Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Bertemu idola


__ADS_3

Kimi menggeliat ketika ada suara ngeongan di depan wajahnya dan ada yang bergerak juga.


"Oh Boy, kenapa pagi sekali kau bangun ha?" Tanyanya sambil mengucek matanya.


"Apa kamu lapar?" Kucing itu mengeong.


Beranjak bangun dan menggendong kucingnya. Berjalan ke lantai bawah menuju dapur dan menyalakan saklar lampunya. Diapun membuka kulkasnya.


"Kau mau makan apa ha? Terong? Kacang? Atau kubis? Selada? Itu sehat lho" Kucingnya mengeong. Mungkin setuju pikirnya.


"Baiklah ini silahkan di makan" Tangannya memegang selembar selada dia mengarahkan ke depan mulut kucingnya. Kepala kucing itu mundur dan tangannya menolak akan hal itu.


"Kenapa? Ini sehat. Kau harus memakannya" Kimi masih memaksa agar kucing itu membuka mulutnya.


"Oh iya, kau kan karnivora, mana mungkin kau makan selada." Merutuki kebodohannya dengan tangan yang memukul kepalanya.


"Ah. Kemarin kita beli WHKS® kan? Mari kita makan itu. Eh? Maksudnya kamu makan itu" Dia lupa menaruh dimana makanan kucing itu diletakkan


"Apa kau ingat Boy?"


"Dimana ya? Apa mungkin ketinggalan di mobil? Ah tidak sepertinya. Malam tadi kau sudah makan itu kan? Dimana aku meletakkannya ya?"


Masih mencari-cari di sekitar kamarnya. Dia menemukan itu di kolong kasurnya. Mengambilnya dan meletakkan di piring khusus untuk kucingnya.


"Silahkan dimakan" Kucing itu memakan makanannya. Sementara Kimi dia terlentang kembali di atas kasur dan memejamkan kembali matanya.


Baru saja terlelap sebentar kucing itu mengganggu dirinya kembali. Kaki kecilnya menapaki wajah yang masih mengantuk itu.


"Sudah sana ah" Sudah kehabisan kesabaran. Dia mendorong kucingnya ke samping dan menutupi wajahnya dengan selimut.


Masih tetap saja, kucing itu malah semakin usil di wajahnya. Menyibak selimutnya dengan kasar dan menatap ke arah wajah melas yang ditunjukkan kucing itu kepadanya. Dia beralih menatap ke mangkuk yang masih tersisa cukup banyak.


"Aahh sini sayang. Kamu mau aku temenin makan ya? Baiklah kalau begitu aku akan menemani kucing kesayanganku untuk makan" Kemudian beranjak dan duduk di lantai memperhatikan kucingnya yang sedang makan.


Kimi tersenyum melihatnya. Mengacak-acak rambut pendek di kepala kucingnya itu. Merasa bosan dan menyandarkan kepalanya di pinggiran kasur.


Lama kelamaan mata itu terpejam, terbuka kembali, dan dia mencari posisi nyaman kemudian terlelap akan tidurnya.


Matahari masuk di celah-celah jendela kamarnya. Posisi tidurnya sudah berubah. Badannya tidur miring di atas karpet menghadap ke Arah kucing yang mengeong di depan wajahnya. Dia menggeliat dan menatap kesana kemari mengumpulkan nyawanya.


"Ahh good morning" Ucap Kimi ketika menatap kucingnya sedang bermanja-manja di perutnya.


"Kita mandi oke" Mengangkat tinggi kucingnya dan berjalan berputar-putar.


Bugh.


"Aww ini menyakitkan sekali" Kepalanya terbentur pintu, tangan mulai menggosok-gosok kepalanga yang mulai berdenyut.


Masuk dan memandikan kucingnya.


"Kita pakai pengaman dulu oke" Kimi mengambil handuk kecil dan melilitkannya di kedua tangannya.


"Biar apa? Biar nggak kena cakaran kamu kucing tampan" Menepuk-nepuk pelan kepala kucingnya.


Suara keributan terjadi di kamar mandi.


"Akhirnya selesai juga kan? Majikanmu tidak terkena cakaran darimu.


Membuka lilitan handuk di tangannya dan meletakkannya di atas badan kucing itu.


"Ayo keluar" Berjalan menuju kasur mendudukan kucingnya di atas kasur itu. Dengan telaten Kimi menghandukinya.


"Sudah selesai." Kimi terlentang dan mengambil ponselnya.

__ADS_1


Ada notifikasi panggilan tak terjawab dari nomor asing.


"Siapa ini?" Kimi tak menghiraukan kembali panggilan itu. Tidak penting menurutnya.


"Wahh ini sangat menakjubkan." Kimi histeris sambil berdiri dan ber loncat-loncat di atas kasur itu.


