
Taman belakang rumah Kama. Dua sejoli itu sedang duduk di atas rumput hijau menikmati masa masa berdua setelah berjauhan dua hari. Kimi menyandarkan kepalanya di pundak Kama dengan tenang dan damai. Dengan menatap lurus ke depan, menikmati matahari yang menyinari mereka.
"Kam lo tau nggak apaa yang bikin gue bahagia"
"Apa emangnya?"
"Bisa nggak kita nggak usah pakai panggilan kamu aku atau saya anda, risi tau"
"Ya udah nggak usah pakai panggilan itu lagi, kita seperti biasanya aja, nggak perlu terlalu formal" Kama menindih kepala Kama dengan kepalanya.
Hening
"Jam berapa Kam?"
"Hampir jam 4 nih"
"Apa? Jam 4? Astaga Brian! Pasti dia ketiduran di rumah" dengan gerakan cepat Kimi melepaskan kepala yang masih menyandar di pundak Kama.
"Brian? Siapa Kim?"
"Yang angkat telpon lo waktu itu lho! Udah nggak usah banyak tanya, ayok buruan lo ikut gue ke rumah" Kimi berdiri dan langsung menarik tangan Kama dengan segala kekuatan yang dimilikinya, hingga Kama hampir terjatuh saat hendak berdiri.
Kimi berlari ke rumahnya dengan melewati taman itu, smpainya disana Kama langsung menarik tangannya. Kimi menoleh ke arah Kama.
"Siapa Brian?"
"Kan udah gue bilang tadi! Udah jangan banyak tanya, gue harus balik sekarang. " Kimi langsung menarik kembali tangan Kama agar masuk ke rumahnya dengan cepat
"Brian!" panggil Kimi dengan kerasnya sambil menelusuri rumahnya, mencari keberadaan Brian.
"Apaan sih Kim" dengan nada serak sambil mengucek matanya, Brian bangkit dari karpet depan TV dan melihat Kimi yang sedang marah-marah.
"Kenapa lo malah tidur enak-enak ha! Sekarang jam berapa! Liat dong" Masih dengan mengumpulkan nyawanya Brian hanya menguap saja sejak tadi, membuat Kimi maju ke arah Brian dan memegang kepalanya dan memutarkan ke arah jam yang menunjuk ke arah dimana jarum jam berada.
"Udah liat? Jam berapa sekarang!" seru Kimi.
"Apa hampir jam 4? Ayok Kim balik, lo kok nggak bangunin gue sih!" dengan bergegas Brian mengambil jaketnya yang terslampir di sofa.
__ADS_1
"Udah deh nggak usah nyalahin gue! Kita sama-sama salah kok!"
"Ayok Kam, gue pamitan dulu sama nyokap lo" Kimi menarik tangan Kama hendak keluar rumah.
"Eh gue lupa kenalin lo sama Brian, nih Brian tuh sodara gue yang tinggal di rumah nenek gue, dan Brian ini Kama yang lo jawab panggilan ditelpon waktu itu" Brian mengulurkan tangannya kepada Kama. Kama pun menerima uluran tangan Brian, mereka berkenalan dengan nama sendiri.
Jadi ini yang namanya Kama? Pacar Kimi? Emm lumayan juga.
Ini yang ngangkat telpon Kimi waktu itu, kenapa sih sodara Kimi laki semua!
"Udah nggak usah lama-lama salamannya, " Kimi menarik tangan mereka berdua untuk keluar rumah, Kimi mengunci pintu rumahnya saat sudah di luar pintu.
"Brian lo ambil motor lo dulu ya, apa mau ikut ke rumah Kama? Kenalan gitu sama nyokapnya" Brian menggeleng dia lebih memilih mengambil motornya. Kimi mengiyakan dan langsung kembali ke rumah Kama untuk berpamitan dengan mama Kama.
"Tante aku pulang dulu ya, lain kali aku akan berkunjung kesini dulu" pamitnya kepada mama Kama yang berada di luar rumahnya.
"Kenapa buru-buru? Kamu nggak mau nginep disini?" ucap Mama Kama sambil memberi tangannya kepada Kimi untuk disalami.
