Kama Dan Kimi

Kama Dan Kimi
Berubahnya sikap Kama.


__ADS_3

Pagi hari di kota Jakarta.


"Kim bangun dong udah pagi ini lo nggak mau berangkat sekolah?" ucap Kama yang sudah berpakaian rapi memakai seragam dan sudah wangi.


"Baru juga jam 5 tidur lagi aja Kam." ucap Kimi dengan mata masih tertutup.


"Apa lo bilang? Jam 5! Eh Kim buka mata dong ini udah jam 6 lewat! " ucap Kama sambil menarik narik bantal guling yang di dekap Kimi sejak tadi.


"Ohh jam 6 lewat, apa jam 6 lewat! " ucap Kimi sambil bangun dari tidurnya dan melihat jam weker yang ada di nakas.


Kimi langsung berlari menuju keluar kamar hendak pulang ke rumahnya karena seragam dan yang lainnya tidak ada di rumah Kama.


'Dasar bocah itu nggak berubah sejak dulu'


Lantai bawah.


"Eh Kimi kok belum mandi? nih sarapan dulu" ucap Mama Kama yang sudah duduk manis di meja makan.


"Aku bangunnya kesiangan tante nanti sarapan di kantin aja" teriak Kimi sambil berlari menjauh dari Rumah Kama.


"Dasar anak itu, eh Kama sini makan" ucap Mama Kama lembut.


"Iya ma" ucap Kama sambil melirik ke luar rumah.


"Udah nggak usah di perhatiin terus Kiminya" goda Mama Kama.


"Ahh mama" rengek Kama dan duduk di hadapan mama nya.


"Oh iya ma kapan papa pulang?" tanya Kama yang sudah dua minggu tidak bertemu dengan papanya.


"Papa lagi sibuk mungkin, nanti mama tlpn papa Kamu" ucap Mama Kama yang sudah selesai makan dan hendak menuju dapur.


"Ohh, ma aku berangkat ya" pamit Kama sambil berlari keluar rumah.


"Pamit gaya apaan itu?"


Di rumah Kimi.


"Haduh mana nih handuknya masa genting gini malah nggak ada coba, ah bodo amatlah nggak usah handukan. " ucap Kimi dan berlari menuju kamar mandi.


"Nah handuk disini, gue cari" ucap Kimi yang melihat Handuknya terpampang didinding.


Kimi pun mandi dengan cepat dan buru buru.


"Akhirnya selesai juga"


tin tin tin


"Itu pasti Kama" ucap Kimi sambil berlari ke luar rumah dan tanpa mengunci pintu rumahnya.


Kama memperhatikan penampilan Kimi


"Ada apa? ada yang salah?" tanya Kimi heran karena daritadi Kama memperhatikan nya.


"Itu kaos kaki lo kenapa?"


"Oh ini gue lupa taroh kaos kakinya dimana terus pakai sembarang aja, udah ah nggak usah protes ayuk berangkat" ucap Kimi sambil menaiki mode (motor gede) milik Kama.


Sampai di sekolahan...


"Kam mending lo minta maaf sama Sasa deh kan kasihan" ucap Kimi sambil turun dari motor Kama.


" Enggak ah gue males" ucap Kama sambil turun dari motornya juga.


" tapi kam. " ucap Kimi dipotong Kama


" Sudahlah Kim Gak usah dibahas " ucap Kama melangkah mendahului Kimi


" okelah" ucap Kimi malas.

__ADS_1


"Gue masuk dulu, bay" ucap Kama sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Kimi.


"Iya, bay juga Kam" ucap Kama dengan membalas lamabaian tangan Kama.


_____________________________________________


"Kam lo di tungguin sama cewek tuh" ucap salah satu teman Kama yang berdiri di samping Kama.


"Siapa?"


"Nggak tau Kam tapi cantik lho"


"Bilang aja gue sibuk" ucap Kama sambil menelungkupkan wajahnya ke atas meja.


Teman Kama saling memberi isyarat


'Giamana?'


'Sudahlah lakuin aja'


Dengan mengangguk teman Kama pergi keluar kelas


"Dimana Kama?"


"Oh dia lagi sibuk"


"Yang bener?"


"I iya, ya sudah mau nitip apa gitu?"


"Oh nggak kok, kalo gitu aku pergi dulu ya"


"Iya"


"Udah?" tanya Kama yang melihat temannya datang ke arahnya. Dan si teman hanya menganggukan kepalanya.


"Lo kok nggak mau nemuin tuh cewek kenapa?" tanya teman Kama yang bernama Aldo.


"Cih gaya lo" ucap Aldo sambil menonyor kepala Kama.


