Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Hari bahagia Kimi


__ADS_3

"Kam! Kama lo dimana?" teriak histeris Kimi karena merasa kalau Kama pergi meninggalkannya.


"Kama, gue takut Kam hiks hiks" ucap imbuhnya Kimi lirih.


"Kama! Lo jangan bercanda deh. Kama gu gue ahh" teriak Kimi yang membuat suaranya melemah dan dia terjatuh di tanah.


Tiba-tiba ada yang memegang bahu Kimi agar berdiri dari posisi duduknya di tanah.


"Siapa lo! Jangan berani berani lo ngapa ngapain gue ya" teriak Kimi sambil menginjak asal asalan kakinya untung saja kena dan membuat orang itu kesakitan.


"Aduhh" ucap orang itu yang membuat Kimi mengenalinya.


"Kam itu lo? Kam ma afin gue Kam entah apa kesalahan gue maafin gue Kama hiks hiks" ucap Kimi tersendat karena menangis. Kimi bersimpuh di hadapannya untuk memohon ampunan kepadanya.


"Berdiri!" seru Kama. Kimi pun berdiri dari posisinya.


Kama membuka penutup mata yang Kimi kenakan.


"Kam gue minta maaf" ucap Kimi dengan tubuh ambruk ke tubuh Kama. Anehnya biasanya Kama langsung memeluknya kembali namun Kama seakan mengacuhkannya dengan tetap diam dengan berwajah dingin.


Kama pun mendorong Kimi hingga Kimi terjatuh di tanah


"Ahh Kam kok lo dorong gue si sakit Kam hiks" ucap Kimi dengan menangis tersedu-sedu.


"Menunduk!" tegas Kama


"Kenapa Kam? Apa salah gue" ucap Kimi dengan nada yang terdengar parau.


"Menunduk gue bilang!" seru Kama yang membuat Kimi langsung menundukkan kepalanya. Saat menunduk Kimi teringat akan hal yang sedari kecil mereka lakukan canda tawa, kejahilan nya, kemarahannya, bahkan sayangnya Kama ke dia. Memikirkan semua itu Kimi langsung menangis dengan keras.


Tiba Tiba ada suara balon meletus di kepalanya yang berisi air dan tepung diatas kepalanya dan tiba tiba.


"Happy birthday Kimi" ucap Semua orang yang berada disitu. Kimi pun mendongak memperhatikan wajah Kama yang sedang tersenyum senang mengerjai nya.


"Apaan ini?" tanya Kimi dengan mata yang menyapu ke semua orang kecuali Sasa. Kimi tidak melihat batang hidungnya


"Ini ulang tahun lo Kimi, masak ulang tahun sendiri nggak inget sih" ledek Kama sambil membantu Kimi berdiri.


"Ulang tahun? Bukannya besok?" ucap Kimi seperi orang oon.


"Dasar bocah masih muda udah pikun" ucap Kama sambil memeluk tubuh Kimi.


"Selamat ulang tahun sayang ini semua Kama yang merencanakan ketika Kamu udah masuk ke kamar waktu pulang malam itu." ucap Mama Kimi.


"Hahaha" ketawanya Kama yang membuat Kimi menangis haru.


"Lepasin tali ini dong Kam" ucap Kimi sambil membalikkan badannya agar dilepaskan ikatannya.


"Lepasin nggak ya?" goda Kama.


"Ahhhh" rengek Kimi.


Dengan tertawa Kama melepaskan ikatannya.


"Ayok dong tiup lilinnya" ucap Amanda dengan membawa kue ulang tahun ke hadapan Kimi.


Kimi meniup lilinnya dengan mata yang berkaca kaca karena bahagia. Kimi pun memotong roti dan menyuapkannya ke papanya kemudian ke mamanya. Dan terakhir ke Kama. Kama pun mengambil alih sendok dan menyuapi Kimi balik.


Cih! Sok romantis banget.


Griss pun berlaku pergi ke arah lain demi tidak melihat pemandangan tak diinginkan yang ada di hadapannya.


"Mama Papa" ucap Kimi terharu sambil melangkah menuju mama dan papanya dan memeluk mereka. Tak lupa Kimi menarik tangan Kama agar ikut bergabung berpelukan bersamanya.


"Makasih Kam" ucap Kimi sambil tersenyum setelah melepaskan pelukannya.


