Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Papa Bram pahlawan


__ADS_3

"Lo bilang apa Kim?"


"Gue sayang sama lo Kam" terus terang Kimi yang masih berada di pelukan Kama.


"Beneran?" tanya Kama tidak percaya.


"Iya, Kenapa lo nggak percaya?" ucap Kimi yang sudah terdengar kesal dan melepaskan pelukannya.


"Nggak"


"Kok lo nyebelin banget sih Kam!" seru Kimi dengan memiliki dada Kama


"Aduh aduh, nggak kok Kim gue bercanda" ucap Kama sambil meraih tubuh Kimi agar berada di pelukannya.


"Kenapa lo sayang sama gue?" imbuhnya.


"Karena lo sahabat gue Kam lo yang paling ngertiin gue makanya gue sayang banget sama lo" ucap Kimi.


Cih cuma sayang sahabat


"Kalo gue nggak ngertiin lo gimana?" tanya Kama


"Ya gue akan buat lo ngertiin gue biar lo juga sayang sama gue" jelas Kimi


"Kalo gue juga sayang sama lo gimana?"


"Gue akan lebih sayang lebih daripada lo Kam"


"Benarkah?" godanya


"Nggak"


"Kok lo gitu sih Kim"


"Ya lo nanyanya aneh mana mungkin gue nggak sayang sama lo sementara lo sayang sama gue"


Gue terharu Kim.


"Kalo tiba tiba gue malah jatuh hati sama lo gimana Kim?"


"Gue akan terima cinta lo Kam"


"Serius?" ucap Kama tidak percaya dan memberikan jarak kepada mereka agar pandangan mereka bertemu.


Kimi menganggukan kepalanya dan langsung membuat Kama berbunga bunga hatinya. Kama pun memeluk kembali Kimi.


"Lo mau nggak jadi pacar gue Kim?" tanyanya dengan hati berdegub kencang.


"Iya Kam tapi."


"Tapi apa?"


"Tapi boong Kam" ucap Kimi nyleneh dan mengeratkan pelukan nya.


"Hah? Apa!"


Ucapan Kimi yang membuatnya melayang dan langsung di jatuhkan di palung terdalam di dunia.


"Gue lebih suka sahabatan seperti ini Kam daripada main cinta cintaan, cih gue mau muntah dengernya." Sebenarnya gue juga mau sama lo Kam tapi gimana?


"Gue juga suka sahabatan seperti ini Kim" ucap Kama. Gengsi lah gue mana Kimi nggak mau lagi kalo mohon mohon Cih nggak deh.


Tuh kan gue juga udah nduga ini terjadi hiks hiks.


Mereka bergumam dalam hati dengan pikirannya masing-masing.


"Oh iya Kim lo nggak masuk sekolah?" tanya Kama.


"Gue jagain lo Kam, mana mungkin gue tinggalin bayi yang masih manja ini." ucap Kimi sambil menusuk nusuk dada Kama dengan jarinya


"Gue kan bisa dijagain mama Kim kenapa lo yang jagain gue?" tanyanya lagi


"Cih nggak ingat kemarin lo gimana ngrengek ke gue?".


Flashback on

__ADS_1


"Kimi ayo bantu tante bawa nih Kama ke rumah" ucap Mama Kama.


"Nggak mau ma aku mau di sini sama Kimi" ucap Kama yang sudah berbaring di sofa


"Kasihan Kimi Kam kamu pulang ke rumah aja yuk" ajak Mama Kama.


"Nggak mau ma aku mau Kimi" ucap Kama dengan mata tertutup.


"Tap."


"Nggak papa tante biar aku saja yang jaga Kama." ucap Kimi.


"Beneran nggak papa?" tanya Mama Kama.


"Iya tante nggak papa, tante pulang aja ya istirahat nanti Kama biar aku yang jagain.


"Baiklah Kimi maafkan Kama ya udah ngrepotin kamu terus"


"Dia selalu ngrepotin aku kok tante tapi tenang aja aku selalu berbaik hati Menolongnya." ucap Kimi dengan senyum lebarnya.


"Ya sudah kalo begitu tante pulang ya?" ucap Mama Kama sambil mengelus rambut Kimi. Dan diangguki oleh Kimi. Dan yang membuat kerepotan hanya tidur saja. Sungguh menyebalkan untuk semua orang.


Flashback off


"Oh itu karena gue sukanya dirawat sama lo Kim" ucap Kama.


"Oh ya? Kenpa lo suka kalo dirawat gue?"


"Karena lo itu bisa gue goda terus" ejek Kama yang langsung membuat Kimi melayangkan pukulannya.


"Tapi bukan itu aja Kim" ucap Kama yang membuat Kimi menghentikan aktivitasnya. Apa? kata Kimi.


"Karena gue cinta sama lo Kim gue cinta banget sama lo" jelas K


"Oh ya?" tanya Kimi dan diangguki oleh Kama.


"Buktikan kalo gitu" imbuhnya.


"Oke gue akan buat lo jatuh cinta sama gue, bahkan cinta mati sama gue"


Oh ya, giaman dengan Sasa?


"Gue nggak mau sama dia Kim" ucap Kama seperti mengerti dengan berubahnya raut wajah Kimi.


"Lo harus mau Kam! Katanya lo mau buktiin kalo lo cinta sama gue?" ledek Kimi.


