
"Oke gue setuju" ucap Kimi.
"Ya sudah yuk cap cus berangkat" ucap Vano.
Saat mereka bertiga akan keluar rumah tiba tiba sang mama Kama datang menggagalkan rencananya.
"Kalian mau kemana?" tanya Mama Kama
"Ini tante saya mau ke rumah Kimi untuk mengepak barang saya dan rencananya sih saya mau nginap ke hotel tante" ucap Vano.
"Kenapa nggak nginep disini aja Nak Vano?" tanya mama Kama dengan lemah lembut.
"Nggak ah tante ngrepotin hehehe" ucap Vano dengan tercengir.
Gila Mama Kama segitu baiknya, nah anaknya kok rada-rada aneh ya. Apa jangan-jangan Kama bukan anaknya lagi hihi.
"Nggak ngrepotin kok malah tante seneng kalau rumah tante rame, kan Papanya Vano sedang ada di luar negeri jadi sepi nih rumah" ucap mama Kama sendu.
"Eh tenang aja tante aku kan masih bisa nginep disini sampe mama papah pulang" ucap Kimi sambil berjalan ke arah mama Kama dan memeluknya seperti mamanya sendiri.
"Iya Kimi kamu harus nginep disini, nemenin tante sama Kama" ucap Mama Kama senang.
"Kayak aku anak kecil aja, harus di temenin. Sama Kimi lagi. Oh ya Kimi babysitter ya haha" ucap Kama dengan gelak tawanya. Vano ikut tertawa bersama Kama.
Kimi memicingkan matanya melihat dua orang dibelakangnya yang sedang mentertawakannya. Melihat sorot mata Kimi membuat mereka kembali diam.
"Gue bukan babysitter! Ogah banget gue ngurusin bayi kayak lo" Kimi menunjuk ke arah Kama.
"Apa gue bayi? Eh lihat dong, gue udah besar ganteng gini kok" Ucap Kama dengan pdnya dengan menyisir rambutnya dengan sela-sela jari kebelakang. Kimi nyengir mengejek.
"Udah ah nggak usah ribut" lerai mama Kama.
"Ya sudah tante saya mau ke rumah Kimi dulu ya? Ayo Kim." ajak Vano
"Iya ayo, tante aku sama Vano pamit pulang dulu ya?" ucap Kimi yang hanya di angguki oleh mama Kama.
Kimi dan Vano jalan duluan dan Kama hendak berbalik arah menuju pintu sang Mama langsung melarang nya.
"Kama, mau kemana kamu?" gertak mama Kama dengan menarik kaos yang digunakan Kama di bagian belakang.
"Ahh mama aku kan mau nganter Vano ke hotel iya kan Vano?" Kama menoleh ke arah Vano agar mengiyakan ucapannya.
"Iya tante Vano juga mau nganter saya ke rumah Kimi karena saya takut di sana kalau cuman sama Kimi aja tante" ucap Vano.
"Beneran cuman nganterin?" Tanya Mama Kama dengan Menatap tajam ke arah anak nya
"Iya lah ma mau kemana lagi aku pergi"
"Ya sudah mama Ijinin tapi jangan lama lama, jangan keluyuran juga! Kamu masih dalam tahap hukuman." jelas Mama Kama
Kayak gue tahanan di sel aja, oh ini lebih parah!
"Iya ma, mama tenang aja kan ada Kimi nanti palingan kalau aku lama di ajakin Kimi kemana gitu kok" Ucap Kama sambil melirik Kimi.
__ADS_1
"Eh nggak kok tante, lo kok ngawur sih Kam!" Kimi memukul lengan tangan Kama.
"Hehehhe, aduh sakit juga ya" Kama mengelus lengan tangannya yang terkena pukulan Kimi tadi.
"Udah udah kasihan tuh Vano udah nungguin kalian berantem aja dari tadi, lama kan jadinya" gertak mama kama.
"Gini aja mama kasih kamu waktu sampai jam 10 tepat Kalau kamu nggak sampai di rumah lewat jam 10 maka kamu akan mama tambahi hukumannya!" Gertak Mama kama
"Sial!" gumam Kama dengan menundukkan kepalanya dengan jari digigitnya.
