
"Apa Kim mogok?" ucap Kama tidak percaya.
"Iya mogok"
"Kesannya kayak mobil lo nggak pernah di benerin." gerutu Kimi.
"Biarin"
"Jalan kaki aja yuk Kim" ajak Kama
"Ogah ah males" ucap Kimi sambil menelungkupkan wajah nya ke atas meja.
"Ayolah Kim bosen nih gue" ucap kama dengan menelungkupkan wajahnya sama dengan Kimi dan memainkan jarinya di atas meja
"Lo pulang aja sana gue mau tidur." ucap Kimi
"Yakin nggak takut? " tanya Kama meledek Kimi
"Takut apa?" ucap Kimi yang lupa kejadian malam kemarin.
"Ada mbak kunti" ucap Kama menakuiti Kimi.
"Gu.. gue nggak takut kok" ucap Kimi dengan gugupnya karena mendengar apa yang kama katakan membuat Kimi bulu kuduknya berdiri semua.
"Alah gitu aja gugup" ejek Kama
Kok gue jadi takut ya. Sial banget tuh si Kama nakutin aja.
"Gue pulang Kim" ucap Kama sambil berdiri dari posisi duduknya.
"E eh jangan temenin gue di rumah"
'Sudah gue duga'
"Tadi ngusir ya gue mau balik lah, ngapain juga disini kan heh" ucap Kama sambil berbalik badan dan hendak pergi dari situ.
"Ahh Kama jangan pergi" Ucap Kimi sambil berlari ke arah kama. Kama pun tersenyum lebar karena Kimi memeluk nya dari belakang.
"Gue mau balik Kim ngantuk, hoam" ucap Kama dengan pura pura menguap.
"Lo tidur di sofa aja nemenin gue" rengek Kimi
Cih sial! Gue pikir tidur bareng sama dia
"Nggak ah enakan tidur di kasur gue, empuk" ucap Kama sambil berusaha melepaskan pelukan Kimi.
"Oh ya udah kalo gitu gue mau ikut lo, ayok" ucap Kimi sambil melepaskan pelukannya dan beralih menggandeng tangan Kama serta menariknya keluar rumah.
"Duh gue di gandeng nenek sihir" ejek Kama.
Kimi pun berhenti dan melepas kan tangan Kama dengan kasar. Kimi pun langsung melangkah lebar meninggalkan Kama sendirian.
'Duh sensitif banget jadi cewek kayak kulit bayi aja'
Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatak Kama berjalan cepat agar mencapai Kimi.
"Aduh Kim jangan cepet cepet dong" gerutu Kama yang melihat Kimi berjalan dengan jarak sekitar 3 meter dengannya.
Kimi tak menghiraukan apa yang Kama katakan dia masih marah karena di sebut nenek sihir.
'Punya temen kok kayak gitu! udah nggak mau nemenin gue di rumah, lah setelah gue mau ke rumahnya dengan nggandeng tangannya biar cepet malah di katain nenek sihir huh!'
Gerutuan Kimi terlihat Kama namun Kama hanya memperhatikan mulut Kimi yang komat kamit.
Kama pun berlari mengejar Kimi yang sudah berada di dalam rumahnya.
"Gue suka kok tangannya di gandeng Nenek sihir." ucap kama dengan mengulurkan tangannya agar di gandeng oleh Kimi. Namun Kimi memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Aduhhh prinses aril marah nih" ucap Kama dengan memeluk tubuh Kimi dan mengangkat nya sedikit. Kimi masih memalingkan wajahnya.
"Duhh jangan marah dong" ucap Kama dengan wajah seolah olah sedang menyesal. Kimi masih saja memalingkan wajahnya.
"Ayolah Kim maafin gue, kan gue bercanda tadi" rengek Kama yang masih saja memalingkan wajahnya.
Kama pun menggendong Kimi menuju kamarnya.
"Eh lo mau ngapain lepasin nggak" ucap Kimi sambil memberontak dan memukul mukul badan Kama.
"Kayaknya gue harus hamilin lo deh biar lo maafin gue" ucap Kama santai.
"Lo gila kali ya!"
"Makanya maafin gue dong" ucap Kama sambil menurunkan Kimi di kasurnya. Dan melihat Kimi dari dekat dengan posisi Kama berada di atas Kimi
"Iya iya ah gue maafin, sana ah gue geli liat lo kayak gitu" ucap Kimi sambil menahan tawanya melihat wajah Kama dari atasnya.
"Nah gitu dong" ucap Kama sambil berdiri dari posisi nya.
"Gue mau tidur Kam jangan ganggu" ucap Kimi sambil bersiap siap untuk tidur dengan memeluk bantal guling dan menarik selimut.
"Gue juga mau tidur ah" ucap Kama sambil menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas kasur.
"Kim lo tau nggak?"