"Apa kamu tau Boy. Lihat nih, my idol menjawab pertanyaan dariku"


"Aaaa senangnya"


Dia mulai membalas kembali pesan idolanya.


"Aaaaa dia mengajakku bertemu Boy. Kamu memang kucing keberuntungan"


"Astaga aku nyaris pingsan membaca dm ini."


"Oh Tuhan. Apa yang aku mimpikan semalam? Hingga mendapatkan kesempatan emas bertemu dengannya"


Dengan gilanya Kimi menciumi layar ponsel nya.


Dia celingukan


"Ah, tidak ada orang" Kembali menciumi layar ponsel nya.


"Oh iya kapan dia mengajakku bertemu?" Mengetik pesan, menunggu balasan.


Histeris kembali.


"Kenapa? Kenapa harus sekarang? Bahkan aku belum membeli baju baru. Dandan? Ah aku harus ke salon"


Dengan masih mengenakkan piamanya, dia menyaut tasnya.


"Apa aku harus mengajakmu kucing manis?"


"Ajak tidak ya?" Tanyanya pada diri sendiri sambil menggigit kuku jarinya.


Menggendong kucingnya dan membawanya ke salon langganannya.


Sampai disana___


"Mbak bisa dandanin kucing saya?"


"Oh bisa mbak tapi akan lama"


"Berapa jam kira-kira?"


"Mungkin sekitar 2 jam"


"Baiklah, rawat saja bulunya agar lebih lembut. Dan ya, dimana saya bisa membeli kalung dengan papan nama kecil?"


"Untuk kucing saya, dikalungkan di lehernya" Ucapnya ketika melihat raut wajah bingung dari pekerja salon itu


"Di pedagang kaki lima pinggir jalan biasanya ada. Apa mau saya yang kesana?"


"Ah tidak usah nanti biar saya saja yang kesana. Saya hanya bertanya saja"


"Oh tidak apapa, jangan sungkan kepada saya, biar saya membelikannya untuk anda. Anda juga kan harus stay disini" Kimi mangut-mangut mengerti.


"Baiklah ini uangnya sisanya kamu ambil saja. Hitung-hitung ini upah untukmu"


"Maaf. Apa tidak kebanyakan anda menyerahkan yang itu? Harganya cuma 10 ribu kurang kok mbak."


"Tidak apapa, karena saya sedang senang hari ini, maka saya ingin berbagi denganmu"

__ADS_1


"Terimakasih banyak. Terimakasih"


"Iya,"


Pekerja salon itu kembali lagi.


"Ada apa? Apakah kurang uangnya?"


"Oh bukan. Nama kucing anda siapa ya?"


"Ohh. Kucing saya. Namanya adalah, "


"Sebentar-sebentar, bukankah dia belum punya nama?" Gumamnya.


"Jadi? Siapa nama kucing anda?"


"Saya belum memikirkannya. Apa kamu punya ide nama kucing?"


"Bagaimana kalau namanya Cath?"


"Ide yang bagus, baiklah namai saja kucing saya dengan nama itu"


"Baiklah jika anda berubah pikiran tentang nama kucing. Silahkan panggil saya kembali" Kimi mengangguk


Pekerja salon itupun kembali ke penjual kaki lima yang tadi ditujunya


"Ah, lama sekali tidak ke salon seperti ini. Nyaman sekali" Gumamnya dalam hati ketika kepalanya dipijat keramas oleh pekerja salon ini


"Maaf mbak kucing anda sangat sulit sekali untuk disisir rambutnya. Bisakah anda menenangkannya? Maksudnya, anda gendong?"


Kimi mengangguk dan meletakkan kucingnya di pangkuannya.


Salon selesai~


"Kita ke toko pakaian dulu oke Cath"


Melaju ke tempat tujuan.


"Silahkan mbak, mau yang mana?"


"Yang bagus dengan harga terjangkau"


"Baiklah mari ikuti saya"


Memilih pakaian sudah dilakukan. Masuk ruang ganti dan keluar dengan pakaian baru.


"Bagaimana mbak? Bagus tidak?" Pekerja toko itu mengangguk dengan mengangkat jempolnya.


"Ah senangnya. Mbak tau nggak, saya lagi mau ketemu idola lho. Kemarikan kucing saya, terimakasih sudah memegangi nya


Wanita itu hanya tersenyum saja. Kenapa harus cerita? Pikirnya.


Melakukan pembayaran selesai.


"Baiklah, kita akan menemui calon suamiku oke Cath"


Sampai disana~


"Astaga, gugup sekali. Kaca," Kimi bercermin di spion mobilnya, memastikan penampilannya sempurna.


"Mbak, "


Deg

__ADS_1


Ada yang menepuk pundaknya, suara laki-laki. Apa dia jodohku?


...Bersambung......


__ADS_2