
"Cieee musti lo udah kangen ya sama gue" goda Kimi.
Kama pun melepaskan pelukannya. Dan berlagak seperti tidak pernah melakukan itu.
"Ng...nggak kok, mana mungkin gue kangen sama lo, lo ng..nggak usah kepedean gitu deh" ucap Kama sambil membuang mukanya karena malu.
"Ya udah kalo gitu gue mau pulang aja" ucap Kimi sambil berbalik menuju anak tangga.
Shit!
"Oke oke fine" ucap Kama yang membuat Kimi berbalik ke arahnya.
"Fine apa?"
"Kalo gue... nggak mau kamu pergi dari sini karena gue ci."
Belum selesai Kama ngomong tiba tiba sang Mama datang.
"Lohh kalian kok malah disini? Udah selesai kerjanya?" ucap Mama Kama sambil membuka pintu kamar dan memasuki kamar Kama.
"Astaga Kama!!!" teriak Mama Kama yang begitu menggelegar.
"Apaan sih ma kok teriak teriak gitu" gerutu Kama sambil mengusap telinganya yang berdengung.
"Apa apa. Lihat dong itu kamar masih tetap sama yang tadi!" teriak Mama Kama.
"Ahh mama mah itu kan hampir bersih" Rengek Kama.
"Hampir bersih dari mananya coba? Duh mama jadi pusing nih jadinya" ucap Mama Kama sambil memijat pelipisnya.
'Makanya nggak usah teriak teriak juga keless pusing kan jadinya'
"Apa kamu bilang Kama? Dasar kamu ya." Ucap Mama Kama sambil memukul lengan tangan Kama.
"Aduh aduh stop ma, Itu belum selesai ma jangan di nilai dulu dong." ucap Kama sambil menjauhkan tangannya dari pukulan sang Mama.
Punya anak kok gini banget ya?
"Udah cepat kamu bersihkan tuh kamar, oh iya kalian tadi ngapain disini mau kabur?" selidik Mama Kama.
"Iya tante tadi Kama mau kabur terus aku tahan tante" ucap Kimi meyakinkan mama Kama.
"Apa Kim aku? Gila kali lo ya ngefitnah gue lagi" gerutu Kama.
"Hehehe"
"Udah udah daripada debat disini mending kalian kerjakan tugas kalian masing masing." ucap Mama Kama.
"Iya ma"
"Siap tante"
Mama Kama pun berjalan menuju anak tangga hendak ke bawah namun belum sampai setengah anak tangga yang di pajaki, Mama Kama berbalik lagi ke atas.
"Lohh kok nggak jadi turun ma?" tanya Kama
"Nggak mama mau ke perpustakaan" ucap Mama Kama ketus.
Buset dah nyokap gue kok galak banget ya?
"Udah nggak usah di lihatin terus, sana kerja!" perintah sang Mama.
Kama dan Kimi pun berjalan masuk ke kamar Kama.
__ADS_1
"Udah cepet lo beresin ntar lo dimarahin lagi sama tante" ucap Kimi sambil melipat tangan di atas perut.
"Iya iya" ucap Kama malas sambil membawa bantal bantal yang sudah tidak layak di pakai ke tempat sampah yang ada di luar rumah.
1 jam kemudian.
Kimi yang sedari tadi mengotak atik HP nya mengalihkan pandangannya ke seluruh kamar. Kama membersihkan kamar hampir 75% sudah selesai. Kimi yang melihat Kama terus mengelap peluh di jidatnya menjadi merasa kasihan.
Kimi mengambil handuk yang ada di kamar mandi dan langsung mengelap jidat kama yang penuh dengan keringat.
Mereka saling pandang. Kimi tersenyum kepada Kama dan Kama pun tersenyum kepada Kimi.
"Eheemm" deheman yang keluar dari luar pintu.
Mereka masih saling pandang sambil tersenyum satu sama lain tanpa menyadari ada orang ke 3 disitu.
Mama Kama pun langsung masuk ke dalam Kamar Kama dan menepuk pundak mereka.
"Mama?"
"Tante?"
"Duh mama ngagetin aja deh" ucap Kama sambik berdiri dari posisi jongkok nya.
"Udah selesai bersih bersih nya?" ucap Mama Kama sambil tersenyum manis dengan keduanya.
Kimi yang merasa malu langsung menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan telapak tangan nya.
"Hampir ma"
"Dari tadi mama berdehem nggak denger?"
"Heheheh" cengiran Kama dan Kimi.