Kama melihat Kimi sudah tertidur pulas.
"Yee dia tidur lagi, mungkin dia lelah kali ya" ucap Kama sambil mengecup kening Kimi kilas. Semoga mimpi indah' ucap nya setelah itu.
Kama pun berbaring di samping Kimi dan terlelap.
____________________________________________
"Astaga! nih kamar kayak kapal pecah makanan berceceran dimana mana kulit plastik juga berserakan, terus nih apa? air? loh ini jus mangga. Ngapain nggak di bersihkan.
Prok
"Aduhh" teriak Kama dengan kerasnya.
"Apaan sih ma?" ucap Kama sambil memegangi pahanya yang kena pukulan mamanya tadi.
"Apaan apaan lihat tuh isi kamar kamu!" ucap Mama Kama dengan menunjukkan seisi kamar Kama dengan jari telunjuknya.
"Ohh"
Dasar anak nakal apa dia bilang? Oh? Aneh nggak sih?
"Oh apaan?" ucap Mama Kama dengan teriakannya.
"Lohh tadi kata mama suruh lihat isi kamar kan? Nah udah aku lihat terus aku disuruh ngapain?"
#;#-*-:$:#+$;#+##;$-;$$-$:
gerutu mama Kama dengan mulut komat kamit entah apa yang diucapkan nya.
"Mama disini nggak ada acara pidato nggak usah pake hafalan juga kalik" gerutu Kama sambil tidur kembali dan menutup wajahnya dengan mulut seakan mama Kama akan menampar nya. Dan benar saja.
"Aduh mama kalo mau mukul di ring aja jangan anaknya terus yang kena pukul"
"Dasar kamu ya?"
"Aduh mama mulai deh! Maksud mama tuh apa? "
"Ini kamar kamu bersihin dulu!! "
"Iya ma nanti"
__ADS_1
"Nanti nanti nggak sekarang juga. "
"Ahh mama aku baru saja istirahat"
"Cepetan Kama"
"Kok cuman Kama aja sih ma?"
"Lha terus siapa? Ini kamar kan punya Kamu!"
"Tapi Kimi juga ikutan makan lho ma, malahan dia yang bawa semua makanan dan minuman itu kesini."
"Udah ah mama pusing dengernya!"
'Ya udah nggak usah didengerin gitu aja kok repot.'
"Apa kamu bilang kama? "
"Eh aku nggak bilang apa apa kok ma"
"Dasar kamu ya"
"Aduh sakit ma sakit ini telinga bukan pegangan panci"
"Yang bilang ini pegangan panci siapa?"
"Aduh ma stop ma sekarang mama keluar aja deh dari kamar aku nanti juga aku beresin kok tenang aja"
"Bener tapi lho beresin! Awas aja kalo nggak! " ucap Mama Kama sambil menatap tajam ke arah anaknya dan berlalu pergi ke luar Kamar.
'Punya emak gitu banget ya'
"Astaga ini bocah masih aja tidu, apa dia nggak denger dari tadi mama ngoceh terus disini?" gerutuan Kama.
"Eh jangan jangan dia mati lagi" ucap Kama panik dan langsung mengarahkan jari telunjuknya ke arah lubang hidung.
"Untung aja masih hidup"
Heheeh gue kerjain ah
Kama mengambil jari telunjuknya Kimi dan mengarahkan ke lubang hidung nya. Tapi belum sempat masuk Kimi langsung terbangun.
"Ihh lo kok jorok banget sih! " gerutuan Kimi dengan nada serunya. Dan menarik kembali jarinya
"Makanya bagun jangan molor terus, ayok beresin ini Kamar!" ucap Kama dengan menarik narik tangan Kimi.
"Ahh Kama gue masih ngantuk" ucap Kimi yang hendak berbaring lagi.
"Eh Kim lo kok nggak tanggung jawab sih! Ini mama udah ngomel dari tadi!" ucap Kama dengan menghempaskan tangan Kimi dengan kasar.
"Oh ya?" tanya Kimi dengan menutup matanya.
"Oh ya oh ya, ya iyalah ayok Kim cepetan dong" ucap Kama sambil meraih bantal guling dan memukul wajah Kimi yang tertutup selimut itu.
"Ahh Kimi udah dong lo aja yang bersihin gue masih capek"
"Capekan gue kalik gue udah bersihin nih kamar masih disuruh lo ngepel dan lo cuman buat nyingkirin nih makanan aja nggak mau" seru Kama.
"Oh" ucap Kimi singkat.
'Kayaknya percuma deh ngajak dia ujung ujungnya gue juga kan yang kena, kasihan juga lihat dia kelelahan gitu'
gumaman Kama terdengar oleh Kimi dan membuat Kimi tersenyum lebar.
Gue makin sayang sama lo Kam.
Bersambung...
__ADS_1