
"Kok lo nggak ikhlas banget sih!" bentak Kimi.
"Ha? Ngg nggak kok gu gue ikhlas gue ikhlas" Jawab Kama tergagap gagap. Kimi hanya cemberut saja dari tadi
"Ayolah Kim udah gue belanjain sebanyak ini juga" rengek Kama.
"Ohhh lo nggak ikhlas ya!" seru Kimi sambil berkacak pinggang.
"Jangan keras keras Kim dilihat orang malu tau!' gerutu Kama.
" Ya makanya yang ikhlas dong" ucap Kimi kemudian.
Ada ikhlas kok disuruh suruh! Huh. Kalo bukan buat lo jatuh cinta sama gue, gue nggak mau belanjain lo sebanyak ini. Cih! Oke Kama lo pasti bisa!
"Kam" ucap Kimi sambil mengayun ayunkan tangannya di hadapan Kama yang sejak tadi memperhatikan dirinya terus tanpa berkedip.
"Kam!!!" Seru Kimi dengan memukul dada Kama yang sudah lelah menyadarkan Kama dari lamunannya.
"Eh ha apa? Ada apa Kim?" ucap Kama seperti orang oon.
"Eh apa eh apa, Apanya?!"
"Ya lo tadi bilang apa"
"Nggak tau ah" ucap Kimi malas sambil mendorong troli belanjaannya.
Gila banyak bener setroli penuh itu.
"Apa lo melotot kayak gitu!" seru Kimi.
"Lo yang bener aja Kim masak sebanyak itu cemilannya."
"Apa! Lo masih nggak ikhlas!"
"Nggak kok Kim gue ikhlas kok ikhlas banget malah" ucap Kama sambil merangkul Kimi dan menempelkan badannya.
"Lepasin nggak geli gue" seru Kimi sambil melepaskan tangan Kama dari pundaknya.
"Berapa mas?" tanya Kimi pada kasir supermarket.
Cih! Si Kimi perginya ke kasir cowok
"Berapa mas?" ucap Kama tiba tiba berada di depan badan Kimi.
"Ih! Lo ngapain sih Kam kan gue udah bicara dengannya tadi!" ucap Kimi sambil memukul punggung Kama.
"Lo udah jadi milik gue Kim jadi lo harus nurut sama gue! " ucap Kimi berbisik dengan membalikan tubuhnya.
"Idih sejak kapan gue jadi milik lo!" seru Kimi.
"Sejak, sejak kemarin"
"Oh ya?"
"Iyalah"
"Kapan coba? Ada buktinya nggak?" ucap Kimi yang membuat Kama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nggak ada kan? Makanya jangan sok jadi orang!" seru Kimi.
__ADS_1
"Maaf mbak bisa bayar sekarang masih ada yang ngantri dibelakangnya." ucap Kasir dengan nada sopan namun terdengar ada nada kegeraman di nada suara itu. Bagaimana tidak geram coba melihat drama tak diinginkan yang bersponsor di depannya.
"Eh iya maaf mas" ucap Kama setelah melihat kebelakang dan benar saja mereka semua seperti memiliki tanduk di kepalanya.
"Berapa mas?" ucap Kama dan dijawabi nominal yang harus di bayar dan Kama membayar itu dan berlalu pergi dari sana sambil menarik tangan Kimi.
"Cih! Nggak mau lah gue kesini lagi" ucap Kama setelah menaiki taksi yang sudah di pesannya.
"Loh kenapa?" tanya Kimi sambil memakan salah satu cemilan yang sudah dibeli tadi
"Kasirnya ganteng ganteng Kim lo naksir lagi dengan mereka" ucap Kama dengan memakan cemilannya juga
"Emang mereka ganteng ganteng ya kayak artis Korea aja" puji Kimi yang membuat Kama seperti kebakaran jenggot.
"Kok lo malah muji sih Kim!" seru Kama
"Lohh tadi kan lo duluan yang muji gue kan cuman iyain aja."
Cih! Kalo ngomong suka bener.
"Apa lo mau protes!" seru Kimi sambil melototkan matanya
"Ya iyalah gue kan pacar lo jadi lo harus nurut dong sama gue!" ucap Kama tak kalah kencangnya dari Kama.
"Ihh lo kok ngeselin banget sih Kam!" ucap Kimi sambil memukul pundak Kama.
"Kan lo yang muji cowok lain di hadapan gue ya gue marah lah" seru Kama sambil melipat tangannya di atas perut.
Cih! Si Kama posesif banget jadi cowok, kayak gue ketahuan lagi selingkuh aja.
"Apaan lo ngeliatin gue kayak gitu? Baru nyadar kalo gue ganteng ha? Atau gue kayak aktor drakor?" ucap Kama dengan pedenya sambil menatap balik Kimi yang memicingkan matanya sejak tadi melihatnya.
