
"Aaaa gue telat lagi!! Kama bangun Kam udah siang banget nih!" teriak histeris Kimi sambil berlarian seperti ikan yang nggak kena air
"Handuk! Aaa handuk dasar handuk kenapa sih lo nggak pernah ada saat genting gini" histerisnya Kimi sambil berlari ke luar kamar hendak menuju rumah belakang.
"Lohh ini beneran udah siang? Gue kesiangan nggak sih? Jam ya jam." ucap Kimi bingung karena langit masih agak gelap. Kimi berlari ke arah jam dinding yang berada di ruang tengah. Dan ternyata
"Ini jam rusak nggak sih?" ucap Kimi keheranan dengan jamnya yang menunjukkan pukul setengah 6 pagi.
"Ah mana mungkin ini jam salah. Apa jamnya telat ya, batunya habis? Ah mana mungkin kayaknya belum lama nih ganti batu baterai. Handphone ya HP kan real jamnya." ucap Kimi setelah itu berlari pergi ke kamarnya dan melihat jam di hpnya.
"Apa! Beneran jam setengah 6?" ucap Kimi dengan mulut yang menganga.
Pasti ini Kama yang ganti jam disini. Cih! Gue benci sekali dengan dia.
Dengan mulut yang menggerutu Kimi berjalan naik ke kasur dan langsung memukul Kama dengan handuk yang berada di lehernya.
"Kam gue benci sama lo!!" ucap Kimi dengan melampiaskan amarahnya kepada Kama sambil memukul Kama dengan handuk nya.
"Aduh aduh Kim ngapain sih lo" gerutu Kama dengan tangan yang menghindari handuk Kimi.
"Gue benci sama lo tau nggak, ngapain lo ganti jam di nakas ha? Gue sampe bangun gelagapan tau nggak!" seru Kimi dan ambruk terduduk di sebelah Kama dengan tangan yang melipat di atas perut.
"Lo marah cuma gara gara jam kayak gini?" gerutu Kama dengan menunjuk jam yang berada di nakas.
Kimi masih mrengut saja dan yang bikin makin kesal Kimi adalah Kama bisa bisanya tidur saat dia sedang marah yang masih memuncak.
Ahh gue tau.
Dengan senyum sinis yang mengembang dibibirnya. Kimi mengambil HP nya yang berada di nakas dan menelpon Griss.
Panggilan terhubung.
"Halo Griss maaf ganggu" mendengarkan
"Emm Nanti lo mau nggak jemput gue?" mendengarkan.
"Kalo jam set 6 seperempat aja gimana?" mendengarkan.
Apa? Kimi minta Griss buat jemput dia? Nggak nggak, nggak boleh!
"Lo apaan sih Kam!" seru Kimi karena hpnya direbut oleh Kama dan memutuskan panggilan dari Griss.
"Ya lo yang apaan lo itu milik gue Kim jadi lo harus nurut Sama gue!" seru Kama
Tanpa menjawab Kimi langsung berlalu pergi ke kamar mandi dengan menutup pintu dengan keras.
"lo itu milik gue, lo harus nurut sama gue" ucap Kimi menirukan gaya Kama tadi.
"Cih! Apaan itu!" gerutu Kimi
'Enak aja Griss mau jemput Kimi. Gue harus mandi biar lebih dulu pergi sama Kimi.'
dengan bergumam Kama melangkah ke kamar mandi sebelah dan mandi disitu. Setelah selesai Kama masuk ke kamar Kimi untuk memakai seragamnya yang sudah di letakkan di lemari Kimi dari dulu.
"Aaaa" teriak Kimi dan berbalik badan agar tidak melihat tubuh Kama yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya.
__ADS_1
"Ngapain lo Kim?" tanya Kama dengan santainya memakai seragam di situ.
"Ishh lo yang apaan tau nggak! Kesucian mata gue ternodai!" seru Kimi.
"Kesucian apaan, kita juga pernah telanjang bareng Kok" goda Kama dengan menahan tawanya.
"Lo ya" ucap Kimi sambil menuding Kama dan berbalik melihat Kama.
"Aaaaa! kok lo masih nggak pake handuknya" seru Kimi dengan tangan yang menutupi wajahnya.
"Kalo pake handuk ya gue nggak bisa pake celana dong gimana sih" ucap Kama santai.
Kimi langsung berbalik badan dan berlari keluar kamar menuju meja makan.
"Tumben banget kamu Kim, biasanya telat" ledek Mama Kimi.
"Ah Mama, aku tu dikerjain Kama tau nggak" sewot Kimi.
"Kerjain gimana?"
"Kama memutar jamnya telat 1 jam tau ma" sewot Kimi sambil mengambil nasi dan lauk pauk dengan kasar
"Nggak kok tante itu baterainya aja yang telat" potong Kama dengan menuruni anak tangga.
"Telat apanya gue aja baru ganti seminggu yang lalu kok" sewot Kimi. Kama langsung duduk saja dengan tenang dan membuat Mama Kimi menggelengkan kepalanya.
