
"Kim, ikut bawain dong! Berat nih." ucap Brian karena Kimi tidak membantu mereka mengangkat boneka ke dalam rumah.
"Alahh cuma bawain barang segitu aja kok minta bantuan gue. Ringan lagi" Kimi menjawab setelah berbalik
"Gue cewek lho" imbuhnya sambil berlari riang menuju ke dalam rumah.
"Lo aja yang bawa yan" ucap Kama dengan santainya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.
"Enggak! Enak aja! Bawa!" seru Brian sambil berjalan ke dalam rumah dengan tangan membawa setengah dari barang-barang Kimi.
"Lo bawa yang itu tuh" Brian memberikan petunjuk dengan arah matanya saat melewati Kama berpijak.
Kama menghela nafas malas dan mengikuti perintah Brian. Ringan sih tapi ukurannya itu lho yang bikin masalah! Batinnya.
"Lo hati-hati dong kalau bawa! Pakai acara nabrak lagi!" gerutu Brian karena Kama menabraknya dari belakang.
"Lihat dong! Gue mana bisa lihat! Orang bawanya segini besarnya kok" ketus Kama dari sebalik boneka.
Brian acuh dan memilih melanjutkan perjalanannya. Mereka saling tabrak-tabrakkan yang membuat Kimi langsung turun tangan membantu mereka.
"Mau dibawa ke mana nih?" tanya Brian.
"Ke kamar gue" mereka melangkah satu persatu anak tangga dan sampai di dalam kamar Kimi. Meletakkan semua barang itu ke atas lantai.
"Eh jangan ke lantai!" seru Kimi karena Kama hendak meletakkannya disitu.
"Disini" imbuhnya menunjuk ke atas kasur.
"Lelahnya" Kama terlentang di atas kasur Kimi dengan kaki yang menjuntai ke bawah. Brian keluar kamar. Dan Kimi sedang asik dengan barang-barang barunya.
"Imut banget SpongeBob ini" ucap Kimi sambil membuka bungkusan boneka nya.
"Imut barbie" ucap Kama.
"Takut kok gaya" ledek Kimi.
"Gue nggak takut! Cuma geli aja"
"Geli apaan nggak ngegelitikin kok geli"
"Haahhh"
"Ihh bau banget mulut lo, pasti lo belum gosok gigi ya" Goda Kimi sambil menutup hidungnya.
"Apa?!" Kama bangkit bangun dan mencium aroma mulutnya. Wangi kok batinnya. Kama mengerti kalau Kimi membohongi dirinya. Dia menatap ke arah Kimi.
"Yakin mulut gue bau?" Kama mendekat ke arah Kimi yang menjauhkan tubuhnya. Kama meniup-niupkan nafasnya di depan Kimi.
__ADS_1
"Gimana ha? Bau?" Kama berada di atas tubuh Kimi dengan tangan yang menyangga tubuhnya. Kimi hanya tertawa kecil saja dengan tangan masih menutupi hidungnya. Kama semakin gemas dengan Kimi hingga dia menggelitiki Kimi. Membuat Kimi meronta-ronta dan memukul Kama agar berhenti melakukannya.
"Udah Kam! Hahaha! U dah!" seru Kimi sambil berusaha menghindari tangan Kama yang menggelitiki nya.
Kama menghentikan gelitakannya. Sekarang mereka tertawa kecil saja.
"Sana ah minggir" Kimi mendorong tubuh Kama ke sampingnya. Dia membenarkan kaosnya dan keluar dari kamar.
"Mama mau kemana?" tanya Kimi dari tangga ketika melihat mamanya hendak keluar rumah.
"Mau bersihin teras rumah" jawabnya.
"Aku bantuin ya ma" mamanya mengangguk. Pasti ada maunya pikir mama Kimi.
Kimi pergi ke dalam kamar untuk mengganti celana panjangnya dengan yang pendek.
"Mau kemana?" tanya Kama saat melihat Kimi keluar dari kamar mandi dan memakai celana jeans setinggi lutut.
"Mau bersihin teras. Ayo ikut" ajak Kimi.
"Nanti gue nyusul"
Kimi meninggalkan Kama sendirian di kamar. Di berjalan ke belakang rumah mengambil sapu, alat pemotong rumput dan lainnya.
