Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Perpisahan


__ADS_3

"Kam bangun lepasin gue, gue mau ngepak barang" rengek Kimi sambil menggoyang kan tubuh Kama. Kama masih tidur sambil memeluk Kimi lagi.


"Jam berapa ini?" tanya Kama dengan mata yang masih tertutup.


"Masih jam 4 sih"


"Apa lo bilang? Jam 4? Ini masih kepagian Kimi" ucap Kama yang masih dengan mata tertutup.


"Iya masih pagi, tapi gue mau ngepak barang"


"Apa lo bilang? ngepak barang? Lo pindah hari ini" tanya Kama langsung duduk dan dengan tampang kagetnya.


"Yaa ngga hari ini sih tapi kan ngepak barang barang hari ini lebih baik, daripada nanti ada yang ketinggalan kan?" ucap Kimi.


"Emm gue mau lo disini Kim" ucap Kama sambil menarik tubuh Kimi agar tiduran lagi.


"Gue bakal balik kok Kam lo tenang aja" ucap Kimi dengan berbalik menghadap Kama yang sudah memasang wajah cemberut.


"Gue mau lo disini terus Kim" rengek nya seperti anak kecil yang meminta mainan.


"Kama, gue harus disana nemenin nenek gue, gue kan udah nemenin lo sedari kecil, sekarang gue mau nemenin nenek gue, kalo bukan ada nenek gue mana mungkin gue bakal ketemu sama bocah nakal kayak lo," nasehatnya.


"Kalo lo disana terus siapa yang nemenin gue disini?" tanya Kama dengan mengerucutkan bibirnya.


"Gue butuh lo buat bikin cucu untuk orang tua kita" ucapnya dengan senyum menyebalkannya. Kimi pun langsung menonyor kepala Kama dengan jarinya.


"Dasar lo ya! Kalo lo ngomong kayak gitu gue nggak akan balik kesini lagi!" ancam Kimi.


"Hehehe becanda sayang" Kama pun semakin memeluk Kimi dengan erat dan menyembunyikan wajahnya ke atas bantal.


"Cih! Sayang apaan! Udah ah bangun Kam lepasin gue, gue mau ngepak barang dulu, lo kan nggak mau bantuin" Kimi dengan mendorong tangan Kama yang mengeratkan pelukannya.


"Gue nggak akan lepasin lo" serunya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Hahh Kam gue nggak bisa napas tau!" ucap Kimi dengan terengah-engah.


"Makanya nanti aja ngepak barangnya!" serunya.


"Iya ah, ayok sarapan" Kama pun melepaskan Kimi dari pelukannya.


"Ini masih jam 4 Kim tidur lagi aja" ucap Kama dengan tangan menarik pinggang Kimi dan hytidur kembali.


***


"Ayok Kam cepetan" ucap Kimi yang sudah selesai dengan makanannya.


"Gue nggak mau berangkat Kim" ucap Kama lesu.

__ADS_1


"Ini hari perpisahan gue Kam, kalo lo nggak mau bareng sama gue, gue mau bareng sama siapa berangkatnya? Ahh gue tau, gue manggil Griss aja" Kimi langsung mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Griss namun tangan Kama sudah merampas HP Kimi.


"Ayo cepetan"


Mempan juga


"Ngapain lo senyum senyum gitu!" gertak Kama.


"Ha? Nggak Papa kok ayok buruan" Kimi langsung berdiri dari posisi duduknya dan gak lupa berpamitan dengan orang tuanya.


_____________________________________________


"Kam kecepatan berapa sih lelet banget" gerutu Kimi di belakang tubuh Kama.


"Biar lama Kim, sambil nikmati indahnya pagi" ucap Kama.


"Cih! Pagi pagi udah puisi aja lo!"


***


"Hai Kim, baru datang aja lo. Ohh gue tau musti lo berduaan sama Kama kan" goda Amanda.


"Ya sudah pasti lah Amanda, " ucap Alice. Terdengar helaan nafas kasar dari mulut Kimi.


"Gue mau pindah"


"Apa?!!"


"Apa?!!"


"Lo beneran mau pindah?"


"Emangnya kenapa kok lo mau pindah"


"Kita semua ada salah sama?"