"Kamu bilang apa tadi Kama?"
"Ehh nggak kok ma aku nggak bilang apa apa. Ya sudah iya iya aku akan pulang jam segitu." ucap Kama dengan nada yang kedengaran terpaksa.
"Bagus!"
Mereka bertiga pun berjalan menuju rumah Kimi. Sampainya di sana,
"Eh gue mau mandi dulu ah biar seger, kamu juga mandi dulu aja Van" ucap Kama
"Aku mandi di hotel aja Kim" ucap Vano yang sebenarnya takut untuk mandi di kamar mandi tamu.
"Ihhh jorok" ucap Kimi sambil berjalan menuju anak tangga guna sampai di kamarnya.
"Kam ayo temenin aku ngepak baju di kamar" permohonan Vano.
"Ogah"
"Nggak laki bener lo" ucap Kama sewot
"Ahh ayolah Kam temenin aja kok"
"Ya sudah iya iya." ucap Kama terpaksa karena malas mendengar ocehan Vano.
"Nah gitu dong"
Di lantai atas tepatnya kamar Kimi.
Kimi terlihat sedang mengoleskan perawatan tubuh dan wajahnya.
Selang beberapa menit Kimi sudah selesai dengan rutinitasnya. Kimi pun berjalan ke anak tangga menuju kamar tamu yang di tempati Vano.
Sampai di kamar tersebut Kimi langsung membuka pintu kamarnya dan kaget melihat Kama dan Vano yang sedang berpelukan
"Astaga" ucap Kimi dengan menutup mulutnya. Kama dan Vano pun menoleh ke sumber suara.
Flashback Kama menolong Vano
"Eh lo yang bener aja ngepak barang kok kayak kapal pecah." gerutu Kama yang melihat Vano mengepak barang di depannya.
"Ah nggak papa lagian nggak ada yang nilai keterampilan juga kan?"
"Terserah"
__ADS_1
Setelah selesai mengepak barang, Vano hendak berdiri namun saat berbalik tiba tiba dia tersandung dengan kopernya dan alhasil Vano menindih tubuh Kama.
Flashback off
"Astaga" Ucap Kama sambil mendorong tubuh Vano dari tubuhnya.
"Kalian homo?" ucap Kimi sambil menutup mulutnya.
"Eh enak aja lo bilang gue homo, gue ini normal! Gue tuh tadi sedang enak enak duduk lah dia (menunjuk Vano) malah nindihin gue." Jelas Kama.
"Waitt? Hahahah"
Kama dan Vano saling pandang
"Ngapain lo ketawa?" ucap Kama dan Vano berbarengan.
"Ciee barengan ngomongnya." ledek Kimi.
"Gue kirain kalian homo. Kalo gue rekam tadi musti viral di sekolah kita" sambung Kimi sambil menahan tawanya.
Cih sial banget gue.
"Nggak usah aneh aneh deh Kim" gerutu Kama.
"Iya iya ah"
"Udah ngepak semua barang barang kamu Van?" Tanya Kimi.
"Ohhh Udah semua kok ini, eh tunggu aku lupa sesuatu"
Vano melupakan sesuatu yang sangat berharga di kamar mandi. Setelah Vano menemukan apa yang di cari, Vano pun meletakkan barang tersebut ke kantung celana piamanya. Setelah selesai Vano pun keluar dari kamar mandi.
"Apa yang ketinggalan?" Tanya Kama dan Kimi berbarengan.
"Ciee barengan" ledek Vano menirukan gaya Kimi tadi.
'Cih'
"Hahaha gue cari ini?" ucap Vano sambil menunjukan sisir berharganya.
"What? Sisir? Ini yang lo cari?"
"Udah ah ayok berangkat muak gue lama lama disini." gerutu Kama
"Kok lo nyolot sih?" ucap Vano dan Kimi berbarengan.
"Ciee barengan" ledek Kama seperti Kimi dan Vano tadi.
"Aaaahh udah ah ayok berangkat." ucap Kimi.
"Ayo"
Bersambung....
__ADS_1