Disisi lain


'Kama kenapa ya kok nggak mau ketemu aku? Kan seharusnya dia minta maaf dong karena udah ngingkari janji'


"Aduh" Jeritan kecil Sasa karena terlalu banyak bergumam jadi tidak menyadari ada manusia di depannya.


"Eh lo kalo jalan hati hati dong, liat depan nggak ke bawah!" teriak Kama.


"Kama?" ucap lirih Sasa.


Kama menatap tajam ke Sasa.


Duh ini sasa lagi


"Kam kamu harus tanggung jawab dong!"


"Tanggung jawab apa kayak gue hamilin lo aja"


"Kan kamu ingkar janji sama aku"


"Oke oke gue ingkar janji terus lo mau apa gue aja nggak mau berhubungan sama lo, itu kemarin gue cuma mau bercanda aja kok, lo aja yang berlebihan. "


Tanpa menjawab Sasa langsung berlari menjauh dari hadapan Kama.


"Cih cewek mewekan, emang cuma Kimi aja yang ngerti gue" ucap Kama sambil berjalan menuju kelasnya.


"Kamu jahat Kam! Jahat! "


"Aduh"

__ADS_1


'Sial banget aku dari tadi nabrak orang mulu'


"Eh kamu nggak papa?" tanya Kimi sambil mengulurkan tangannya membantu Sasa


"Eh nggk papa Kok" ucap Sasa menyambut uluran tangan Kimi.


Taman sekolah.


"Ohh jadi seperti itu"


"Iya bantu aku ya Kim, kamu kan deket banget sama Kama"


"Oke nanti aku bantu Kamu tenang aja" ucap Kimi sambil mengusap pundak Sasa.


"Makasih ya" ucap Sasa sambil tersenyum kepada Kimi dan Kimi hanya mengangguk dan memeluk kembali Sasa.


Kantin sekolah.


"Hai Kim" ucap Kama sambil menepuk pundak Kimi dengan kerasnya sehingga Kimi menjadi tersedak.


"Sini deh Kam duduk" ucap Kimi sambil menepuk bangku kosong di pinggirnya.


Tumben banget nih Kimi nggak ngegrutu


"Tumben, lo kenapa? "ucap Kama dan duduk di samping Kimi.


" Kan gue pernah bilang lo itu harus minta maaf sama tuh Sasa kan kasihan dia" ucap Kimi sambil minum jus mangga kesukaannya.


" males ah Kim" ucap Kama sambil menyaut jus yang sedang di minum Kimi.


"Duh Kim kalo mukul yang kerasa dong masak nggak sakit sih" goda Kama yang langsung mendapat pukulan bertubi tubi dari Kimi.


"Aduh aduh maaf gusti ratu"


"Apaan nggak nyambung! " ketus Kimi sambil meraih jusnya


"Disambungkan dong" ucap nyleneh Kama.


"Kam gue mau bicara serius sama lo" ucap Kimi sambil menatap dalam mata Kama.


"Hahaha lo musti mau nembak gue kan terus nglamar gue terus nikahin gue"


"Gue serius Kam!" ucap Kimi sambil menatap tajam ke arah Kama.


'Gue kayak ketahuan istri kalo gue selingkuh aja ya'


Gumaman Kama sambil menggaruk kepala nya yang di belakang.


"Ya udah bicara aja" ucap Kama


"Gue mau lo jadian beneran sama Sasa" ucap Kimi yang langsung tersedak jus mangga yang tadi dia rebut dari Kimi.


"Gue nggak mau!" ucap Kama.


"Ayolah Kam kalo gue yang diposisi Sasa musti lo juga belain gue kan?" ucap Kimi sambil menggelayuti tangan Kama.


"Kalo itu kejadian sama lo gue yang akan turun tangan sendiri ngadepin tuh anak yang udah bikin lo kayak gitu." ucap Kama sambil meminum lagi jus mangga.


"Nah itu lo tau, lo harus jaga perasaan Sasa Kam kasihan kan dia. Ya emang sih dulu gue yang nyuruh lo lakuin itu tapi gue sadar Kam perasaan dimainin itu sakit rasanya."


"kenapa lo jadi bucin sih Kim, gue juga nggak mau sama dia,gue aja nggak ada rasa apapun sama dia kok."


"Ayolah Kam" rengek Kimi seperti anak kecil yang meminta permen ke ayahnya.


"Sekali nggak ya nggk Kim!" seru Kama.


Kayaknya percuma deh adu mulut kayak gini mending gue ancam dia aja.


"Oke Kam kalo lo nggak mau lo nggak usah sahabatan lagi sama gue!" tegas Kimi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2