nggak berhasil juga ternyata" Brian memikirkan ide lain, seperti lampu menyala Brian mendapatkan idenya.
"Kim, bangun dong Kama nelpon lo nih" benar dugaannya, Kimi langsung bangun mengelap iler di pipinya namun tidak ada.
"Mana HP gue, siniin" Kimi mengulurkan tangannya meminta hpnya.
"Tapi boong hahaha" Kimi langsung menatap sinis ke arah Brian.
"Kenapa sih hidup lo nggak pernah bener!" Kimi langsung memukul kepala Brian dengan bantal disampingnya.
"Aduh haha udah stop Kim" Brian memegang pergelangan tangan Kimi. Kimi langsung menyentak tangan Brian dari pergelangan tangannya.
"Gue nggak ngantuk lagi kan jadinya! " sewot Kimi dengan mengerucutkan bibirnya.
"Makanya bangun, nggak usah tidur mulu! Cepetan buruan mandi, dingin tuh makanan sejak tadi menanti lo tau." Brian berdiri dan melangkah keluar dari kamar Kimi.
"Jam berapa ini?"
"Ahh baru jam 8 juga! Ganggu tidur gue aja si Brian! Nggak ada akhlak emang tu orang!" Kimi lagi lagi mengingat tentang Kama, dia bergumam namanya dan mengambil ponsel di tasnya.
__ADS_1
"Hallo Kam, lo lagi apa?"
Gue cuma ya hanya duduk duduk aja sih dikamar ada Sasa soalnya, males gue kan
"Jangan kayak gitu dong, dia temen kita juga! Kenapa ya gue merasa kasihan sama Sasa, nasibnya malang banget, orang tuanya dikejar musuhnya, lah sekarang malah lo nggak suka gitu sama Sasa kalau di rumah lo, kalau gue di posisi Sasa, "
Lo nggak akan pernah di posisi Sasa!
"Nah, lo aja nggak Terima kalau gue seperti Sasa, nah apalagi Sasa yang udah ngalamin itu, kasihan kan? Udah lah Kam, kenapa lo nggak pernah suka sih sama Sasa!"
Apa lo nggak cemburu kalo gue suka sama Sasa?
"Apa? Gue cemburu? Ngaco kali lo ya. Hah mana mungkin gue cemburu kalo lo suka sama Sasa! Sasa itu patut disukai lho, udah cantik, baik, pinter lagi kan?'
Emm menurut gue lo yang paling pinter dan yang paling baik
"Kok cuma itu doang? Lo nggak anggep gue cantik?"
Nggak, dan nggak pernah kalau lo itu cantik,
"Loh Kenapa?"
Karena kalo lo cantik, maka lo akan diperebutkan oleh banyak orang.
"Emm tapi kan gue baik dan pinter"
"Tapikan ada juga yang oprasi plastik buat orang jadi cantik kan?"
Maka dari itu, gue suka sama cewek yang jelek kayak lo, karena apa? karena gue suka sekali sama orang yang tidak pernah mengubah pemberian Tuhan hanya untuk terlihat lebih menarik dari yang lain.
"Oww so sweet" dengan gemas Kimi mengatakan itu dan Kama tertawa mendengarnya.
"Oh ya kalau gue operasi plastik gimana?"
Kalo lo operasi plastik maka gue nggak akan kenal sama lo dan gue akan kehilangan lo selamanya
"Tapi kalau gue ngaku kalau gue ini Kimi gimana?
Lo tau nggak kalau dunia ini fana? , tidak akan pernah ada makhluk hidup yang akan selamanya kekal abadi di dunia ini.
" Terus?"
Ya maka gue akan berfikir kalau orang itu ngaku-ngaku kalau itu lo Kimi, maka gue akan bicara, Kimi sudah tidak ada di dunia ini lagi.
"Kenapa lo bicara seperti itu? Walaupun gue bilang seribu kali kalau gue ini Kimi, lo nggak akan pernah percaya?"
Benar sekali! Gue mau lo itu apa adanya tanpa ada campur tangan dari dokter ataupun makhluk lain di dunia ini.
"Hemm kalau itu terjadi, maka gue akan selamanya menyesal kalau operasi plastik"
__ADS_1
Good little girl
"Gue udah besar bukan little lagi!"
haha
"Semenjak gue tinggal disini lo banyak berubah ya"
Berubah kayak apa?
"Lo jadi bucin haha"
Gue bukan budak cinta, gue budaknya Kimi, selalu Kimi.
"Wah jadi lo budak gue gitu? Kalo lo budak gue padahal gue perintah lo buat cium semua wanita dialam sini mau?"
Kalau lo nyuruh gitu maka gue nggak akan jadi budak Kimi lagi, gue akan jadi budak cinta saja.
"Heemmm kalau gue nyuruh lo buat nyium gue giaman?"
Gue akan selalu mengabdi selamanya menjadi budak Kimi Radeeya.
"Ahh bucin lo udah nglewatin batas haha" Kimi mendengar Kama tertawa di sebrang sana.
krek
"Kimi ayok makan, kamu sejak tadi siang belum makan kan?" Kimi menganggukan kepalanya dan mamanya pergi keluar.
"Kam udah dulu ya, gue mau makan" setelah mendengar peretujuan dari Kama, Kimi mematikan panggilannya dan masuk ke kamar mandi.
Setelah berakhirnya rutinitas setelah mandinya, Kimi keluar kamar ke meja makan dan memakan makanannya.
"Kimi kamu ambil nih teh dan berikan ke uti ya" Kimi menganggukan kepalanya dan mengambil tehnya, Kimi beranjak berdiri menuju kamar neneknya.
"Kimi ngapain lo disini?" tanya Brian saat melihat Kimi dan hendak mengetuk pintu kamar neneknya.
"Gue mau kasih ini ke uti" Kimi pun mengetuk pintu nya saat mendengar jawaban masuk dari neneknya, Kimi pun masuk bersama Brian di sampingnya.
"Eh cucu-cucu uti, ngapain kalian kesini?"
"Aku mau kasih teh ini untuk uti, uti lagi nonton apa? seru banget kayaknya." ucap Kimi sambil menaruh tehnya.
"Uti lagi lihat sinetron, kasihan tuh istrinya dianiaya terus sama suaminya, seperti nenek"
"Apa?!" Brian dan Kimi kaget dengan penuturan dari neneknya.
Uti dianiaya sma atong
Bersambung...
__ADS_1