Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Gembiranya Kama


__ADS_3

rumah Kama..


Tepatnya kamar Kama


"Hahha gue kerjain tu sodara Kimi biar nggak tinggal disitu" Ucap Kama sambil mengenakan kostum hantu untuk menakuti Si vano di kamar tamu rumah Kimi.


malam sekitar pukul 8 malam...


Kama mengendap endap keluar rumah dengan lewat pintu belakang rumah nya. Sampai di belakang rumah Kama menghembuskan nafas lega karena tidak ketahuan keluar rumah secara diam diam.


Kama berjalan memasuki rumah Kimi dengan lewat jendela. Jendela itu jendela kamar tamu di rumah Kimi yang di tempati Vano.


"ini susah banget di buka nya" gerutu Kama karena dari tadi dia mencoba membuka jendelanya susah sekali. dan akhirnya dia bisa membuka jendela itu.


"nah kan berhasil gue" ucap kama dengan senyum selebar lebar nya.


Kama pun berusaha masuk ke dalam dengan menaikan kaki kirinya untuk sampai di lantai dalam kamar tamu yang ditempati Vano


dan yang terjadi....


"vano bangun vano ini kamar aku Vano aku pemilik kamar ini vano" ucap Kama dengan pelan dan dengan suara di buat seperti hantu.


Vano pun langsung mengucek matanya dan melihat di depannya ada hantu. Vano pun langsung melotot melihat hantu kuntilanak di depannya


"Aaaaaaaaa" teriak Vano sambil menyibak selimut dan langsung beranjak ke arah pintu kamar tersebut dan langsung lari terbirit birit karena takut.


Kama langsung menahan tawanya karena melihat ekspresi Vano yang sedang ketakutan itu.


"kimi... kimi... kimi!!! teriak Vano sambil menggedor gedor pintu kamar kimi


Kimi yang sedang tidur cantik langsung terbangun karena gedoran dari pintu kamarnya.


" Apaan van kamu kok kayak orang ketakutan gitu?" tanya Kimi penasaran karena melihat wajah Vano yang pias dengan keringat dingin bercucuran dan juga tubuhnya bergetar.


"I... itu a... ada hantu di kamar tamu yang aku tempatin Kim" Ucap vano dengan tergagap gagap.


Kimi mengernyitkan dahinya


masak sih ada kuntilanak di kamar tamu. seumur umur baru kali ini ada kuntilanak di rumah aku.


"Yaudah yukk liat ke kamar tamu" ucap Kimi sambil menarik tangan vano.


"Ahh kimi aku takut banget" desah vano sambil menarik lagi tangannya.


"Eh vano kamu itu laki masak sama hantu aja takut sih banci tau" gerutu Kimi karena melihat tingkah sang sodara yang lembek.


Vano yang seperti kehilangan harga dirinya langsung melepaskan tangan nya dari kimi dan langsung berdiri tegap, mengusap peluh di jidatnya.


"Sorry kim reflek, aku juga nggak lembek lembek juga kalek" elak vano


"yaudah yuk ke kamar tamu itu"


"emm ee yaudah deh ayok" ucap vano dengan nada yang terlihat gelisah. jujur saja saat ini dia masih takut dengan hal begituan.


kimi mengambil wajan dan spatula untuk berjaga jaga, sedangkan si vano dia memakai baskom untuk menutup kepalanya dan juga mengambil beberapa bawang putih dan juga garam digenggaman tangannya dan juga mengambil panci sebagai penutup depan badannya.

__ADS_1


"lho kita kayak mau masak aja ya pake peralatan dapur segala, eh kamu kok bawa garam, nih juga ngapain kamu bawa bawang putih? buat apa?" tanya kimi keheranan


"ya ini kan untuk mengusir hantu, masa kamu nggak tau si" ucap vano dengan nada lirih nya


"eh lha iya tapi ngusir hantu kan pake garem doang lha ngapain kamu bawa bawang putih juga" gerutu kimi karena tingkah sang sodaranya ini.


"ya jaga jaga aja siapa tau kan ada vampir juga di sini kamu nggak takut emangnya" ucap vano


"ah sudah lah yuk cap cus pergi ke sana"


"yaudah ayok"


saat sampai di depan pintu kamar tersebut kimi protes karena vano malah di belakang tubuhnya bukannya di depannya sebagai pelindung


"eh kamu laki ngapain aku yang di depan! Gimana sih kamu nggak jentel banget dah" gerutu kimi


jujur kim aku takut kamu kok nggak sadar si kalo aku ketakutan dari tadi. tapi kalo aku bilang takut harga diri gue mau dikemanain coba?