"Nggak tante, besok aku udah sekolah nanti kalau libur sekolah aku akan kesini kok hehe"
"Sasa gue pamit dulu ya" Kimi dan Sasa berpelukan.
"Eh apa Kim" Kimi langsung cemberut karena ucapannya tidak didengarkan oleh Kama.
"Eh iya gue mau peluk lo" Kama langsung memeluk tubuh Kimi dengan erat,
"Lo jangan lama-lama disana ya nanti nggak ada yang nemenin gue tidur lagi haha" ledek nya. Kimi langsung melayangkan pukulan kecilnya didada Kama.
Suara klakson berbunyi, Brian sudah siap dengan motornya. Kimi pun memeluk kembali Mama Kama, Sasa, dan terakhir Kama dengan lama.
"Ingat lho sering kesini" ucap Kama sambil menjawil hidung Kimi. dan memeluknya lagi untuk perpisahan.
"Iya, tante aku titip salam buat om ya" mama Kama menganggukan kepalanya dan memeluk lagi tubuh Kimi"
"Hati-hati ya nak, semoga selamat sampai tujuan" Kimi menganggukan kepalanya.
Kimi mundur dan melambaikan tangannya kepada mereka setelah mereka membalas lambaian tangannya dia langsung berbalik dan berlari ke arah Brian dan menaiki motornya.
__ADS_1
Kimi memakai helmnya dan melambaikan tangannya lagi setelah motor melaju menjauh dari rumah Kama.
'Baru aja beberapa jam disini udah balik aja Kimi hufftt'
Mama Kama yang mendengar gumaman Kama hanya tersenyum saja, sedangkan Sasa merasa cemburu, karena tidak ada yang membahagiakan di dunia ini bahkan kedua orang tuanya dikejar musuhnya' batinnya dengan menatap Kama.
"Apaan lo liat liat!" gertak Kama.
"Eh aku nggak lihatin kamu kok" dengan pipi yang merah dan menundukkan kepalanya Sasa masuk ke dalam rumah Kama. Mama Kama menggelengkan kepalanya ke Kama agar tidak berkata ketus begitu dengan Sasa.
Kama menghela nafas malas dan langsung masuk ke dalam kamarnya dengan menutup pintu dengan keras, sampai terjengit Mama Kama dan Sasa.
"Kamu jangan diambil hati perkataan Kama tadi ya nak" Sasa menganggukan kepalanya dan meminta izin untuk minta izin ke kamarnya.
Kamar Sasa___
"Kenapa nasib aku nggak sama kayak Kimi ya, udah dikasih orang tua yang sangat sayang denganya, ditambah lagi keluarga Kama juga sangat menyayangi Kimi, kapan aku disayangi kayak Kimi ya Tuhan" dengan tubuh yang ambruk di atas ranjangnya Sasa memejamkan matanya.
Kamar Kama__
"Kim lo udah sampe rumah belum ya?"
"Emm kalo gue telpon sekarang, apa mungkin udah sampe?" Kama melihat jam yang di nakas,
"Em, Belum kayaknya, belum sampai setengah jam Kimi dijalanan, mana mungkin udah sampe! Dasar bodoh lo Kam! Berhenti mikirin Kimi Kam, nanti juga sampe dianya" Kama menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan.
Kama mengetik pesan singkat ke Kimi. Karena bosan tidak ada balasan dari Kimi, Kama membuka sosmed lainnya agar tidak jenuh, bermain game dan lain sebagainya.
"Ahh lama banget sih Kimi balesnya, udah 1 jam gue nungguin lho! " frustasi Kama karena tak kunjung ada notifikasi dari Kimi.
"Eh berapa jam ya Jakarta sampai ke Semarang?" Kama mencari di internet berapa jam kah yang harus ditempuh dari Jakarta sampai ke Semarang.
"Apa! 6 jam lebih! Hufftt" Kama langsung meletakkan ponselnya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Kama menyalakan showernya dan mulai membersihkan dirinya. Selesai sudah rutinitas mandinya. Namun,
"Astaga! Handuk kemana lagi ini!" Kama mencari ke seluruh kamar mandi namun tidak menemukan adanya handuk yang terslampir disana.
__ADS_1
Aduh! Kebiasaan Kimi melekat di gue!
Bersambung...