"Eh lo gila ya Kim masa ngebuktiin gitu sih caranya" ucap Kama dengan menekuk wajahnya.


"Emang gitu Kam caranya berusaha dong" ucap Kimi sambil melorot dari ranjangnya.


Masa iya harus kaya gitu


"Eh Kim lo mau kemana?" tanya Kama yang melihat Kimi keluar dari Kamar.


"Nah kebiasaan nih anak kalo di tanya musti nggk dijawab, huh!" gerutu Kama dan beranjak turun dari tempat tidur dan melangkah mengikuti Kimi.


"Kamaaa!!" teriak Kimi dari arah dapur. Kama langsung sigap berlari ke arahnya dan melihat Kimi yang menungging di meja makan dengan mata melihat ke bawah.


"Eh Kim lo kenapa?" tanya Kama sambil memperhatikan Kimi.


"Eh awas Kam itu ada kecoa" ucap Kimi panik.


"Hah? Kecoa lo bilang Kim? Dimana" ucap Kama tak kalah panik dari Kimi. Kama pun berbalik ternyata kecoanya sedang merambat ke atas tubuhnya.


"Aaaaaa kecoa" teriak Kama dan langsung berlarian mencoba mengusir kecoa yang menempel di tubuhnya. Dan setelah terusir Kama langsung meloncat ke meja makan bersamaan dengan Kimi.


"Gimana nih Kim kecoanya mau ke sini" panik Kama.


"Lari Kam lari." ucap Kimi hendak turun dari meja makan


"Mau lari gimana sih Kam geli gue"


"Damkar Kam damkar!"


"Jangan ngaco deh Kim mana ada damkar mau nolongin kita kalo cuma kecoa."

__ADS_1


"Lha terus ini gimana!"


"Mama Kim mama"


"Oh iya"


Kimi pun menghubungi Mama Kama .


"Tante tolongin kita tante" teriak histeris Kimi


"Kalian kenapa" ucap Mama Kama panik.


"Udah ma jangan nanya dulu ayo kesini ma bantuin kita" teriak Kama dan di iyakan oleh mama Kama.


"Kalian kenapa naik ke atas meja makan gitu?" tanya Mama Kama panik.


"Udah ma ada kecoa!"


"Apa? Kecoa? Kok kalian nggak bilang dari tadi. Mana kecoanya?" ujar Mama Kama dengan tak kalah histerisnya. Mama Kama juga langsung melompat ke atas meja.


"Aduh ini gimana?" ucap Kama karena Kama kira Mama Kama akan membantunya untuk mengusir kecoa dan ternyata malah dia lebih histeris daripadanya.


"Papa, ya Papa kamu pasti bisa menyelamatkan kita"


tut tut, tersambung.


"Paa! Kesini cepetan ada keadaan darurat!" teriak Mama Kama.


"Ada apa ma darurat apa sekarang Mama dimana?" tanya papa Kama dengan histerisnya.


"Di rumah Kimi cepetan pa!" teriak Mama Kama dan di iyakan oleh suaminya.


"Ada apa ma? ada apa?" tanya papa Kama khawatir setelah masuk ke rumah Kimi dan mendapati istri dan dua anak itu sedang berdiri di atas meja makan.


"Kecoa pa kecoa bunuh dia pa bunuh!!" teriak Mama Kama.


"Apa? Kecoa?? Aaaaa" teriak Papa Kama dengan begitu histerisnya. Papa Kama pun ikut meloncat ke meja makan (untung saja meja makannya kuat ya gess wkwk)


"Aduh mama bilang dong kalo ada kecoa kan nggak usah papa kesini!" ucap Papa Kama sambil memeluk tubuh istrinya.


"Aduh Kim ini gimana?" ucap Kama dengan memeluk Kimi


"Mana gue tau!" bentak Kimi.


"Aaaa itu kecoanya mau terbang ke sini" histerisnya Mama Kama.


"Apa?!!" teriak mereka bertiga berbarengan.


"Menunduk semuanya!!" titah Papa Kama yang membuat semua berjongkok sambil menunduk.


Saat itu orang tua Kimi sampai di rumah dan mereka kaget melihat orang tua Kama, Kama, dan juga anaknya Kimi berdiri di atas meja makan.


"Lhoo mbak ngapain disitu?" tanya Mama Kimi kepada Mama Kama.


"Tolongin kita jes usir itu kecoanya." ucap Mama Kama.


"Kecoa? Aaaa kecoa pa Tolongin pa!" ucap Mama Kimi sambil meloncat ke kursi.


"Lah cuma kecoa gini? Kalian takut? hhh" ledek Papa Kimi dengan mengambil kecoa dan di pegangnya.


"Ihh papa buang sana jijik tau" teriak Kimi sambil nyengir nyengir jijik.


Papa Kimi pun membuang kecoanya keluar rumah. Dan semua yang ada di situ pun akhirnya bernafas dengan lega dan turun dari atas meja makan dan kursi.


"Wah Bram kamu hebat" ucap Papa Kama sambil menepuk punggung tetangganya.


"Wah papah hebat" ucap Kimi sambil menunjukan jempol tangannya.


"Hebat kamu Bram" ucap Mama Kama.


"Wah suamiku sayang kamu hebat sekali" sekarang ucap Mama Kimi.


Dan Papa Kimi hanya tersenyum saja. Karena merasa aneh kenapa dengan kecoa saja takut padahal dia hanya binatang kecil batinnya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2