"ya kalo aku di depan ntar kamu diculik lagi di belakang lah malah lebih ngeri kan?" elak vano


iya juga ya


"yaudah deh aku didepan"


kimi akhirnya membuka pintu dengan pelan pelan dan memasukan sedikit kepalanya kedalam kamar tamu tersebut tapi kimi tidak melihat apapun di dalam.


"eh kim masih ada nggak tuh hantunya" tanya vano sambil memejamkan matanya di belakang badan kimi.


kimi yang merasa risih karena vano di belakang badannya menempel terus dengan tubuhnya akhirnya kimi bersuara.


"masak sih"


Vano pun langsung menengok ke arah dalam kamar tapi memang tidak ada hantu disitu.


"mungkin hantunya kabur kalik kim takut sama kamu kan kamu mukanya galak" oceh vano


kimi pun langsung memukul bahu vano dengan keras sehingga sang empunya bahu sedikit meringis karena menahan nyeri yang disebabkan tangan kimi.


Apa aku nginep di rumah kama aja kalik ya disini masih serem sih


batin vano sambil mengelus tengkuknya


"emm kim aku tinggal di rumah kama aja kali ya serem disini soalnya" ucap vano dengan nada nggak enak hati sama kimi.


"lhooo kok aku di tinggal sendiri disini ya nggak mau lah"


"emmm yaudah kita tinggal di rumah si kama aja gimana?"


"hmmm yaudah deh ayuk"


kimi dan vano sampai di depan rumah kama dan mengetuk pintu rumah kama. dan mamanya kama yang membukakan pintu langsung bertanya kepada kimi.


"eh kimi ngapain kamu malam malam ke sini?"


"eh ini tante di rumah kan sepi mama sama papa ke luar kota nah aku cuman tinggal sama sodara aku vano (sambil menunjuk kearah vano dan vano tersenyum kepada mama kama) nah tadi kata dia ada hantu di kamarnya terus aku dan dia berniat ingin tinggal disini semalam aja tante boleh ya?" ucap kimi panjang lebar.

__ADS_1


tumben sekali masak ada hantu sih? seumur umur baru kali ini deh kayaknya ada hantu tapi masak kimi bohong kan nggak mungkin


"tante kok malah bengong sih?"


"eh iya yaudah deh masuk aja kimi dan vano" ucap mama kama dengan ramahnya


"siapa ma?"


datangnya kama dari lantai atas menuruni anak tangga.


"lohh kimi? ngapain lo kesini?"


"ah lo mah gue kesini bukannya disambut malah di gituin." gerutu kimi dengan nada kesalnya


"udah udah kalian kok berantem sih. kimi vano masuk aja ya... anggap rumah sendiri ya vano.


" eh iya tante"


kimi langsung nyelonong masuk ke lantai atas menuju ke kamar kama.


"eh bocah ngapain lo ke kamar gue? ucap kama sambil menahan senyumnya karena rencana yang dia berikan berhasil padahal dia hanya merencanakan vano aja yang tinggal disini malahan kimi juga tinggal di rumahnya.


di lantai bawah mama kama dan vano memerhatikan dua sejoli itu


" emang mereka seperti itu ya tante?"


"iya mereka dari kecil nggak pernah berubah"


"eh nak vano kamu langsung masuk aja ke kamar tamu yang ada di situ ya" ucap mama kama sambil menunjuk salah satu kamar tamu di rumahnya dan hanya diangguki vano


di lantai atas tepatnya kamar kama


kama membuka pintu kamarnya dan tampaklah ada si kimi yang sedang rebahan di kasur empuk nya. kama pun berkacak pinggang


"eh bangun ngapain lo tidur disini banyak kamar di rumah ini!! he bangun kim bangunn!!!" teriak kama di telinganya kimi


"aduhh berisik banget sih lo. Dasar bangke lo ya gue mau tidur disini lo tidur di kamar tamu aja sana"


"heran gue sebenarnya ini rumah siapa coba? kok dia yang ngatur dia mau tidur dimana" gumam kama.


dan pada akhirnya


"eh ngapain lo tidur disini?" gerutu kimi sambil beranjak duduk dari posisi tidurnya dan menatap kama yang sedang tidur menutupi tubuhnya dengan selimut.


"eh kim lo sadar dong ini kamar punya gue ngapain lo yang ngatur gue mau tidur dimana" ucap kama sambil memejamkan matanya


ah sudah lah daripada ribut malam malam gini mending gue ngalah aja dia mau tidur dimana terserah!


kimi pun langsung terlentang dan menarik selimut sampai ke leher.


disisi lain kama tersenyum penuh kemenangan. dan belum lama kama memejamkan matanya dia teringat akan hal sesuatu


eh bukannya gue ada janji ya sama sasa tapi... ah masa bodo lah yang penting gue bisa tidur bareng sama kimi


BAGAIMANA DENGAN SASA APAKAH DIA SAKIT HATI DENGAN KAMA?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2