"Kok lo diem? Gue bener kan?" tanya kama.
"Hmm"
"Idihh jawaban apaan itu?"
"Hmm, eh pak pak berhenti" ucap Kimi tiba tiba kepada sopir taksi, taksi pun berhenti secara mendadak, untung saja tidak ada mobil di belakangnya jadi tidak ada tabrakan beruntun terjadi
"Ada apa sih Kim? Kok lo bawa cemilannya? " tanya Kama yang melihat Kimi membuka pintu dan hendak keluar.
"Ikut gue Kam!" ucap Kimi tanpa menjawab apa yang ditanyakan olehnya.
Kama pun langsung melangkah keluar mengikuti Kimi. Terlihat Kimi sedang memberikan makanan kepada anak pemulung yang sedang mengambil beberapa sampah disekitarnya. Sungguh mengharukan siapapun yang melihatnya.
Kama memperhatikan Kimi dari jauh dengan perasaan bahagia, terharu, senang semua menjadi satu dalam Satu senyuman. Tak terasa ada bulir bening yang menetes di pipinya.
Gue beruntung banget punya lo Kim. Tambah sayang gue sama lo
"Kam? Lo kenapa?" tanya Kimi yang berada di depannya sambil mengusap air mata yang jatuh di pelupuk mata Kama.
"Lo nangis Kam?" ucap Kimi sambil menahan tawanya. Kama langsung saja memeluk Kimi dengan erat.
"Gu gue ba bahagia banget punya lo Kim" ucap Kama tersendat karena menahan air matanya.
"I iya, maksud lo apaan sih Kam? Tumben banget lo, nggak kayak biasanya" tanya Kimi yang melihat ada keanehan dalam diri Kama yang menangis sendirian.
"Jangan lepas Kim" ucap Kama karna Kimi mau melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kam nanti dilihatin orang malu lho" bisik Kimi.
"Nggak ada orang Kim"
"Punya mata di buka dong Kam!" seru Kimi sambil mendorong tubuh Kama yang terus saja memeluknya dengan erat.
"Biarin Kim dunia ini milik kita berdua dan lo milik gue nggak ada yang bisa ngrebut lo dari gue, gue bakal kasih apapun sama lo termasuk hidup gue bakal jadi taruhan kalo lo di apa-apain sama orang lain" ucap Kama sambil mengeratkan pelukannya
"Hahaha sejak kapan lo jadi puitis Kam, geli gue dengernya."
"Ah lo mah, gue serius juga" ucap Kama kesal dan melepaskan pelukannya
"Iya iya yaudah yuk pulang nanti di cariin mama lagi" ucap Kimi sambil menarik tangan Kama. Namun karena masih jengkel Kama akhirnya hanya berdiri kaku saja disitu sambil menekuk wajahnya.
"Udah nggak usah di Tekuk gitu mukanya nanti nggak jadi artis drakor lho" goda Kimi sambil mendorong tubuh Kama agar masuk ke taksi tadi.
Kimi akhirnya dapat memasukkan Kama ke dalam taksi. Di belakang kemudi hanya terdengar.
"Ih Kam lo jauhan dikit dong"
"Kenapa?"
"Geli gue tau!"
"Tinggal di garuk aja kok repot"
"Ini geli Kam bukan gatal, masak iya geli di garuk"
"Nggak percaya coba aja
"Ih Kam!"
"Gimana masih geli nggak"
"Tambah geli Kam udah cukup"
"Hahaha"
"Udah sampe mas" ucap sopir itu.
"Oh sudah sampai ya pak, makasih pak" ucap Kama sambil memberikan ongkos uang dan keluar dari taksi itu dan mengejar Kimi yang sudah berlari meninggalkannya dan kejahilan nya
"Nah kan kena, lo nggak bakal bisa kabur dari gue Kim" ucap Kama setelah berhasil menangkap Kimi dan memeluknya.
"Mama?! "
" Tanta?!
Ucap mereka bersamaan karena melihat Mama Kimi yang sudah berdiri di samping pintu sambil melipat tangan di atas perut.
"Jangan pacaran terus ayuk masuk udah mau malam ini kalian juga lapar kan? Loh bukannya kalian ke Supermarket tadi,kok nggak bawa apa apa kerumah" tanya Mama Kimi.
"Sudah Kami kasih ke pemulung tante kasihan mereka" ucap Kama sambil melirik Kimi yang masih dalam rangkulannya.
"Oh ya? Bagus sekali, ya sudah ayuk masuk bersih bersih dulu setelah itu makan" ucap Mama Kimi sambil tersenyum dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Kama dan Kimi masuk kedalam rumah dengan Kimi yang memeluk pinggang Kama dan Kama merangkul pundak Kimi. Terlihat sekali bahwa dengan hanya pergi ke supermarket akan datang kebahagiaan yang sangat besar.
Bersambung...
__ADS_1