Tin tin
"Siapa itu Kim? Kamu undang temen kamu?" tanya Mama Kimi.
"Oh iya ma, kalo gitu aku buka pintu dulu ya ma" ucap Kimi dan beranjak dari duduknya.
"Apaan sih lo Kam" ucap Kimi karena tangannya dicekal oleh Kama.
"Makan!" seru Kama dengan berdiri dari posisi duduknya dan mendudukan Kimi dengan paksa.
"Kan gue mau buka pintu Kam" rengek Kimi.
"Biar gue aja" ucap Kama dan berlalu pergi darisana.
"Loh mana Griss?" tanya Kimi yang melihat Kama hanya datang sendiri ke dalam rumah.
"Udah berangkat duluan" ucap Kama yang membuat Kimi mengerutkan keningnya, namun dia hanya mengacuhkannya toh dia hanya memanasi Kama tadi batin Kimi.
"Ayok Kim" ucap Kama yang melihat Kimi udah selesai dengan makanannya.
Kama dan Kimi pun berangkat dengan tenang tanpa mengebut karena waktunya masih banyak untuk sampai di sekolah.
"Kam ngebut dong nggak asik banget sih lo" ucap Kimi dengan menepuk pundak Kama. Kama pun menuruti perintah Kimi dengan melajukan motornya dengan sangat cepat.
Kimi tertawa renyah bersama dengan Kama di tengah jalan seperti dunia ini milik mereka saja.
"Kim gimana kalo kita jalan jalan dulu" seru Kama karena angin dan motor lain yang mengganggu pendengaran mereka.
"Emang nggak telat?" tanya Kimi dengan keras.
__ADS_1
"Enggak lah kan ini masih pagi"
"Emm ya udah deh ayok"
Mendengar persetujuan dari Kimi, Kama langsung melajukan dengan sangat cepat menuju taman sekitar situ.
"Kam ngapain di taman?"
"Pacaran" singkat Kama.
"Ihh yang bener dong" ucap Kimi sambil memukul pundak Kama.
Tanpa menjawab apa yang dikatakan Kimi, Kama langsung turun dari motornya dan berjalan menuju supermarket yang berada disitu.
"Cih! Kama ninggalin gitu aja!" sewot Kimi dan turun dari motor mengikuti Kama dibelakangnya.
"Kam tungguin gue" imbuhnya dengan berlari ke arah Kama. Sampai di dalam Kimi melihat Kama yang sedang membeli coklat dan ketika Kama melihat Kimi dia langsung memberikan coklat itu kepadanya.
"Coklat?" tanya Kimi keheranan. Kama hanya menganggukan kepalanya.
"Buat apa?" imbuhnya.
Nih orang **** banget, gue kasih ke lo ya buat lo lah
"Buat lo makan lah Kim gimana sih!" sewot Kama.
"La iya maksudnya kenapa lo tiba tiba Kasih coklat ke gue? Ah gue tau lo musti mau minta apa dari gue gitu kan? Ohhh atau lo minta gue jadi pacar lo?" tanya Kimi curiga.
"Sok tau banget lo. Itu adalah hadiah ulang tahun gue buat lo. Dan untuk gue minta lo jadi pacar gue, lo nggak inget apa lo yang sudah cinta sama gue duluan waktu SMP waktu gue ngeprank lo di hutan itu" jelas Kama.
"Eeee kalo soal itu gue, emm gue hanyaaa, gue hanya melindungi diri gue sendiri tau!" seru Kimi.
"Biar gue nggak diapa apain sama lo." imbuhnya.
"Oh ya benarkah" goda Kama sambil menundukkan tubuhnya dan mengecup bibir Kama sekilas.
"Kama!!" Seru Kimi karena jengkel
"Kim gue ini di depan lo tau jadi nggak usah manggil gue kenceng kenceng" gerutu Kama sambil mengusap telinganya karena pengang dengan teriakannya Kimi.
"Lo tau nggak ini ciuman pertama gue tau! Gue mau kasih sama suami gue doang nanti!" seru Kimi dengan muka yang ditekuk.
"Kan gue suami lo Kim" ucap Kama santai.
"Dan untuk ciuman tadi, itu untuk hukuman karna lo ngga ngaku kalo lo udah cinta sama gue sejak SMP" imbuhnya dan berlalu meninggalkan Kimi.
"Cih! Suami? Apaan Kama itu" ucap Kimi dengan memakan coklatnya dengan kasar
"Aduh gigi gue, sampe salfok kan gue" gerutu Kimi karena memakan belum dikupas kertas yang membungkus coklatnya.
Kimi pun berjalan dengan menundukkan kepalanya sambil membuka bungkus coklatnya, dan tanpa sengaja Kimi melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7. Kimi langsung melotot melihat jamnya dan dia berlari dengan cepat ke motor Kama.
"Sial! Gara-gara di kama ngajakin gue kesini telat Kan jadinya" gerutu Kimi dengan berlari.
"Ayok Kam udah jam 7 ini!" seru Kimi yang sudah naik motor dan menepuk pundak Kama dengan kencang.
__ADS_1
Bersambung...