"Kenapa lo nakutin gue hah! Hidup gue kayak di ujung tanduk tau nggak!" seru Kimi sambil memukul tangan Kama yang membuat empunya langsung meringis menahan sakit.


"Sudah sudah nanti kita bahas lagi sekarang kita rayakan dulu ulang tahun kamu Kimi" ucap Papa Kimi.


Semua orang memberi selamat kepada Kimi untuk ulang tahunnya namun tidak nampak Griss disitu. Kimi pun hanya tersenyum gembira sambil mengambil kado yang diserahkan kepadanya.


______________________________________________

__ADS_1


"Untuk merayakan ulang tahun Kimi yang ke 18 kita akan makan besar malam ini" ucap Papa Kimi dengan semangat.


"yeee" sorak Kama dan Kimi seperti anak kecil.


"Maaf ya Bram aku nggak hadir di acara tadi." ucap Papa Kama tidak enak.


"Nggak Papa mas santai aja"


"Sekarang Kita makan aja yuk" ucap Mama Kimi.


Mama Kimi mengambulkan lauk yang mau dimakan oleh suaminya begitupun dengan Mama Kama mereka melayani suami mereka dengan baik. Melihat itu Kama jadi berhalu kalau dia dan Kimi makan dengan cara itu.


"Kim" bisik Kama.


"Hemm" deheman Kimi karena dia sedang mengunyah makanannya.


"Kalo kita kayak gitu gimana ya?" ucap Kama bertele-tele.


"Gimana apanya" ucap Kimi kemudian menegak minumannya.


"Itu lho kayak nyokap gue sama lo, makanan suaminya di ambilin"


"Kan emang tugasnya Kam" ucap Kimi dan melanjutkan kembali makanannya.


"La iya gue pingen Kim, gimana kalo kita nikah setelah selesai sekolah sma aja?" ucap Kama yang membuatnya tersedak makanannya.


"Kamu kok selalu tersedak kalo makan sih Kim" ucap Mama Kimi sambil mengambilkan air putih untuknya.


"Ih lo kok bikin gue keselek terus sih Kam!" seru Kimi sambil memukul tangan Kama.


"Kama emangnya kenapa kok bisa bikin kamu keselek?" tanya Papa Kama.


"Soalnya om, tadi Kama itu, ups"


Eh dasar mulut bodoh


Kimi memukul mulutnya sendiri.


"Eh maksudnya Kama ituuu eee Kamaaaa itu, ah sudah lupakan saja aku sudah lupa om hehe" ucap Kimi gugup dengan tercengir kaku. Papa Kama hanya menatap aneh kearah Kimi. Sedangkan Kama hanya menahan tawanya saja.


"Aduhh" teriak Kama dengan kencangnya.


"Lo apaan sih Kim" bentak Kama.


"Kama yang sopan dong jangan teriak teriak gitu,lagi pada makan ini" gerutu Mama Kama.


"Eh hehehe maaf ma pa tante om" ucap Kama dengan menganggukan kepalanya pelan tak enak hati karena sudah mengganggu ketenangan.


"Apa lo ketawa gitu" bisik Kama dengan tangan menggenggam tangan Kimi dengan erat.


Kimi pun memukul tangan Kama yang


"Jangan erat erat Kam sakit" bisik Kimi.


"Kalian ngapain bisik bisik gitu ayok makan kue kamu Kimi inikan hari bahagia kamu" ucap Papa Kama dengan senyumannya.


"Ayok" ucap Kama Dan Kimi dengan begitu semangatnya.


"Ngapain lo ikut ikut gue, ini kue gue jadi cuma gue yang bisa makan" seru Kimi sambil tangannya mengambil kue


"Yee tapikan ini Papa gue yang beliin ya lo harus bagi bagi sama gue dong" ucap Kama sambil mengambil kue Kimi dan meletakannya di depannya.


"Ini punya gue Kam!" seru Kimi dengan mengambil kembali kuenya


"Bagi bagi dong Kim, kok lo pelit banget sih" sekarang Kama yang mengambil kuenya.


"Siniin Kam!" dan Kimi menarik lagi kuenya.


Mereka saling tarik tarikan dan saling mencomot kuenya sampai mulut mereka penuh dengan coklat dan belepotan kemana mana.