"Kamu potong rumputnya dulu Kim. Mama mau ke dalam dulu" Kimi menganggukkan kepalanya. Kimi mulai berjongkok dan memotong rumputnya. Di atas ada mata yang sedang mengawasinya dengan tersenyum. Siapa lagi kalau bukan Kama.
"Apa ada celananya ya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Oh iya dulu Kimi beli celana Kedodoran kan? Taroh dimana ya?" Kama menemukannya. Dia memakai celana itu dan keluar dari kamar Kimi. Dia ikut memotong rumput di samping Kimi
Kimi tersenyum saat Kama ikut membantunya.
Tak lama setelah itu Brian ikut-ikutan bersihin teras rumah. Dia memilih untuk menyiram bunga-bunga saja
"Kenapa lo ngerjain yang mudah di Yan" seru Kimi ketika melihat Brian yang hanya menyiram tanaman saja.
"Kan udah nggak ada yang lain. Mau nyapu kan lo belum selesai. So, gue milih nyiram aja"
"Dasar nggak laki!"
"Terserah lo mau bilang gue apa Kim. Gue nggak Kan ngegubris ucapan lo" ucap Brian tanpa menoleh ke arah Kimi
Brian menyemprotkan airnya ke Kama dan Kimi. Mereka berdiri dan membersihkan bajunya.
"Lo apa-apaan sih Yan!" seru Kimi sambil berjalan menuju ke arah Brian dan merampas selang airnya.
Dia mulai membalas Brian dengan menyemprotnya. Dia juga menyemprot Kama. Kama menghindari Kimi dan saat dibelakang Kimi. Dia memeluk Kimi dari belakang dan mengambil selang airnya dari tangan Kimi.
__ADS_1
"Nah kan rasain lo lain kali jangan berani lo nyiram gue hahah" Mereka rebutan selang dan air di mana-mana.
"Ya ampun Kimi! Kama! Brian!" teriak Mama Kama saat melihat mereka yang rebutan selang. Tangan kiri Mama Kimi memegang pinggulnya
dan tangan kanannya memegang sapu lidi. Menyeramkan.
Mereka menoleh ke arah Mama Kimi dengan selang yang masih mengeluarkan airnya.
"Matiin!" perintahnya. Brian langsung mematikan kran airnya dan airnya pun langsung berhenti mengalir.
"Maaf Ma"
"Maaf tante"
"Kalian ini kenapa selalu saja bikin masalah ha! Kenapa sikap kalian nggak pernah dewasa! Coba dong kalian perbaiki sikap kalian. Kalian itu sudah dewasa! Bla bla bla..." marahnya panjang lebar.
Kama Kimi beserta Brian hanya mendengarkan ceramah dadakan didepannya. Mereka duduk karena lelah mendengarkan omelan dari Mama Kimi. Mama Kimi masih saja marah-marah dan malah
tidak nyambung dengan topik yang dibicarakan
"Ini nih akibatnya mainan HP terus! Jadi kayak gini kan!" ucapnya terakhir.
"Kok bisa nyambung ke HP ya" bisik Kimi kepada mereka.
"Entahlah nyokap lo garang banget. Lebih garang daripada kak ros" ucap Brian.
"Hihihi" mereka tertawa dengan pelan.
"Ngapain kalain bisik-bisik gitu!" seru Mama Kimi. Mereka terlihat kebingungan.
"Ma udah siang nih lapar" ucap Kimi dengan menepuk pelan perutnya.
"Benar sekali" imbuh Kama dan Brian bebarengan dengan menepuk pelan perut mereka seperti yang dilakukan Kimi.
"Ya udah sana makan" Mereka bebinar. Langsung saja mereka lari ke dalam rumah sebelum Mama Kimi berubah pikiran.
Mereka masuk ke dalam ruang makan. Duduk dikursi dan membuat kursi itu basah karena mereka.
"Astaga kalian ngapain disini!" seru Mama Kimi dengan membawa peralatan tadi ke belakang rumah.
"Kan tadi Mama suruh kita makan" mereka menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Kimi.
"Kenapa kalian nggak pikirin dulu kursinya. Basah kan jadinya. Karena baju kalian tuh! Sana ganti baju dulu" titah Mama Kimi.
Mereka melihat baju mereka masing-masing dan memang benar sangat basah
Mereka berdiri dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Bersambung....