"Buat nggak nyaman lo disini?"


"Terus lo, "


"Udah dong kalian berdua jangan beruntung gitu!" ucap Kimi menghentikan pertanyaan beruntun dari kedua teman terdekatnya.


"Satu satu dong tanyanya. Ya gue mau pindah, gue pindah karena gue mau nemenin nenek gue yang ada di Semarang." jelasnya.


"Ahh Kimi kalo lo pindah terus nggak ada yang gue goda lagi dong" Alice langsung memeluk temannya itu. Amanda juga langsung memeluk sahabatnya itu.


"Gue bakal ke Jakarta lagi kok kalo ada waktu" ucapnya menenangkan mereka yang sudah berwajah cemberut.

__ADS_1


"Terus Kama gimana? Apa dia juga mau ikut sama lo ke Semarang?" Tanya Amanda.


"Ya nggak lah kan Kama masih sekolah disini orang tuanya aja masih disini, masak mau pindah ikutan sama gue, ya nggak lah" ucap Kimi.


"Kasihan sekali Kama ya, ditinggal sama lo keluar kota"


"Iya lagian kenapa lo harus pindah kota juga sih? Kan bisa setelah lo nemuin nenek lo terus lo balik lagi kesini kan lebih enak"


"Gue disana nemenin nenek gue Alice! Jadi kalo gue bolak balik bakalan lama sampenya! Capek juga tau!" ucap Kimi geram karena melihat tingkah kedua teman didepannya.


"Yahh kesepian dong" ucap Alice dengan mengerucutkan bibirnya.


"Santai aja kita masih bisa chatan kan? Ini dunia udah modern Alice, Amanda, jadi kita tidak perlu ketemu tinggal klik nama kalian gue bisa denger suara kalian"


"Udah ah nggak usah sedih gitu wajahnya gue bakal ngabarin terus kalian saat gue ada disana"


"Tapi lo bakal punya temen baru dong"


"Iya, terus kalo lo punya pacar disana gimana?"


"Alice, Amanda gue nggak mau pacaran dulu, gue masih mau fokus dengan belajar, gue aja belum kuliah kok masak mau pacaran"


"Dan satu lagi kalian akan tetap jadi teman sekaligus sahabat terbaik yang pernah ada yang pernah gue temuin" imbuhnya.


"Aaa terharu gue, eh tapi Kama itu siapa lo? Pacar lo kan?"


"Gue udah bilang Amanda, Kama itu sahabat gue sedari kecil tau!"


"Eh bel udah bunyi tuh nanti sebentar lagi pasti guru masuk kelas, nanti kita bahas nanti perpisahan kita ya"


"Selamat pagi anak anak" sapa guru itu.


"Pagi pak" ucap siswa serentak.


"Baiklah kita mulai pelajarannya." ucap Guru itu dan mulai menulis dipapan tulis.


***


"Baiklah bapak akhiri perjumapaan hari ini terimakasih" ucap Guru itu sopan dan dijawab oleh semua siswa yang berada disitu.


"Maaf Pak saya mau mengatakan sesuatu dulu sebelum semuanya pada bubar" ucap Kimi dan diangguki olehnya. Siswa yang sudah berdiri dari posisi duduknya kembali duduk dan memperhatikan Kimi yang akan membicarakan sesuatu.


"Maaf mengganggu waktu kalian semua yang hendak pulang, saya disini mau mengatakan bahwa besok saya sudah pindah dari sekolahan ini, teruntuk teman teman saya semua, terimakasih sudah mau menjadi teman saya sampai sekarang ini. Dan saya mau minta maaf sebanyak banyaknya apabila saya berbuat kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Terima kasih atas semua kebaikan yang kalian berikan kepada saya. Dan untuk guru saya. Terimakasih pak, bapak sudah sabar mengajar saya. Saya benar benar meminta maaf sebanyak banyaknya karena saya sudah sering menyusahkan bapak. Terimakasih pak (Kimi langsung memeluk gurunya) Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Terimakasih."


"Apa Kim? Lo mau pindah?" Ucap Griss yang sudah berdiri dari posisi duduknya. Semua pun menoleh ke arah Griss.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2