"Astaga Kama Kimi!" teriak Mama Kama yang sudah jengah dengan keduanya.


Kama dan Kimi melihat ke arah Mama Kama dengan Kimi hendak memakan kuenya dan Kama yang sudah memasukkan kuenya.

__ADS_1


"Hahha kalian kayak patung sedang makan" tawa Mama Kama yang menggelegar diikuti dengan suaminya dan Mama Papa Kimi.


Kama dan Kimi pun saling memandang dan Kama malah mentertawakan Kimi dan Begitu pun sebaliknya.


"Hahah Lo kayak monyet Kam" tawa Kimi dengan terpingkal pingkal begitu pun dengan Kama yang mentertawakan Kimi.


"Udah ah jangan ketawa terus sakit nih perut" ucap Papa Kimi dengan menahan tawanya. Semua pun menahan tawanya.


______________________________________________


"Ah bahagianya hari ini gue kira malaikat udah mau nyabut nyawa gue, Hahah bicara apa sih gue ini" ucap Kimi dengan dirinya sendiri sambil membayangkan kejadian yang tadi.


"Ahh kalo nggak ada Kama kok nggak seru ya" ucap Kimi


"Halo Kam lo udah tidur" ucap Kimi kepada Kama di telepon


"Lo kok ganggu gue banget sih Kim jam berapa ini? Udah jam 10 juga ngapain lo belum tidur?" tanya Kama dengan nada seraknya.


"Gue mau nagih kado lo ke gue, kan lo belum kasih gue kado Kam" ucap Kimi dengan manjanya.


"Ahh besok aja Kim gue ngantuk" ucap Kama


"Tap"


tut tut tut


"Cih! Dimatiin"


Tin tin


"Ini lagi malam malam gini siapa sih yang ganggu gue tidur! Ahh shit! "


Kama pun melihat ke jendela kamarnya dan terlihat ada mobil Griss terparkir di depan rumah Kimi.


"Ha? Griss? Ngapain dia ke rumah Kimi? Wah jangan jangan mau ajak Kimi jalan lagi. Kan ini udah jam, hampir jam 11. Wah nggak beres nih orang. Ya gue harus ke rumah Kimi." ucap Kama dengan dirinya sendiri dan bergegas ke rumah Kimi dengan lewat belakang rumah, rasa kantuk Kama langsung sirna ketika melihat Griss ada di depan rumah Kimi.


Kama pergi ke belakang rumah Kimi dan membuka pintunya dengan kunci serep yang pernah dikasih Kimi kepadanya. Kama pun langsung masuk. Namun Kama melihat Kimi yang sedang berjalan keluar hendak membuka pintu. Kama pun langsung memanggilnya.


"Jangan dibuka Kim."


"Kenapa?"


"Itu Griss jangan dibuka."


"Ya nggak papa kan? kasihan dia udah nunggu di luar.


'Ishh keras kepala sekali nih orang.'


" Ah pokoknya jangan dibuka Kim jangan dibuka pokoknya. Kalo nggak gue mau marah nih sama lo" ancam Kama.


"Lo marah kok laporan" ucap Kimi dan berbalik hendak membuka pintu namun.


"Emm emmm"


Kama langsung meletakkan Kimi ke kasurnya dengan tetap tangan yang masih di mulut Kimi agar Kimi tidak berteriak mengganggu penghuni rumah.


"Gue akan lepasin tapi lo diem oke" ucap Kama yang membuat Kimi menganggukan kepalanya.


"Hahhh" nafas Kimi yang sudah terengah engah.


"Lo apaan sih Kam!" ucap Kimi dengan nada jengkelnya.


"Sstt jangan berisik, suara lo tu nggak ada merdu merdunya tau nggak!" ucap Kama.


Kama mengambil selimut dan mengurung Kimi ke selimut itu agar diam tanpa ocehannya. Kama menindih tubuh Kimi di atasnya.


"Kam berat tau nggak!" seru Kimi dari dalam selimut.


"Makanya jangan berisik" ucap Kama sambil melepaskan selimutnya dari tubuh Kimi.


ting tong


"Itu pasti Griss kan?" ucap Kimi sambil beranjak dari kasur hendak menemui Griss

__ADS_1


"Nah kan kena lo nggak bisa kemana-mana hahaha"


Bersambung...


__ADS_2