"Buat kalian bukan buat kamu aja Kam"
"Maksud aku juga gitu Ma"
"Ya sudah ini minum dulu biar seger" ucap Mama Kama sambil menaruh nampan tersebut di nakas
"Terima kasih tante jadi ngrepotin" ucap Kimi sambil tersenyum kepada Mama Kama.
"Iya sayang kalau gitu tante mau ke bawah dulu ya?" ucap Mama Kama sambil mengelus rambut Kimi. Kimi pun hanya menganggukan kepalanya.
Heran gue sebenarnya siapa sih anaknya kok yang di sayang cuma Kimi doang. Huh!
"Nggak usah cemberut gitu, Kamu tetap anak mama yang paling ganteng kok"ucap Mama Kama seperti mendengar batin Kama.
Kama pun langsung tersenyum dan memeluk mama kesayangannya itu.
"Kalo gitu masa hukumannya di kurangin ya ma."
"Dasar anak nakal." ucap Mama kama sambil memukul kecil dada anaknya.
Dasar bocah tengik ini
Kimi tersenyum melihat pemandangan di depannya.
Kama pun merangkul pundak Kimi agar ikut bergabung berpelukan dengan Mama dan dirinya.
Selang beberapa detik.
"Udah ah pelukannya kayak teletabis saja" ucap Mama Kama sambil melepaskan pelukannya. Kimi pun ikut melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Heheh tante mah masih bisa bercanda" ucap Kimi yang hanya di balas dengan cengiran sang tante
"Ya sudah lanjutkan bersih bersihnya" ucap Mama Kama sambil berjalan keluar dari Kamar anaknya.
Mama kama berbalik lagi menatap Kama dan Kimi. Kama dan Kimi mengerutkan keningnya bingung kenapa berbalik lagi' batin mereka berdua.
"Jangan pacaran terus!"
"Aduhh mama!" seru Kama karena Sang mama sudah berlari ke bawah. Sedangkan Kimi dia melotot mendengar apa yang di ucapkan oleh mama Kama itu. Dan pipinya memerah.
"Udah nggak usah malu, gue seneng kalo lo perhatian gitu nggak galak kayak biasanya."
"Ahhh lo mah" rengek Kimi sambil memukul pelan lengan tangan Kama.
"Udah ah cepet lo beresin kamar lo ini" sambung Kimi.
"Siap tuan putri" ucap Kama sambil menundukan badannya.
"Apaan sih lo nggak jelas banget deh!" ucap Kimi sambil melangkah ke sofa yang berada di situ.
Sudah 1 jam berlalu Kama sudah selesai dengan tugasnya dan Kama melihat Kimi yang tidur di sofa sambil tersenyum
Kama mengangkat tubuh Kimi dan meletakkan di ranjangnya.
Kama masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa bajunya ke dalam. Setelah selesai Kama keluar dari dalam kamar mandi dan menuju ke cermin guna melaksanakan rutinitas setelah mandinya.
Kama berjalan mendekati ranjang tempat tidur dan berjongkok sambil mengelus rambut Kimi. Kimi pun terbangun karena usapan itu.
"Ayok makan jangan tidur aja kayak kebo lo" ucap Kama sambil berdiri dan berjalan mendahului Kimi yang masih dalam proses mengumpulkan nyawanya.
"Jam berapa ya ini? Waitt hampir jam 2?"
Kimi pun membersihkan dulu wajahnya di wastafel.
"Lho Kimi mana?" tanya Mama Kama yang sedang menyajikan makanan di atas meja.
"Sedang olahraga ma"
Mama kama pun hanya mengendikan bahunya yang menurutnya hanya gurauan dari anaknya.
"Maaf tante lama ya nunggunya"
"nggak kok Kim sini makan, ini tante juga baru selesai masaknya"
"Eh iya tante maaf jadi ngrepotin" ucap Kimi tidak enak.
"Kamu kayak baru kenal tante kemarin sore aja" ucap Mama kama.
Mereka pun makan tanpa bersuara. Kama mulai membuka suaranya.
"Ma aku boleh tanya nggak?"
"Tanya apa? Kalo kamu mau minta di kurangin masa hukuman nya mama nggak akan jawab!" tegas Mama Kama.
"Ihh mama selalu berprasangka buruk terus sama aku" ucap Kama sambil mengunyah makanan yang baru saja masuk ke mulutnya dengan kasar.
"Terus mau tanya apa?"
"Kok aku sama Kimi namanya hampir kembar gimana ya ceritanya ma?"
Begini ceritanya....
Bersambung...
__ADS_1